Lebak Macan Sumedang Dikelola Menjadi  Kampung  Adat Sir Tembong Agung,  Bisa Munculkan Potensi Penghasilan Warga

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Jeky EPSA

Koran Sinar Pagi, Sumedang,- Berawal dari niat ingin melestarikan warisan budaya  leluhur maka Bunda Gayatri  (43) warga Desa Margamukti mulai menginisiasi pengelolaan lokasi Lebak Macan yang berada di  Dusun Balong, Rt 06/Rw.02, Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utata, Kab. Sumedang, Jawa Barat. Pengelolaan itu diawali tahun 2017 saat Kades Margamukti dijabat oleh Maman Suparman dan sejak itu usai lokasinya  ditata maka didirikanlah saung dan juga bangunan penunjang  lainya di area tersebut. Namun diakui Gayatri dilokasi itu sebelum nya  sudah ada beberapa makam leluhur yang berjumlah 9 makam.

” Awalnya di tahun 2017 saat kepala desa Bapak  Maman kami mengajukan   legalilsasi atas pengelolaan lokasi Lebak Macan  yang luas  nya mencapai 74 tumbak  jaraknya sekira 200  meter dari Kantor Desa Margamukti untuk dikelola menjadi kampung adat bernama Sir Tembong Agung, ujar nya kepada koransinarpagijuara.com, ( Kamis,  23/6/22).

Kemudian lanjut dia, Pak Kepala Desa  Maman  pun saat itu menyetujui dan mendukung penuh hingga terealisasi lah pengelolaan Lebak Macan menjadi kampung adat dengan  nama Sir Tembong Agung. Namun diakuinya kondisi lokasi itu  sangat rimbun pepohonan hingga perlu membersihkan  lokasi tersebut.

” Awal nya lokasi  Lebak Macan  itu  rimbun tak terurus  bahkan dari informasi  warga lokasi itu  selain angker  juga suka terjadi kejadian mistis yang aneh – aneh”, ungkap Gayatri yang biasa dipanggil Bunda.

Dari tempat angker  itu kini  lokasinya  mulai beranjak  sering dikunjungi orang. Namun diungkapkan  Bunda  untuk ke arah sana  bukan  merupakan hal yang  mendadak, tetapi  berawal dari proses meditasu minta petunjuk kepada  Alloh Subhanahu Wata’ala.

Setelah  mendapat petunjuk, ungkap  nya,  ternyata disana selain bisa dijadikan kampung adat juga menyimpan situs yang hingga kini mungkin belum terungkap.
” Ada sembilan makam dilokasi itu dan yang paling utama  Makam Eyang Haji yang kini sudah dipagari besi.Namun siapa yang memagari besi hingga kini pun masih misteri”, ungkap nya.

Untuk menuju lokasi  itu  kini satu – satu nya jalan  hanya melalui  jalan gang Gapura Dusun Balong, lalu sekitar 50 meter ada Pos Ronda, belok kanan dan sekitar 150 meter lagi sampailah dilokasi itu.

Ketertarikan Bunda Gayatri mengelola lokasi Lebak Macan, diungkapkan dia,   adanya beberapa makam  yang bisa dijadikan  salah satu penghasilan warga.

” Misal nya kalau dikelola dengan baik maka  tempat itu bisa dijadikan tempat wisata rohani. Dengan banyak nya  pengunjung ke sana   oramg – orang  diseputar  lokasi bisa mendapatkan penghasilan dari parkir atau juga jual makan dan minuman ringan seperti yang terjadi daerah lain. Hingga suasananya akn lebih hidup”, pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90