Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd
(Praktisi Pendidikan)
Hidup adalah sebuah proses progres dan terus berkembang, sejatinya demikian. Banyak sekali tantangan dan impian yang ada dalam diri setiap manusia. Tantangan dan impian setiap manusia bisa terwujud dengan baik dan bisa juga gagal tercapai.
Mengapa ada orang yang sukses dan ada yang gagal ? Semua berbalik pada diri Si Orangnya. Diri kita adalah penentu sukses dan gagalnya segala sesuatu. Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Maha Mensukseskan setiap impian dan cita-cita kita.
Allah, Tuhan yang maha Esa tidak pernah ragu dan galau tentang sukses kita. Allah sudah mempersiapkan kesuksesan kita sejak ditiupkan ruh dan lahir ke muka bumi. Kita lah yang selalu ragu dan galau. Ini manusiawi tapi tidak positif bagi diri.
Murid Ku mengatakan, “Pak dalam hidup Saya tidak ada rencana B (Plan B), rencana Saya tanpa alternatif yang lain. Hanya satu, harus sukses sesuai impian dan cita-cita”. Wow, pernyataan dan prinsip yang “radikal”.
Saya sendiri selama ini selalu punya rencana B, bila rencana A gagal. Saya katakan pada murid Saya bahwa manajemen modern itu harus selalu ada alternatif. Hidup tidak selamanya harus A, kadang sikon menggiring kita ke B.
Namun, murid Saya ini tetap pada prinsipnya, tidak ada rencana B. Rencana B baginya hanya membuat ragu dan itu tidak positif pada fokus, keyakinan dan motivasi. Ahaa, radikal sekali!
Bagi pekerja keras, pemimpi keras dan sedikit agak “gila” hidup itu wajib sukses dan harus sukses, apapun yang terjadi. Dalam sejarah manusia sukses, kita pun mengenal sejumlah sosok sukses yang memang gila prinsipnya.
Ada pepatah bijak mengatakan “Apa yang kiata pikirkan dan yakini akan menimpa diri”. Nampaknya pepatah ini disadari oleh murid Saya yang tidak membuka pikiran dan keyakinan pada planning B, atau planning lain yang bisa membuat kita fokus pada dua. Fokus itu harus pada satu.
Bila pikiran kita dan keyakinan kita terbagi dua pada planning A dan planning B maka energi serta fokus kita tidak maksimal pada satu fokus. Murid Saya mengatakan sebaiknya kita fokus dan terpusat pada satu saja, yakni pasti sukses dan tidak ada gagal, apalagi harus punya planning B.
Lebih unik lagi murid Ku ini adalah seorang perempuan, bukan seorang pria. Namun mentalitas dan spiritualitas untuk maju, luar biasa. Ia berasal dari daerah dan kini sudah mulai menapakan jejak di Ibu Kota Jakarta. Bahkan Ia sedang membangun jaringan ke luar negeri.
Sang Murid mengatakan, “Pak diantara mengapan seseorang gagal adalah tidak yakin dan punya planning B”. Saya jadi menerawang semangat bangsa Indonesia saat dijajah, mereka punya pekik “Merdeka Atau Mati”. Tidak ada alternatif lain selain merdeka!
Bangsa kita hanya fokus pada satu zaman penjajahan yakni merdeka!, walau waktu cukup Panjang memperjuangkan kemerdekaan, akhirnya merdeka juga, bisa jadi murid Ku ini prinsipnya adalah satu yakni sukses tanpa pilihan atau alternatif lain.







