Pola Berdifensiasi Versi Ero Ansori

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dudung Nurullah Koswara

Adalah Ero Ansori kepala SMAN Gunung Sindur mengatakan, “Pola Manajerial Dalam Berbagai Hal Harus Berdiferensiasi”. Ini menjadi menarik didalami. Mengapa? Baru saja, Mas Menteri saat giat HGN di Jiexpo Jakarta mengatakan kita entitas pendidikan harus dan wajib memiliki maindset berdiferensiasi.

Ero Ansori mengatakan “Termasuk dalam membangun dan mengembangkan sekolah, misal jenjang SMA/SMK/SLB sebaiknya berdiferensiasi”. Artinya alangkah lebih baik berdasarkan prioritas dengan melihat tingkat kebutuhan sekolahan. Terutama sekolah pedesaan, perbatasan beda provinsi.

Ero Ansori beralasan bahwa sekolah pedesaan perbatasan adalah wajah Provinsi Jawa Barat. Misal sekolah yang beririsan dengan Provinsi Banten dan DKI Jakarta. Jangan sampai siswa terbaik Jawa Barat “migrasi” ke sekolah Banten dan DKI Jakarta. Ini sebuah “kekalahan” kita sekolah di Jawa Barat.

Ero Ansori menghendaki pembangunan sekolah utamakan sekolah desa dan sekolah perbatasan. Sekolah-sekolah kota dengan SDM kota dan ekonomi kota tentu lebih mandiri dan tidak ada kendala “kompetitif” dengan “negara lain” kecuali soft kompetitif dengan sekolah tetangga dekat.

Perspektif pengembangan pembangunan sekolah berdiferensiasi ala Ero Ansori sangat masuk akal, akal masuk. Bila tidak maka sekolah desa akan makin ndeso dan tertinggal. Padahal pemerintah pusat dan daerah menghendaki tidak ada sekolah pavorit lagi, tidak ada sekolah sangat hebat dan sekolah sangat kumuh.

Membangun sekolah dengan pola berdiferensiasi wajib mulai diterapkan. Mendidik anak saja harus berdiferensiasi, menguatkan kompetensi pedagogik. Termasuk membangun mengembangkan sekolah, pemerintah pusat dan daerah kalau memberi bantuan sebaiknya lihat dengan jeli sekolah mana yang paling memerlukan segera.

Tidak ada lagi pola pembangunan sekolah “loe lagi, loe lagi”. Padahal semua eloe harus sukses menjadi juara dan menghebat. Terutama “mari hebatkan yang belum hebat” agar kehebatan, keunggulan, kejuaraan menjadi agak merata atas topangan fasilitas dan sarana yang wow dari pemerintah, terutama bagi sekolah pedesaan perbatasan.

Pendekatan atau maindset berdiferensiasi harus diimplementasikan dalam berbagai hal. Bahkan Ero Ansori mengatakan “Kita pun saat bergaul dengan seseorang harus memperhatikan maindset berdiferensiasi karena setiap orang punya karakter dan unikasinya sendiri”.

Tuhan menciptakan manusia tidak ada yang sama, sekalipun kembar yang sangat identik. Artinya perbedaan, keragaman, dinamika dan kekhasan sesuatu adalah bagian dari kita untuk memahami dan menguatkan pola berdiferensiasi dalam mengimplementasikan segala sesuatu.

Jabar Juara Lahir Batin akan lebih wow dan cepat terwujud bila dibersamai dengan pola berdiferensiasi dalam intervensinya. Mari kita jaga kehebatan sekolah-sekolah kota sebagai etalase wajah kita dan poles sekolah desa agar tidak terjadi disparitas yang terlalu. Hanya cinta yang boleh terlalu, itu pun pada Allah saja.

Alangkah indahnya bila “Ada Cinta Yang Baik Pada Sekolah, Dari Setiap Anak Didik” karena sekolahnya aman, nyaman, mengembangkan dan bisa selfie selfie di semua sudut sekolahan. Ahaa, sangat tak mudah. Dibutuhkan intervensi internal dan eksternal. Setiap sekolah sejatinya adalah “bangunan hidup” yang harus bicara berbisik indah pada guru dan anak didiknya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90