Kades Marsel Bersama DKM An-Nur & Al Iman Hadiri Acara The Spirit of Brother Fillah

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Bandung)-, Generasi Muda Karang Taruna desa Margahayu Selatan / Marsel dan Gabungan Remaja Masjid An-Nur dengan Al-Iman menyelenggarakan acara Kajian islam di Lapang RW 14 komplek Margahayu Kencana, Margahayu Selatan Kecamatan Margahayu. Acara berlangsung 21 Januari 2023 mulai dari pukul 20.000 sampai dengan 24:00 wib.

Kepala Desa Margahayu Selatan H. Amin Muhammad Barkah S.T menyampaikan pemerintah desa mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh generasi muda yang ada di desa Margahayu Selatan dengan mengundang pemuda dari wilayah lain. “Semoga menjadi penguat ukhwah islamiah untuk membangun genarasi insani/robbani yang mampu mencegah kriminalitas di masyarakat. Melalui berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin untuk masyarakat,” ucapnya saat memberikan sambutan acaranya, didampingi Sekretaris Desa Marsel Farhan Taufik Akbar, S.E

Kades Marsel mengungkapkan bahwa pemerintah desa bersama Kapolres Kabupaten Bandung berupaya untuk meningkatkan keamaan dan ketertiban masyarakat. Sedangkan bersama Bupati Bandung saat ini pemerintah desa diarahkan untuk fokus menangani masalah sosialnya.

Selain itu, H. Amin Muhammad Barkah S.T sempat mensosialisasikan niatnya untuk mengikuti atau bersiap menyambut pesta demokrasi khusus legislatif di tahun 2024. “Mohon dukungannya nanti pada waktunya,”ucapnya kepada warga yang hadir dari berbagai wilayah.

Hermanda Dewan Kemakmuran Masjid / DKM Masjid An-Nur mengungkapkan bahwa generasi muda saat ini kondisinya, menurun patriotismenya, Nasionalisme, Agamaisme dan sosialismenya. Maka melalui kegiatan Brother Fillah yang mengajak persatuan sampai Surga / Janah, dengan mengajak memahami dan menerapkan islam secara kaffah akan menguatkan generasi muda ke depan. Terbentuknya generasi yang penuh persaudaraan, berakhlak terpuji dan rajin ibadahnya.

Ustadz Eko Abu Zafiroh sebagai pemateri acara pada awal kajiannya mengucapkan terimakasih kepada panitia, DKM, tokoh masyarakat dan Kepala Desa yang hadir. “Mohon maaf penampilan saya seperti ini, pakai sendal capit dan pakaian seadanya. Karena saya kita pengajiannya akan dilaksanakan di pinggir jalanan seperti biasanya. Tetapi di sini Alhamdulillah, Masya Alloh, dibangunkan tenda, dikasih kursi, makanan, kopi dan ada panggungnya. Dihadiri juga oleh Kepala Desa, DKM, pengurus RW, tokoh masyarakat dan ibu-ibunnya,” ungkapnya Ustadz yang menjadi pembina Majelis Gerakan Anak-anak Punk di Bekasi.

Selanjutnya Ustadz Eko Abu Zafiroh menyampaikan isi pesan dakwahnya perihal pentingnya menguatkan persaudaraan antar umat islam dengan tidak memandang kondisi jabatan, fisik atau masa lalu. “Dahulu Abu Bakar As-Sidiq sahabat nabi yang kaya raya dan terhormat di masyarakat Mekkah, sangat dekat dengan budak / orang yang dianggap tidak memiliki keistimewaan di tengah masyarakat. Mereka adalah Bilal Bin Robbah, Wahsyi bin Harb dan Julaibib, walupun mereka kondisi fisiknya ada yang tinggi hitam, atau kecil kurus dan kondisinya miskin harta. Namun karena ketakwaannya, mereka dimuliakan oleh Alloh, Nabi Muhammad dan umat islam,” ucapnya.

Kedua hal yang menjadi dalil perihal ketakwaan dan menjaga persaudaraan ialah
اِنَّ اَكۡرَمَكُمۡ عِنۡدَ اللّٰهِ اَ تۡقٰٮكُمۡ‌
Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. (Qur’an Surat Al Hujurat ayat 13)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka. (Quran Surat At-Tahrim ayat 6)

Maka penting bagi generasi muda saat ini yang beragama islam untuk saling menguatkan atau melindungi agar terhindar dari api Neraka. Dan saling memuliakan antar sesama manusia berdasarkan ketakwaan atau ketaatan kepada Tuhan-Nya.

Selanjutnya Ustadz Eko Abu Zafiroh mengajak kepada Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat dan DKM agar dapat memfasilitasi atau mendukung gerakan dakwah dari generasi muda untuk memahami islam secara utuh dan menerapkan syariat islam. “Karena melalui proses atau hasil dakwah itu, banyaknya pahala akan terus mengalir. Misalnya ada anak muda yang awalnya tidak beribadah, setelah tersentuh dakwah yang difasilitasi Pemerintah Desa, DKM atau ajakan kita. Maka pahalanya akan terus mengalir kepadanya,” jelasnya Ustadz yang bekerja sebagai Motivator Kesehatan mental yang kesehariannya bertugas di Rumah Sakit wilayah Bekasi.

Sedangkan Sule / Dede Yusuf, anak punk dari Tanjungsari Sumedang yang penuh tato diwajah dan tubuhnya. Sempat berbagi cerita tentang pengalaman hidupnya hingga akhirnya memilih islam dan memiliki banyak teman yang sholeh. “Dulu itu sempat bermimpi mau dibakar kobaran api berwarna oren dan mengurusi jenazahnya sendiri, mimpinya berlangsung dari hari ke hari. Setalah itu ada kesadaran atau hidayah ingin ikut mengaji bersama-sama orang yang sedang mengaji di pinggiran jalanan. Hingga saat ini istiqomah rutin ikut mengaji. Semoga kesholehan ini menjadi kebahagian orang tua saya di alam kuburnya,” ucapnya

informasi yang dihimpun media massa koransinarpagijuara.com dilokasi acara. Generasi muda di wilayah Kecamatan Margahayu dan Bandung raya memadati tempat duduk di lapangan voly yang telah disediakan panitia. Walaupun kondisi hujan gerimis, namun semangat para pemuda dan orang tua yang hadir ke lokasi tak terhalangi. Diperkirakan sekitar 300 orang mengikuti acara tersebut.

Setelah acara doa bersama di akhir kajiannya dan sebagai penutupan acaranya. Kepala Desa, Sekdes, DKM, tokoh masyarakat, panitia acara dan tamu undangan menyempatkan foto bersama sebagai simbol persaudaraan sesama umat islam.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90