Peresmian Kantor Unit Pengelolaan Irigasi BBWS Citanduy

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : A Y Saputra

Kabupaten Ciamis – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy meresmikan Kantor Unit Pengelolaan Irigasi (UPI) Daerah Irigasi (DI) Manganti sebagai pilot project percontohan Kementerian PUPR bidang Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air dengan dipusatkan di kawasan perkantoran/rumah dinas Bendungan Manganti,desa Sidarahayu Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Propinsi Jawa Barat, Selasa (07/6/2022).

Peresmian Kantor UPI dihadiri Kementerian PUPR bagian Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) diikuti para steak holder bidang pengairan/PSDA Propinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah selain itu juga hadir para Kepala Bidang SDA dari Pemerintah Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Cilacap serta seluruh staf jajaran BBWS Citanduy sebagai panitia pelaksana.

Kepala BBWS Citanduy, H. Bambang Hidayah, ME setelah gelaran acara mengatakan Unit Pengelolaan Irigasi (UPI) Manganti merupakan pilot project percontohan langsung dari Kementerian PUPR bidang Ditjen PSDA.

“Kenapa demikian, karena dengan adanya kepercayaan atau menunjuk langsung dari Kementerian PUPR ke kami terkait pilot project percontohan UPI, nantinya dapat meningkatkan hasil produksi dari para petani dan mampu menopang terhadap ketahanan pangan nasional,” ungkapnya

“Sengaja kami meresmikan program Unit Pengelolaan Irigasi (UPI) disini di areal perumahan/perkantoran di dekat Bendungan Manganti sebagai pusat, nantinya program UPI dari Kementerian ini fokus selain dekat dengan nama yakni Jaringan Irigasi/DI Mangant, sekaligus mengoptimalkan perkantoran/rumah dinas yang ada,” jelasnya.

Dikatakan, Kantor yang dipakai atau diresmikan ini sebetulnya sudah berjalan sejak tahun kemarin sudah operasional. Namun kita rehabilitasi rumah-rumah lama jadi gedung UPI,

“Nantinya akan dijadikan tempat koordinasi atau tempat berkumpulnya para kelompok tani,disini juga nantinya ada pengurus-pengurus khusus,dari mulai pembantu ketua, ketua Team hingga ke pengurusan tingkat bawah, orang-orangnya ada di sini,” imbuhnya.

Dikatakan pula, IPDMIP (Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program) mendorong pengelolaan irigasi secara integratif dan partisipatif dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional yang mengedepankan kemajuan sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Program IPDMIP memiliki konsep integrated participatory (partisipasi yang terintegrasi), di mana instansi satu dengan yang lainya akan saling berbagi peran sesuai dengan tupoksi masing-masing.

Untuk mendukung terwujudnya pengelolaan irigasi yang terintegratif dan partisipasif diperlukan SP kantor UPI yang memadai lengkap dengan SDM

UPI adalah sebuah unit kerja yang bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan operasi dan pemeliharaan irigasi pada suatu Daerah Irigasi dengan prinsip-prinsip partisipatif, berbasis kebutuhan, efektif, efisien, dan berkesinambungan yang menjamin tingkat layanan yang lebih baik kepada petani pemakai air,”

Dia berharap kantor Unit Pengelolaan Irigasi (UPI) ini nantinya bisa berjalan dengan baik.karena pada pola program UPI disini sangatlah baik dalam mengelola irigasi Manganti yang merata. Sehingga ada apa – apa, pesan atau sesuatu yang diinginkan semua pihak dapat terlaksana dengan baik.

“Program UPI ini sebenarnya ada penekanan pada sistem pola partisipatif yakni melibatkan tiga pilar diantaranya orang – orang PSDA dari Kabupaten/Pemda setempat atau Pengamat Air, orang Pertanian juga para kelompok tani yang ada,” katanya.

Disini, lanjutnya, nanti akan terintegratif, terpadu, bagaimana caranya mengelola air irigasi yang efektif, efisien, dan berkesinambungan, tandasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90