Waduh..!! Ternyata Ada Proyek “Siluman” di Area Balekota Tasikmalaya

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Tono Efendi

Koran SINAR PAGI, (Kota Tasikmalaya),-  Pekerjaan proyek pembangunan Taman Baru kini mulai disorot warga termasuk para ASN dilingkungan Balekota Tasikmalaya.
Pasalnya, pekerjaan proyek yang sudah berjalan hampir satu bulan ini tanpa adanya papan nama proyek.

Walaupun proyek tersebut bersumber dari anggaran Bagian Umum Setda Kota Tasikmalaya, untuk pengumuman pekerjaan dipapan nama rasa rasanya jika merujuk kepada aturan perlu dipasang, agar pekerjaan tersebut dapat diketahui oleh publik.

Salah satu pejabat Kota Tasikmalaya yang juga sempat menduduki jabatan strategis di dinas PUTR Kota Tasikmalaya sempat mengungkapkan, Pekerjaan proyek sekecil atau sebesar apapun dari dinas manapun termasuk bagian umum dilingkungan setda, pengumuman papan proyek wajib untuk dipasang dilokasi.

“Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012 yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya. Apalagi ini untuk keperluan transparasi publik,” terang Pejabat Kota ini yang minta namanya dirahasiakan kepada koran Sinar Pagi, Selasa (21/6/2022) siang tadi di balekota.

Dari pantauan wartawan dilokasi proyek, memang tidak ada papan nama proyek dalam kegiatan tersebut.

Pembangunan Taman Baru yang lokasinya berdempetan dengan Taman yang sudah ada di Belakang Kantor Walikota, kini mulai jadi sindiran publik.

Bahkan tidak sedikit bagi sebagian ASN yang berada di komplek balekota jadi pergunjingan, jika pembangunan taman baru yang berdempetan dengan Taman yang sudah ada dibilang proyek mubadzir.

“Padahal lahan yang dipake taman itu mending dibangun gedung atau kantor baru, seperti gedung BPBD atau Kantor KB yang kini jaraknya cukup jauh di Kecamatan Kawalu, apalagi katanya rencana dulu akan dibangun gedung korpri disini,” ucap salah satu ASN Pemkot Tasikmalaya yang enggan disebut namanya kepada Koran Sinar Pagi.

Dari beberapa sumber yang diperoleh menyebutkan, pembangunan Taman baru tersebut menelan anggaran Rp.190 juta yang diambil dari anggaran di bagian umum Setda Kota Tasikmalaya.

Hal ini dibenarkan oleh Kabag Umum Kota Tasikmalaya, H Cecep Taufik Hidayat. Kepada Wartawan Cecep mengakui jika pembangunan taman itu bersumber dari bagian umum dengan nilai kegiatan sebesar Rp.190 juta.

“Ya, anggarannya kurang lebih 190 jutaan bersumber dari bagian umum, ” terang Cecep kepada wartawan saat dikonfirmasi melalui pesan Whats App Pribadinya beberapa waktu lalu.

Ketika disinggung masalah pekerjaan taman baru itu diduga dikerjakan oleh rekanan kukutan Pemkot Tasik, Kabag Umum Cecep tak membantah.

“Nyak track record na ka anggo Matak Kitu oge (ya track record/rekam jejaknya baik makanya dipakai),” ujar Cecep.

Bahkan Cecep menampik dan sedikit menyindir khususnya kepada mereka atau sebagian ASN yang menyebutkan jika pembangunan taman baru itu dibilang mubadzir.

“Wartoskeun we ka ASN nu nyebat kitu, Inshaa Alloh sakedap deui ngadamel food court (bilangin sama ASN yang ngomong itu mubadzir, sebentar lagi akan dibangun food court,” celetuk Cecep.

Salah satu pengamat kebijakan publik, Uus Firman,SE,. kepada wartawan mengaku prihatin jika ada taman baru lagi di area balekota yang dibangun. Apalagi proyek tersebut terkesan tidak transparan tanpa ada papan proyek.

“Wanian dijaman Kiwari, masih saja ada proyek yang secara terang-terangan tanpa pengumuman papan nama. Proyek tanpa papan nama bisa juga disebut sebagai proyek siluman. Apalagi ini kegiatan begitu “nembrak” di area balekota. Dan jika melihat kegiatannya, pekerjaan tersebut tidak terlalu begitu istimewa hanya ditanami beberapa tanaman, rumput rumput, bebatuan yang di cat hitam serta hanya dibuat kolam kecil seperti dirumah rumah. Sementara anggarannya lumayan 190 jutaan,” ungkap Uus yang juga Ketua LSM Jaringan Nurani Rakyat (JANUR).

Bahkan Uus meminta agar proyek taman baru anggarannya perlu di audit, jika melihat dari pekerjaannya rasa rasanya tidak sebanding dengan nilai anggaran yang digelontorkan oleh bagian umum,” pungkas Uus.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90