Gubernur Yang Bercahaya

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd.
(Ketua DPP Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia)

Dalam status FB Saya tuliskan “Mencari mesjid yang indah dan megah itu mudah. Hal yang sulit dan hanya 10.001 adalah mencari gubernur yang wow, arsitek masjid”. Jujur, Saya kagum pada Gubernur yang satu ini.

Tentu Saja Gubernur yang satu ini adalah manusia biasa, yang tak luput dari sejumlah kekurangan. Sebagai sarjana sejarah kependidikan, sejumlah Mesjid yang memukau arsiteknya, sering Saya perhatikan dan disave dalam laptop dan pikiran.

Saat melihat Mesjid Al Jabbar, rasanya menggugah Saya untuk menuliskan. Dalam hati subjektif Saya sebagai guru sejarah, Mesjid Al Jabbar lebih utama dari Mesjid Taj Mahal.

Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Hujan dolar di negeri orang masih tetap lebih baik hujan rintik-rintik di negeri sendiri. Ada ikatan emosional luar biasa apa pun yang ada di negeri dan kampung halaman sendiri.

Termasuk Mesjid Al Jabbar tentu lebih emosional dibanding Taj Mahal. Taj Mahal adalah kisah orang lain. Masjid Al Jabbar adalah kisah kita, kisah seorang Gubernur yang mencintai Tuhannya dan rakyatnya. Bukan mencintai Mumtaz Mahal.

Tadi siang, Saya dan istri, makan bersama di sebuah tempat makan. Disaksikan istri tercinta, Saya katakan, “Nak alangkah bahagianya Ayah, bila Allah mengabulkan, suatu saat kamu dapat membangun sebuah Mesjid, Saat Ayah sudah tiada, itu sangat istimewa bagi Ayah. Ayah sangat berterimakasih bila suatu saat kamu bisa bangun sebuah masjid”.

Sebelumnya, Saya pun pernah berdiskusi bersama istri, saat menjemputnya dari sekolahan. Sebagai kepala sekolah Ia punya rekan guru yang suaminya dapat membangun sebuah Mesjid untuk publik. Ia adalah Dr. H. Kohar.

Sungguh orang-orang yang mampu meninggalkan fasilitas bagi publik, termasuk masjid, adalah mereka orang-orang yang bercahaya. Termasuk Sang Gubernur Jawa Barat, adalah sosok pemimpin bercahaya.

Jumlah gubernur di Indonesia itu banyak. Namun hanya ada satu Gubernur yang punya kemampuan luar biasa dalam mengarsiteki fasilitas publik bernama Mesjid.

Ada ungkapan dari Jama’ah Tabligh “Siapa yang mengurus hajatan orang lain/publik, maka hajatannya khusus Allah yang urus”. Betapa istimewanya manusia yang hidupnya memikirkan kepentingan orang lain/publik.

Menjadi Gubernur itu sangat tak mudah. Lebih tak mudah lagi dan sangat sulit, lebih sulit dari melupakan Reihan adalah menjadi Gubernur Bercahaya, asbab memberi legacy pada umat sampai akhir zaman.

Sejarah akan mencatat Sang Gubernur ini dalam sejumlah skripsi, tesis dan disertasi terkait sejumlah disiplin ilmu. Terutama terkait arsitek, kesejarahan dan unikasi personalnya. Allah membersamai pemimpin terbaik dan rakyat terbaik

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90