Siaran RRI Purwokerto, “Khotib Jum’at Arahkan Jama’ah Membangun Generasi Tauhid”

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Purwokerto)-, Masjid Agung Baitus Salam Purwokerto melalui Radio Republik Indonesia Purwokerto menyiarkan langsung khotbah jum’atnya untuk masyarakat yang tidak hadir ke masjid. Drs. Abdurahman M.A saat naik mimbar khotib jum’at membahas pentingnya membangun generasi tauhid di era perkembangan teknologi. Generasi yang memiliki ketauhidan seperti yang diajarkan nabi atau orang sholeh terdahulu pada anak-anaknya.

Khotib Jum’at masjid Agung Purwokerto, Drs. Abdurahman MA pada awal khutbahnya menyampaikan tentang wasiat takwa kepada jam’ah yang hadir agar senantiasa melaksanakan perintah Alloh Subhanu Wa Ta’ala dan menjauhi larangannya. Selanjutnya secara khusus membahasa perkembangan zaman di era teknologi dan pentingnya memberikan pendidikan dari orang tua kepada anaknya tentang tauhid.

Menurutnya pada zaman ini perkembangan teknologi membuat orang lebih bebas mengetahui sesuatu, perubahan perilaku dan kondisi berubah dengan cepat. Namun dikhawatirkan dapat memperngaruhi ketauhidan anak.

“Dahulu pada zaman nabi Yaqub diceritakan saat nabi mengumpulkan keturunannya, lalu mengingatkan dan menanyakan tentang siapa yang mereka akan sembah setelah dirinya meninggal dan pada kisah yang lain diceritakan melalui qur’an surat Lukman. Kedua kisahnya hampir sama menjelaskan tentang pentingnya ketauhidan atau ibadah kepada Alloh,” jelasnya saat menyampaikan pesan khutbahnya kepada jama’ah yang hadir untuk ibadah sholat di hari jum’at yang lalu.

Nabi Yaqub sebelum meninggal itu mengumpulkan anak-anaknya dan menayakan, jika nanti meninggal apa atau siapa yang akan disembah oleh mereka?… lalu anak-anaknya yang menjadi nabi penerusnya menjawab bahwa mereka akan tetap menyembah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala

Proses pendidikan tauhid yang seperti itu juga dikuatkan oleh kisah Lukman kepada anaknya. Seperti yang diceritakan dalam Al- quran surat / QS. Lukman ayat 13:
“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, “Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90