Angka Kriminalitas Meningkat Di Dalam Sistem Yang Rusak

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Winda (Karyawati Swasta)

Sepanjang tahun 2022, Pemberitaan terkait kekerasan dan tindak kriminal semakin marak di negeri ini. Indonesia mengalami banyak kasus kriminal yang begitu menyita perhatian publik, salah satunya pembunuhan. Terlepas dari banyaknya kasus pembunuhan, berikut deretan beberapa kasus pembunuhan di Indonesia yang menjadi sorotan publik.

*Pembunuhan Brigadir J*
Hingga saat ini kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih belum juga menemukan titik terang.

Salah satu hal yang menjadi sorotan dari kasus ini adalah terlibatnya jenderal kepolisan dalam pembunuhan tersebut. Seperti diketahui, Ferdy Sambo merupakan tersangka dalam kasus pembunuhan yang terjadi pada 8 Juli 2022 di kediamannya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

*Pembunuhan di Apartemen*
Beberapa waktu lalu terjadi kasus pembunuhan di apartemen dengan tersangka Christian Rudolf Tobing (mantan pendeta). Korban pembunuhan adalah Ade Yunia Rizabani alias Icha yang merupakan temannya sendiri.

Salah satu hal yang membuat publik terheran-heran dan tidak habis pikir adalah gelagat pelaku setelah membunuh korban. Pelaku membungkus mayat korban menggunakan plastik dan membuangnya di kolong tol Becakayu.

Pelaku kemudian membawa mayat tersebut menggunakan troli. Ketika masuk ke dalam lift dengan troli tersebut, pembunuh tampak tersenyum. Hal tersebut terekam kamera di dalam lift.

*Pembunuhan Anak Sepulang Mengaji*
Pada Rabu, 20 Oktober, seorang anak perempuan berinisial PS (12) tewas karena ditusuk pria tak dikenal. Hal tersebut terjadi tidak jauh dari rumah PS di Jalan Mukodar, RT 04/07, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Pembunuh perempuan tersebut terekam CCTV yang terpasang di salah satu rumah warga. Salah satu hal yang membuat publik ikut geram adalah korban merupakan anak kecil yang baru saja pulang mengaji. Di ditusuk di jalan menunju rumahnya.

Ini hanyalah segelintir kasus yang terkuak di media sosial, belum lagi yang masih tersimpan rapat yang tidak dipublish. Di lihat dari beberapa fakta di atas menunjukan bahwa kekerasan kian marak di mana-mana semua bisa menjadi aksi pelaku pembunuhan baik remaja, dewasa, orangtua bahkan pendeta. Betapa mahalnya harga keamanan di negeri ini.

Miris memang, dalam negeri yang katanya kaya akan akhlak baik ini karena mayoritas penduduknya muslim. Namun justru tidak sedikit yang punya perilaku layaknya bukan seperti manusia, tidak berakhlak serta tidak beradab.

Padahal dalam Islam sudah jelas diterangkan ketika membunuh satu nyawa maka balasannya nyawa pula. Jika kehilangan mata akibat kejahatan orang lain, maka harus diganti dengan mata pula.
Sebagaimana firman Alloh SWT yang artinya _“Kami telah menetapkan bagi mereka di dalamnya (Taurat) bahwa nyawa (dibalas) dengan nyawa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qisas-nya (balasan yang sama). Barangsiapa melepaskan (hak qisas)nya, maka itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang zalim”. (QS. Al Maidah : 45)._

Jelas perilaku penyimpangan ini adalah perilaku kriminal, yang harusnya segera teratasi. Seringkali kejadian seperti ini terjadi karena faktor internal maupun eksternal, adanya kecemburuan, sakit hati atau bahkan masalah ekonomi yang menjerat mereka dalam sistem yang serba sulit ini.

Inilah efek diterapkannya sistem kapitalis sekuler yang mana segala sesuatu tidak diatur dengan agama. Justru menginginkan jangan sampai agama ikut campur dalam urusan kehidupan.

Namun maraknya kasus kekerasan dan pembunuhan sudah menjadi bukti bahwa negara dalam sistem kapitalis sekuler telah gagal menjamin keamanan bagi rakyatnya. Negara gagal menjadi pengurus dan penjaga umatnya.

– Lemahnya ketaqwaan individu bisa memicu segala macam kemaksiatan pada diri seseorang. Ini di akibatkan lemahnya kadar keimanan yang dimiliki individu sehingga tidak ada perasaan ‘takut’ kepada dosa sebagai konsekuensi dari kemaksiatan yang mereka lakukan.

– Lemahnya penegakkan hukum oleh negara. Sudah menjadi rahasia umum mengenai buramnya potret hukum di Indonesia hal ini dibuktikan dari terungkapnya kasus-kasus oknum mafia peradilan, adanya aktivitas tawar menawar hukum, hingga sifat dasar hukum dalam sistem sekuler yang tidak memberi efek jera menjadi salah satu penyebab maraknya kriminalitas di Indonesia.

Begitu ngeri hidup dalam sistem yang rusak ini. Negeri yang sakit ini, sudah saatnya diobati dengan serius. Jika kita runut banyak sekali masalah yang negeri ini hadapi. Mari sama-sama kita berbenah, memperbaiki diri, keluarga, masyarakat serta memperbaiki sistem ketatanegaraan yang saat ini menganut sistem sekuler akut. Dengan menerapkan Islam secara sempurna dalam kehidupan.

Wallahu a’lam bishowab.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90