Nadiem Dan Tim Bayangan

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd

Sulit menghakimi orang yang sudah berbuat dan berkarya untuk bangsa. Termasuk Nadiem Makarim, Ia orang yang Saya duga tidak mencari pekerjaan dan mempolitisir segala sesuatu di Kementerian yang Ia pimpin. Ia kreator dan akan melakukan sebuah inovasi anti mainstream dimana pun.

Publik status quo dan publik yang terbiasa dalam budaya “lanjutkan” bukan budaya inovasi dan kreatifitas akan kaget ketika ada sebuah lompatan dan kebaruan. Menciptakan yang baru, termasuk “Tim Bayangan” pasti akan membuat sejumlah orang kaget dan menghakimi. Terutama yang punya kepentingan politik.

Ia (Nadiem Makarim) sebelumnya adalah kreator, sudah berbuat dengan Gojeknya, Ia trilyuner dan kini berniat baik memerdekakan masa bangsa Indonesia dengan spirit Merdeka Belajar. Memerdekakan dunia Gojek sudah terbukti. Ia pun ingin memberi pada negara, bukan hanya dunia Gojek tapi dunia pendidikan.

Saya menduga niat baik Nadiem Makarim ingin membenahi dunia pendidikan demi masa depan Indonesia, bukan masa depan sebatas Gojek. UN yang merusak mental kejujuran generasi dihilangkan, BOS langsung masuk rekening sekolah, rekrutmen guru ASN dan rekrutmen kepala sekolah dengan jalur GP adalah sebuah kebaruan.

Dunia memang selalu kontroversi. Bukan dunia kalau tidak rame. Bahkan dunia itu selalu menyajikan realitas “Sukses Di Kampung Orang, Dicaci Di Kampung Sendiri”. Bukankah Nadiem Makarim diapresiasi dan dipuji di negeri orang (forum PBB) tapi dihujat di negeri sendiri? Itulah kehidupan, cenderung demikian.

Dalam sejarah mengapa para perantau cenderung sukses dan menguasai pribumi? Diantara jawabannya adalah setiap perantau disepelekan di kampung sendiri tapi sukses dan dihargai dikampung orang lain. Nabi Muhammad pun dihujat bahkan mau dibunuh di kampung sendiri. Madinah, kampung orang menjadi tempat terindah bahkan sampai wafatnya di sana.

Hal baru, kebaruan, inovasi dan segala hal yang tak lajim akan mendapatkan resistensi dari entitas mainstream. Bukankah Tuhan pun diprotes oleh Iblis? Mengapa diprotes? Karena Tuhan menciptakan kebaruan, makhluk baru bernama manusia. Manusia pasti akan mendapat protes dari manusia yang lain, Tuhan saja diprotes.

Tim Bayangan versi Nadiem Makarim dihadirkan untuk kemajuan kementerian yang dikomandoinya melalui teknologi. Tim Bayangan tidak masuk dalam struktur birokrasi. Namun melekat dengan Kemendikbud Ristek, bahkan turut mendesain produk-produk yang dihasilkan kementerian. Tim Bayangan menurut Nadiem Makarim bisa diduplikasi di kedinasan lainnya, untuk sebuah percepatan terkait layanan publik.

Ia mengatakan “Saya ingin mengucapkan sekali lagi bahwa ini adalah aspirasi saya sebagai pemimpin. Harapan besar saya adalah kami bisa sharing ini ke pemda dan kementerian lain sehingga nantinya, bayangkan jika semua kementerian punya tim teknologi yang bisa bekerja sama sebagai mitra meluncurkan berbagai macam aplikasi gratis untuk masyarakat Indonesia meningkatkan kualitas pendidikan”.

Andaikan Tim Bayangan ini ternyata memberi dampak manfaat luar biasa pada kemajuan dunia pendidikan, terutama butuhnya lompatan teknologi di era 4.0 dan society, mengapa tidak? Bila memberi dampak positif maka semua komentar dan hujat adalah “keterbatasan wawasan” dalam memahami sosok Nadiem Makarim. Bukankah Gus Dur selalu kontroversi karena lompatan pemikirannya?

Namun bila Tim Bayangan ini ternyata merugikan negara, dunia pendidikan, maka Nadiem makarim telah salah mengambil keputusan. Niat baik saja tak cukup, perlu proses dan implementasi yang baik. Sebagai pendidik sampai saat ini Saya percaya Nadiem Makarim punya niat baik untuk pendidikan dan masa depan Indonesia. Tentu Ia pun sangat muda dan punya keterbatasan sebagai manusia biasa.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90