Musibah Sekolah?… “Gagal ke Yogyakarta, 70% Uang Siswa Tak Dikembalikan”

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Arifin
Koran Sinar Pagi (Kabupaten Bandung)-, Siswa SMPN 1 Cangkuang gagal berangkat untuk acara perpisahan ke Yogyakarta. Padahal mereka telah menabung sebelumnya mencapai Rp.750 ribu/siswa. Namun hanya baru dikembalikan 250 ribu serta diberi baju dari pihak sekolah, sebagai awal tahapan penggantinya. Karena ada potongan dari pihak Travel yang mencapai 70% dari uang yang terkumpul.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 1 Cangkuang, Kabupaten Bandung, Drajat S.Pd, M. M.Pd, mengungkapkan perihal uang siswa yang sejak awal akan digunakan untuk biaya pemberangkatan ke Yogyakarta. Namun gagal, karena ada larangan dari dinas dan belum ada kepala sekolah yang ditempatkan di sini sebagai penanggung jawabnya. Pihak sekolah sudah rapat dengan orang tua siswanya. Hasilnya ada kesepakatan uangnya dikembalikan bertahap, walaupun tidak utuh. Sesuai kesepakatan jumlahnya Rp.500 ribu / siswanya. Uangnya tidak bisa kembali utuh, sebab ada potongan dari pihak Travel untuk menutupi biaya oprasional yang gagal pemberangkatannya. Pihak sekolah juga bingung, sebab potongannya mencapai 70 % dari uang yang terkumpul. Masalah ini adalah musibah yang menimpa pihak sekolah,” jelasnya saat ditemui wartawan HDAS TV bersama media cetak & online Koran Sinar Pagi (6-6-2022)

Setelah mendapatkan informasi tersebut. Tim liputan khusus mengunjungi kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung untuk menghimpun tentang kebenaran adanya larangan dari Dinas, perihal agenda siswa bersama sekolah melaksanakan kegiatan ke luar Jawa Barat atau ke Yogyakarta.

Drs. H. Ruli Hadiana S.Sos, M.Ipol, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung saat ditanya wartawan di halaman kantornya, seolah-olah tidak tahu tentang masalah itu. “Perihal surat larangan dari dinas itu tidak ada. Hanya saja, kalau pada waktu ujian sekolah atau waktu siswa belajar di sekolah memang secara otomatis, pihak sekolah dilarang untuk melaksanakan kegiatan ke luar daerah,” jelasnya didampingi staf Dinas Pendidikan.

Disisi lain, orang tua siswa, Agus mengungkapkan awalnya anak saya tiba-tiba marah-marah, pulang dari sekolah. Saat ditanya kenapa?… alasanya yaitu berangkat ke Yogyakartanya tidak jadi, padahal sudah persiapan sebelumnya. Saya sebagai orang kecil yang untuk mengumpulkan uang sebanyak itu perlu jerih payah, hasil mikul dari sawah, demi anak sekolah. Jujur saya tidak enak diperlakukan seperti ini.

“Dari total tabungan yang mencapai Rp.750 ribu/siswa. Namun hanya baru dikembalikan Rp. 250 ribu serta siswa diberi baju dari pihak sekolah, sebagai awal tahapan penggantinya,” ungkapnya

Harusnya pihak guru sekolah terbuka, peka dan dewasa, jangan takut, apalagi sampai ada yang disembunyikan, karena ada hukum. Saya juga ingin tau sebenarnya uang itu ada di Sekolah atau di Pihak Travel ?… sebab pada saat rapat pihak Trevel tidak dihadirkan.

Informasi yang dihimpun Koransinarpagijuara.com, saat pihak panitia ditanya tentang uang yang terkumpul dari 120 siswanya, dibayar ke pihak travel melalui transfer ke rekening PT / Travel atau ke pribadi?… tim panitia pelaksana menjawab pembayarannya melalui pribadi. Tetapi tentang nama perusahaan Travelnya, pihak sekolah tidak memberikan kejelasan secara utuh, seolah-olah menutup informasi kepada media.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90