Petani Jagung di Kecamatan limau Keluhkan Harga Jagung dan Susahnya mendapatkan Pupuk Subsidi

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Indra Gunawan

Koran SINAR PAGI, Tanggamus,- Petani jagung di Pekon Padangratu, Kecamatan Limau keluhkan murah nya harga jagung disaat musim panen.Kondisi tersebut membuat petani merugi lantaran biaya tanam hingga perawatan sampai panen tak sebanding dengan harga jagung saat ini, Kamis (3/11/2022).

Fauzi salah satu petani jagung asal pekon Padang ratu yang sedang panen saat ini mengeluhkan harga jagung kering yang tidak sampai lima ribu rupiah selain itu susah nya mendapatkan pupuk subsidi membuat pemberian pupuk ke tanaman jagung tidak maksimal.

“Keluhan petani saat ini diharga jagung dan susahnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Seandainya harga jagung dikisaran lima ribu rupiah atau lebih petani sudah ada kesesuaian diharga. Namun jika harga jagung kering di Limau ini hanya tiga ribu rupiah tidak sesuai dengan permodalan artinya petani KO, Selain itu jatah pupuk yang saya dapat kan juga masih kurang karna dalam setahun saya hanya mendapatkan pupuk bersubsidi tiga kwintal”, Ucap Fauzi.

Dirinya juga berharap kepada pemerintah dan dinas terkait agar segera menindak lanjuti keluhan petani di Kecamatan Limau.

“Kami berharap mudah-mudahan ada solusi buat kami agar kami tidak merugi mengingat harga Obat-obatan dan herbisida saat ini mahal ditambah susah nya mendapatkan pupuk bersubsidi”, Tutup Fauzi.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90