Jangan Bisnis Kontrakan

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dudung Nurullah Koswara

Adalah Dr. H. Agus Rohiman, M.Pd. sosok asyik saat diajak bicara. Bercanda oke, berilmiah ria oke dan bernarasi spiritual juga oke. Ada sebuah joke yang Ia lontrakan, “Jangan bisnis kontrakan”. Ini tentu hanya sebuah joke sebagai pemantik diskusi. Jangan tersinggung yang sedang berbisnis kontrakan.

Saya tanya mengapa bisnis kontrakan yang diimpikan sejumlah orang dilarang? Ia menjawab mendingan bisnis sekolah yang baik, sekolahan unggulan. Bisnis sekolah unggulan adalah bisnis yang menjanjikan dunia dan akhirat. Niat ibadah memanusiakan manusia dengan cara yang unggul.

Selanjutnya Ia mengejoke lagi dengan mengatakan, “Kalau buat kontrakan belum tentu bisa buat sekolah, tapi kalau buat sekolah yang bagus pasti bisa buat kontrakan, itupun kalau mau”. Itu pun kalau mau, ahaa. Lagi lagi kontrakan bukan bisnis yang menarik baginya. Kalau mau saja.

Selanjutnya Dr. Agus mengatakan, “Ternyata tujuan hidup itu bukan untuk meraih kebahagiaan. Bahagia itu dampak dari amal amal terbaik kita, diantaranya memberikan manfaaat yang sebesar besarnya untuk orang lain”. Ahaa, lagi lagi ahaa.

Saya terjemahkan apa yang dimaksud Dr. Agus. Maksud Beliau adalah bisnis sekolah unggulan adalah sebuah ibadah pendidikan yang memberikan layanan pada kepentingan orang lain. Kepentingan yang bermanfaat sebesar besarnya pada masa depan orang lain, yakni anak didik.

Faktanya sering Saya katakan bahwa “Warga negara paling istimewa di dunia, di semua bangsa adalah anak didik”. Nah bisnis pendidikan adalah bisnis memberi manfaat pada masa depan bangsa melalui layanan terunggul, terbaik bagi setiap anak didik. Amalan terbaik tentu adalah amalan yang berdimensi masa depan.

Dr. Agus pun memberi sengatan pada kita semua agar tidak terlalu mendunia, atau hidup dunia oriented. Ia mengatakan “Dunia ini hanya permainan dan senda gurau, jadi masalah dunia mah ga usah serius”. Ia pun mengutip pernyataan Gus Dur yang mengatakan “Ketika menghadapi suatu masalah yang dianggap masalah besar, katakana saja, “Gitu aja kok repot”.

Ya kebanyakan kita sangat repot, merepotkan diri, belepotan mengurus dunia. Dunia makin dikejar makin berlari seperti bayangan diri kita yang tak pernah bisa ditangkap. Namun bila dunia kita perlakukan porsional, Ia pun bagai bayangan diri kita. Kemana pun kita pergi, Ia akan berhamba mengikuti diri kita.

Apakah kita manusia yang berhamba pada target duniawi? Ataukah dunia berhamba pada kita? Allah ciptakan dunia untuk manusia, bukan manusia untuk dunia. Sejatinya dunia berhamba pada kita. Syaratnya jadilah manusia minimal sekaliber para wali. Imannya absolut, manfaat pada sesama totalitas. Ahaa, tak mudah.

Jita bagaimana? Ahaa, masih jauh dari ideal. Dunia masih kita kejar mati matian. Padahal kita akan mati dan meninggalkan dunia. Biarkanlah dunia mengejar kita dan menderita saat kita meninggal, bukan kita yang menderita karena dunia. Buatlah dunia rindu pada kita bukan kita rindu pada dunia.

Biarlah kita hanya rindu pada Allah saja, dunia adalah lintasan. Jangan bertengkar atau berselisih karena lintasan. Lintasan yang tak abadi jangan jadi prioritas utama. Mengutamalah pada yang maha abadi. Siapa yang rindu pada Allah maka Allah pun akan rindu kepadanya. Amiiiin yra

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90