Wanita Ulama Gemar Berorganisasi & Berkarya Tulis, Raih Beasiswa Doktoral Kemenag RI

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Dwi Arifin

Koran Sinar Pagi (Banyumas)-, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam menghadirkan program beasiswa doktoral (S3). Beasiswa ini merupakan program 5000 Doktor yang diperuntukan bagi dosen dan tenaga kependidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) serta Pegawai Negeri Sipil / PNS Ditjen Pendidikan Islam.

Hj. Umnia Labibah S.Th.i M.Si yang aktif memegang jabatan di Divisi Perempuan, Remaja dan Keluarga Majelis Ulama Indonesia Wilayah Banyumas termasuk penerima beasiswa tersebut.

Saat wawancara khusus bersama media cetak dan online Koran Sinar Pagi di lingkungan komplek pondok pesantren Rawalo Banyumas. Hj. Umnia Labibah S.Th.i, M.Si menceritakan “awalnya mendapat informasi dari seseorang teman di media sosial. Dia gemar menulis dan sewaktu-waktu menguploade berita tentang beasiswa doktoral dari Kementrian Agama RI. Lalu saya ikuti info dan tahapan seleksinya, ternyata hasilnya lulus,” ucapnya mengawali obrolan bersama wartawan di ruang tamu rumahnya.

Lebih lanjut Hj. Umnia menjelaskan saat ini sedang menyusun bab akhir disertasinya di Universitas Negeri yang ada di daerah Semarang. “Didalam pembahasan atau penelitiannya ada yang mengkaji tentang pandangan qur’an dalam memuliakan wanita, masalah sosial yang dihadapi kaum perempuan. Selain itu juga meneliti perihal jejak tokoh Bupati Jombang, Ulama perempuan yang aktif mengurus pesantren dan tokoh penulis produktif ulama perempuan di Cirebon yang saat ini mengurus ribuan santri. Dari pengalaman keduanya yang menginspirasi publik menarik untuk dijadikan referensi disertasi,”ungkapnya setelah bertemu langsung dengan ulama tersebut di Kongres Ulama Perempuan Indonesia

Menurutnya dari pengalaman menyuarakan pentingnya memuliakan wanita di tengah masyarakat. “Peran kaum akademisi dan organisasi penting menjadi wadahnya, karena semakin banyak yang bersuara. Hasilnya semakin didengar oleh banyak tokoh lainnya, sebagai upaya mendapatkan dukungan,” jelasnya Hj Umnia yang saat ini diberi amanah mengurusi bidang hubungan masyarakat di organisasi kultural yang membawahi perempuan pengasuh pesantren yang bernama Jamiyyah Pengasuh Pesantren Putri dan Mubalighoh / JPPPM

“Semangat menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan memanfaatkan program pemerintah itu. Terinspirasi dari ibu yang gemar membaca atau belajar mandiri. Namun tetap dibimbing langsung oleh suaminya,” katanya Hj. Umnia yang saat ini aktif sebagai guru Madrasah Aliyah di pesantrennya dan sedang berupaya meraih gelar S-3nya, sebagai modal mengurus Sekolah Tinggi Ilmu Qur’an Miftahul Huda yang berdiri di lingkungan pesantrennya saat ini.

“Kalau diingat-ingat, dahulu terdorong melanjutkan ke S-2 atau masuk di kelas magister, karena kebutuhan profesi saat diberi tugas oleh kampus menjadi dosen. Nama perguruan tingginya yang membawa pengalaman mengajar mahasiswa ialah Institut Agama Islam Imam Ghozali Cilacap, perguruan tinggi di bawah Yayasan Badan Amal Kesejahteraan Ittihadul Islamiyah yang berdiri pada tanggal 18 Mei 1989,” ungkapnya

Infomasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com dari jejak digital literasinya. Hj. Umnia termasuk ulama perempuan dari Banyumas yang gemar berkarya tulis menyebarkan solusi tentang fenomena sosial yang sering dihadapi kaum hawa. Dan berani bersikap tegas mengkritik hadist yang sering dibawakan oleh ulama dari golongan laki-laki atau pandangan ulama lain yang cenderung merendahan kehormatan seorang ibu.

Dirinya juga termasuk ulama dan akademisi yang selalu terbuka atau menyempatkan waktu luangnya. Jika diminta menjadi narasumber sesuai keahlian atau bidang yang ditekuninya untuk wawancara bersama media massa.

Selain itu, Hj Umnia termasuk ulama perempuan yang sering mengkampayekan pentingnya kaum laki-laki membantu istrinya untuk meringankan tugas-tugas rumah tangga seperti yang Rosululloh teladankan.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90