Setelah Disdik, Kini Koalisi Ormas-LSM Kota Tasik Mulai Membidik Dinas PUTR

  • Whatsapp
banner 768x98

Keterangan Foto : Koalisi Ormas dan LSM Kota Tasikmalaya kini Mulai Membidik Dinas PUTR dengan aksi pemasangan spanduk di gerbang Komplek Balewiwitan

Pewarta : Tono Efendi

Koran Sinar Pagi, Kota Tasikmalaya,-
Pergerakan Aksi Menebar Spanduk Banner bertuliskan Kecaman keras atas Kinerja Dinas Pendidikan dan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya, yang dilakukan
Koalisi Ormas dan LSM Kota Tasikmalaya, dua hari belakangan ini semakin aktif dan kencang.

Koalisi Ormas dan LSM Kota Tasikmalaya yang terdiri dari FPK-P, Janur, GMBI, Pemuda Demokrat, Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) Jawa Barat dan LSM Berantas, usai menyoroti Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, hari ini Kamis (22/9/2022) siang tadi mulai membidik Dinas PUTR di Jl.Noenoeng Tisnasaputra, di Komplek Balewiwitan Kota Tasikmalaya, yang sebelumnya menebar spanduk di halaman Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Aksi pemasangan spanduk yang dilakukan Koalisi Ormas dan LSM Kota Tasikmalaya yang terbentang di gerbang Balewiwitan itu menjadi pusat perhatian publik termasuk para pejabat dan ASN yang berkantor di komplek tersebut.

“Adakah Konspirasi antara Pokja Barjas dengan PPK Dinas PUTR, melakukan Intervensi kuat hingga Pemenang Lelang Dibatalkan, dan Walikota Tasikmalaya seolah melakukan pembiaran atas kasus kasus tadi”, demikian tulisan kecaman yang disampaikan melalui Spanduk oleh Koalisi Ormas – LSM Kota Tasikmalaya.

Menurut Ketua FPK-P Ais Rais yang mewakili Koalisi Ormas dan LSM Kota Tasikmalaya mengatakan, pihaknya perlu menyikapi terkait permasalahan pembatalan pemenang lelang yang berada Di Unit Pengadaan Layanan Barang dan Jasa Kota Tasikmalaya Khususnya kegiatan yang ada di satuan kerja Dinas PUTR Kota Tasikmalaya.

Koalisi mensinyalir, dalam proses tersebut, disinyalir ada konspirasi antara Pokja Barang dan Jasa serta PPK Dinas PUTR.

“Koalisi menilai adanya dugaan Intervensi kuat sehingga Pantetapan Pemenang lelang dibatalkan. Dan anehnya lagi Walikota Tasikmalaya seolah melakukan pembiaran dengan permasalahan tersebut,” ucap Ais kepada Koran Sinar Pagi, Kamis (22/9/2022) sore tadi usai pemasangan spanduk di komplek Balewiwitan.

Maka dari itu, masih kata Ais, Koalisi Ormas LSM Kota Tasikmalaya mempertanyakan, kenapa bisa dilakukan pembatalan padahal sudah ada Pemenangnya.

“Aneh, proses lelang yang sudah di umumkan pemenangnya, ini tiba tiba digagalkan. Jadi wajar jika kami menduga jika sudah ada pemenang lelangnya, ini malah dibatalkan. Kok terkesan ada pesanan atau permintaan agar lelang dibatalkan,” terang Aktivis kawakan yang memiliki khas dengan jaket kulitnya itu.

Oleh karenanya, masih kata Ais, kejadian ini seakan menimbulkan kecurigaan banyak pihak termasuk koalisi, ada permainan apa dibalik semua ini, apakah ada intervensi dari PPK PUTR kepada Pokja Barang dan Jasa (Barjas) ?, Tanya Ais sambil memperlihatkan bukti data data pengaduan dari beberapa rekanan pemenang lelang yang dibatalkan oleh PPK secara mendadak.

Hal senada diungkapkan Andi Nugraha dari Ketua Pemuda Demokrat yang menduga pula, apakah PPK memiliki jagoan atau pengantin lelang yang telah disiapkan namun sayangnya tidak menang, yang pada akhirnya dilakukanlah pembatalan lelang secara sepihak, tambah Andi Abuy nama panggilan akrab aktivis Andi Nugraha kepada wartawan.

Pemasangan beberapa spanduk banner dibeberapa titik yang dilakukan para koalisi Ormas-LSM Kota Tasikmalaya itu, tentunya tidak sampai sebatas dengan tulisan saja. Bahkan koalisi Ormas dan LSM Kota Tasikmalaya akan turun ke jalan melakukan aksi demo yang melibatkan seluruh anggota koalisi yang jumlahnya tentunya tidak sedikit.

Bukan itu saja, menurut Ketua LSM JANUR, Uus Firman,SE,. berjanji akan membawa permasalahan yang terjadi di Dinas Pendidikan dan Dinas PUTR Kota Tasikmalaya ke aparat penegak hukum.

“Dalam hal ini kita tidak main main, beberapa kasus kasus tadi, pihak Koalisi kini sedang mempersiapkan draft pelaporan yang akan kita tujukan ke Polda Jabar dan KPK di Jakarta,” tegas Uus dengan nada serius.

Jujur saja, masih kata Uus, apa yang akan kita laporkan ini, sebagai upaya penegakan hukum yang berkeadilan, khususnya bagi para pemangku kebijakan agar ada efek jera kedepannya.

“Kita berharap dan menginginkan agar Kota Tasikmalaya tercipta pemerintahan yang bersih (good government) dimana para pemangku kebijakan yang akan datang tidak semena semena atau semaunya melakukan kebijakan yang dapat merugikan banyak pihak, apalagi sampai terseret kedalam arus tindak pidana korupsi,” harap Uus seraya menyindir, jika permasalahan permasalahan tadi, rasa rasanya baru terjadi di era kepemimpinan Walikota Muhamad Yusuf dan Kadis PUTR yang sekarang.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90