Menyoal Penghakiman Media

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Media baik cetak atau pun online adalah bagian dari tumbuh kembang dunia literasi media. Pasca reformasi jumlah media tumbuh dengan baik, bagai cendawan di musim hujan.

Apalagi era revolusi industry 4.0, media online tak terhitung jumlahnya. Begitu banyak informasi yang bisa kita dapatkan dari ratusan atau ribuan media online. Kebebasan pers di satu sisi menciptakan literasi pers namun disisi lain melahirkan stigmati pers.

Stigmati pers ini yang Saya sebut dengan *Penghakiman Media* Penghakiman media adalah sebuah pemberitaan yang tanpa memahami kode etik jurnalistik. Kode etik jurnalistik yang diabaikan akan sangat tak baik pada kualitas berita.

Kualitas berita yang buruk, stigmatik dan menghakimi akan memberi iklim buruk pada literasi publik. Bisa jadi misi suci media sebagai kontrol sosial disimpangkan menjadi stigma sosial.

Sebagai contoh, begitu banyak pemberitaan dari media online yang judul dan narasinya stigmatik, penghakiman dan jauh dari apresiasi dan info objektif yang sebenarnya.

Kata kata “diduga” sangat populer digunakakn dalam pemberitaan. Kata kata ini menjadi kata provokatif yang efektif dalam memojokan sebuah lembaga atau personal.

Diduga adalah diksi yang mengarah pada hal negatif. Semacam penggiringan opini. Padahal dalam kode etik jurnalistik esensinya jangan menduga duga atau menstigma.

Dalam ilmu hukum betapa pentingnya praduga tak bersalah. Dalam ilmu agama betapa pentingnya praduga positif. Dalam dunia jurlisme begitu mudah diksi “diduga” dalam konotasi negatif, penghakimam muncul.

Sebagai contoh, hampir semua sekolah pavorit dan tokoh tertetu diberi label “diduga”. Ini tentu sangat tak elok dibaca. Tapi itulah narasi-narasi penghakimam yang dilakukan oleh sejumlah oknum dari sejumlah media.

Dunia tanpa media tentu sepi dan tak asyik, namun tentu kualitas berita dan fungsi kontrol sosial haruslah sesuai kode etik jurnalistik. Selamat berjuang sahabat jurnalis edukatif, sukses menjadi bagian dari pewarasan publik.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90