3 Tuntutan Ummat Islam Tasikmalaya Merespon Penghinaan Kepada Rasulullahh

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Tono Efendi/Eno Moreno

Koran Sinar Pagi, (Kab.Tasikkalaya),- Ratusan ummat Islam yang ada di Kabupaten Tasikmalaya mendatangi kantor DPRD Kab Tasikmalaya untuk beraudiensi dengan pimpinan Wakil Rakyat, Senin (27/6/2022) pagi tadi.

Massa yang menamakan Forum Pecinta Rosululloh Tasikmalaya itu sejak pukul 08.00 pagi mulai mendatangi komplek Mesjid Agung Baiturrohman Gebu dengan mengendarai roda dua dan empat.

Setelah massa berkumpul cukup banyak, mereka menggelar dzikir, sholawat dan doa bersama dipimpin oleh para kiyai dan selanjutnya massa Ummat Islam bergerak menuju Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Pantauan Koran Sinar Pagi di lokasi, nampak terlihat di tengah tengah massa sejumlah kiyai, pimpinan pesantren, Ormas, Majelis Ta’lim, OKP, santri dan ummat islam dari berbagai daerah memenuhi halaman Gedung DPRD.

Setelah menyampaikan orasi pembuka, sejumlah perwakilan massa diterima oleh salah satu pimpinan DPRD di ruangan dewan.

Pada pertemuan tersebut, KH Muhammad Sofyan Anshori selaku sesepuh massa Forum Pecinta Rosululloh Tasikmalaya menyampaikan maksud kedatangan ummat islam ke gedung Dewan.

“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi ummat islam merespon perkembangan terkini baik di tingkat nasional maupun internasional terkait penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW,” tutur kyai anshori.

Selanjutnya satu persatu perwakilan massa menyampaikan aspirasi, pandangan dan sarannya.

Ust Jajang dari Brigade Tholiban dan Ust Dudung dari Brigade Hisbulloh mengungkapkan kekecewaan atas respon DPRD yang dianggap kurang tanggap dalam merespon rencana kedatangan ummat islam dengan hanya diterima oleh satu orang anggota dewan, padahal mereka sudah menyampaikan pemberitahuan dari sebelumnya.

Berturut turut dari Sapu jagat, Gibas, PA 212, Al Mumtaz dan ormas lainnya menyampaikan tuntunan yang intinya mengingatkan DPRD agar responsif dalam menyerap aspirasi ummat islam apalagi yang menyangkut hal hal prinsipil seperti penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Sebagaimana berita yang telah beredar sebelumnya, bahwa politisi India Nufur Sharma dari partai BJP Baratya Janata Party, partai yg sedang berkuasa di India mengeluarkan ucapan yang dinilai menghina Rosululloh dan keluarganya.

Belum reda kasus India, muncul promo dari Hollywings Bar di Bogor yang mengumumkan promo Minuman beralkohol yang bernama Muhammad dan Maria setiap hari kamis. Tentu hal tersebut menyulut protes keras dari berbagai kalangan karena dianggap melecehkan nama Nabinya Ummat Islam.

Dalam Audiesi tersebut diahiri dengan pembacaan tuntutan massa yang disampaikan oleh KH Muhammad Yan yan Al Bayani.S.Kom.I., M.Pd selaku Koordinator Front Persaudaraan Islam (FPI) Priangan Timur yang berisi 3 Tuntutan Ummat Islam, yaitu :
1. Mendesak Pemerintah India segera meminta maap kepada ummat islam sedunia
2. Mendesak Pemerintah RI segera mengusir Dubes India untuk Indonesia dari tanah air
3. Mendesak pemerintah segera membekukan/menutup/mencabut izin usaha Hollywings Bar yang telah melecehkan nama Nabinya Ummat Islam.

Tiga tuntutan tersebut agar segera ditembuskan oleh DPRD Kabupaten Tasikmalaya ke DPR pusat untuk segera ditindak lanjuti.

Menanggapi tuntutan ummat islam tersebut, Ipan selaku wakil ketua DPRD langsung meresponnya dengan menyampaikan 3 tuntutan tersebut di hadapan massa yang berkumpul di halaman DPRD dan berjanji dalam 2 hari akan menyampaikan 3 tuntutan tersebut dalam bentuk surat yang akan ditandatangani oleh pimpinan DPRD.

Sebelum berahir, Habib Reza bin Syahab menyampaikan amanat bahwa bukan cuma Hollywings saja yang mesti ditutup, tapi bar bar yg lain pun mesti ditutup agar tidak menjadi ajang maksiat.

Ahirnya massa bubar dengan tertib kembali ke tempat asalnya masing masing setelah melaksanakan sholat berjamaah dzuhur di mesjid agung Kabupaten Tasikmalaya. (***)

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90