Masyarakat Negeri Pelauw Ajukan 5 Point Syarat Demi Terwujudnya Perdamaian

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Anis M

Maluku Tengah – Masyarakat Negeri Pelauw menyatakan telah menerima kesepakatan damai antara Negeri Pelauw dengan Negeri Kariu yang dimediasi oleh Pemerintah Daerah pada tanggal 14 November 2022 yang lalu.

Pernyataan tersebut tertuang dalam surat terbuka yang dikirimkan perwalilan masyarakat Pelauw tertanggal 17 Desember 2022.

“Kami menerima kesepakatan damai dengan Negeri Kariuw, namun perlu menjadi catatan penting bahwa penandatanganan kesepekatan itu bukan diatas lembaran kosong,” ujar warga dalam surat tersebut.

Dituliskan bahwa, ada 5 (lima) point yang menjadi syarat yang harus direalisasikan oleh Pemerintah Daerah Maluku Tengah, di antaranya :

1. Pemerintah dan Masyarakat Negeri Kairu harus membuat pernyataan untuk tidak lagi beraktivitas dan atau melakukan kegiatan dalam bentuk apapun pada wilayah tanah Uwarual.

2. Terkait dengan penghilangan dan pengrusakan batu pada situs keramat asari mahua, maka Pemerintah dan masyarakat Negeri Kariu harus meminta maaf kepada seluruh masyarakat Pelauw secara terbuka melalui forum resmi dan media cetak maupun eletronik dan menunjukan kepada masyarakat Negeri Pelauw dimana batu keramat tersebut dihilangkan serta bersedia mengembalikan ke tempat yang semula.

3. Negara dan Pemerintah daerah harus segera menggantikan seluruh kerugian masyarakat Negeri Pelauw akibat konflik, yakni terkait penebangan 6000 pohon cengkih dan pala, rusaknya kebun dan rumah kebun serta hewan ternak.

4. Negara dan Pemerintah daerah segera menetapkan Surat Keputusan (SK) sesuai dengan tapal batas wilayah adminsitrasi kedua Negeri (Pelauw dan Kariu) yang telah dilakukan oleh Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri.

5. Bahwa Negara dan Pemerintah daerah segara mengusut tuntas pelaku penembakan warga Negeri Pelauw baik pada saat konflik maupun setelah konflik di wilayah Dusun Nama’a, termasuk memproses oknum polisi warga Kairu, Aipda Stefian Leatomu yang bertugas di Polsek Pulau Haruku, karena masyarakat Pelauw menilai dialah biang kerok dan otak propokator dibalik terjadinya konflik.

Disebutkan, syarat lima point ini telah menjadi kesepakatan bersama antara Negeri Pelauw, Negeri Kariu dan Pemerintah daerah, sehingga setiap syarat kesepakatan wajib dipenuhi oleh negara.

Menurut masyarakat Pelauw, pemenuhan segala tuntunan tersebut oleh Negara merupakan hal penting yang harus dilakukan untuk mewujudkan upaya perdamaian yang abadi.

Segala yang hal menjadi tuntutan masyarakat Negeri Pelauw, lanjutnya, adalah bagian penting dalam menjaga hubungan baik antara hidup orang basudara, menjaga hubungan baik antara negeri tetangga, sebab masyarakat Pelauw menginginkan perdamaian yang abadi dengan Negeri Kariu, bukan damai yang dipaksakan.

“Jika Negara (Pemerintah Daerah) belum memenuhi syarat-syarat kesepakatan yang telah di tandatangani bersama, maka kami masyarakat Negeri Pelauw ingin menyampaikan kepada basudara Negeri Kariu agar jangan dulu memaksakan diri untuk kembali, jangan tergesa-gesa, serta jangan mengikuti cara-cara pemerintah yang terksesan memaksa kehendak untuk mendamaikan kita,” tambahnya.

Ditegaskan, jika segalah tuntutan masyarakat negeri Pelauw belum dipenuhi, kami mencintai damai, mencintai negeri Kariu, ingin damai yang abadi bukan damai yang dipaksakan.

“Dengan demikian kami masyarakat Negeri Pelauw dengan tegas dan masih tetap teguh pada sikap kami, menolak pemulangan warga Kariu jika tuntutan kami belum dipenuhi, demi terciptanya hubungan baik hidup orang basudara antara kedua negeri,” pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90