Belum Usai Masalah KSO Lab, Kini Muncul Kembali KSO Right Parking RSUD Dr Soekardjo Diduga Ilegal ?

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Tono Efendi

Koran SINAR PAGI, Kota Tasikmalaya,- Permasalahan yang terus bermunculan di RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya rasa rasanya mulai menguap kembali.

Belum usai permasalahan KSO Lab yang disinyalir dalam kontrak kerjasamanya tidak memiliki payung hukum dengan pihak rekanan CV Pesona selama 2017-2021, kini kembali masalah baru muncul di lahan parkir kendaraan area rumah sakit, dimana kontrak kerjasama/KSO antara pihak RSUD Dr Soekardjo dengan pihak rekanan dari Right Parking Mandala, diduga sejak tahun 2020 hingga 2022 ini tidak memiliki payung hukum yang resmi alias ilegal.

Dari beberapa sumber yang dapat dipercaya menyebutkan, sejak tahun 2020 hingga Mei 2022 ini, KSO untuk lahan parkir kendaraan di area rumah sakit dengan pihak rekanan Mandala Right Parking, perjalanan payung hukumnya tidak jelas.

“Sejak 2020 hingga Mei 2022 ini, tidak ada surat resmi perjanjian kerjasama atau KSO antara pihak rumah sakit dengan pihak rekanan Right Parking. Sementara penarikan parkir selama itu terus berjalan. Dulu pemasukan dari parkir yang disetorkan ke rumah sakit sebesar Rp 11 juta perbulannya kini sejak 2020 hingga saat ini yang disetorkan hanya Rp. 5 juta dalam sebulan,” terang salah satu sumber yang kepada koran Sinar Pagi, Rabu (11/5/2020) lalu.

Sementara itu Dirut RSUD Dr Soekardjo Tasikmalaya dr Budi Tirmadi termasuk Wadirum Sandi Lesmana saat akan di konfirmasi diruang kerjanya, kembali sulit ditemui wartawan, Kamis (12/5/2022).

Terpisah, rekanan RSUD Dr Soekardjo terkait pengelolaan parkir dari Right Parking Mandala, saat koran Sinar Pagi menyambangi kantornya di kawasan Asia Plaza Tasikmalaya, Kamis (12/5/2022) siang, untuk menemui manager area Tasik Right Parking Mandala, Nuki tidak berada dikantor. Menurut karyawannya managernya sedang ada acara diluar.

Namun tak selang lama, saat dihubungi melalui What’s App Pribadinya, kepada Wartawan, Nuki tidak membantah jika kontrak perjanjian/KSO sejak 2020 memang tidak memiliki KSO. Namun pun demikian, sebetulnya upaya pihak Mandala Right Parking sejak 2020 untuk mengajukan kontrak kerjasama telah dilayangkan ke pihak RSUD Dr Soekardjo, namun hingga kini belum ada respon dan tanggapan dari pihak rumah sakit

“Memang kerjasama dengan pihak rumah sakit, kita pihak Mandala sejak 2020 telah melayang permohonan kembali surat kontrak kerjasama ke pihak rumah sakit, tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan dan balasan dari pihak rumah sakit,” kata Nuki seraya menolak dirinya disebut sebagai Manager Mandala Right Parking namun hanya sebagai konsultan.

Saat didesak wartawan, mengenai tidak memiliki KSO resmi dengan rumah sakit sejak 2020 hingga Mei 2022, kenapa pihak Mandala Right Parking dinilai nekat masih melakukan aktifitas dalam penarikan uang parkir di rumah sakit ?

Nuki kembali membela diri, jika aktifitas Mandala Right Parking untuk melakukan penarikan uang parkir di rumah sakit sejak 2020 ini telah melakukan koordinasi dan kesepakatan dengan pihak ketiga dalam hal ini salah satu kelompok masyarakat yang berada diwilayah RSUD Dr Soekardjo.

“Sejak 2020 hingga sekarang memang penarikan uang parkir masih berlangsung tetapi penyetoran ke rumah sakit selalu rutin disetorkan ke rumah sakit. Dan pihak Mandala dalam hal ini melakukan koordinasi dan kerjasama dengan salah satu pihak kelompok masyarakat yang berada di lingkungan rumah sakit terkait pemungutan parkir tadi,” kilah Nuki yang enggan menyebutkan pihak kelompok masyarakat siapa yang dimaksud.

Sementara itu tokoh Pemerhati Pembangunan yang juga ketua LSM Jaringan Nurani Rakyat (JANUR) Uus Firman SE mengaku prihatin dengan kondisi RSUD Dr Soekardjo yang kini terus terusan diterpa masalah terutama masalah KSO ilegal yang tidak memiliki payung hukum yang jelas dalam melakukan kerjasama dengan pihak rekanan.

Termasuk saat ini dugaan KSO Iilegal dengan rekanan Right Parking Mandala dengan kelompok masyarakat yang dimaksud.

Menurut Uus, sebaiknya permasalahan permasalahan tadi segera diselesaikan hingga tuntas, jangan sampai publik menikai jika RSUD Dr Soekardjo saat ini kondisinya menjadi rumah yang betul betul sakit.

“Harus ada pembenahan system’ didalam internal rumah sakit secara menyeluruh jangan setengah setengah jika RSUD Dr Soekardjo ingin mengalami perubahan ke arah yang lebih baik dan menjadi rumah sakit yang betul betul sehat segalanya,” sindir Uus.

Terkait permasalahan right Parking, Uus menyayangkan dan prihatin, seharusnya pihak rekanan sadar diri jika KSO resmi antara pihak rumah sakit dan right Parking Mandala belum resmi disepakati, jangan dulu melakukan usaha bisnisnya. Ini kan sejak 2020 tak mengantongi KSO resmi malah berani terang terangan menjalani usaha penarikan parkir.

“Rumah Sakit ini milik pemerintah kota, jadi jangan dianggap main main jika melakukan usaha kerjasama, ada payung hukumnya, karena segala bentuk kerjasama yang menghasilkan profit harus jelas aturannya dan berpijak dengan payung hukum, karena jika tidak kerjasama itu disebut ilegal dan jelas ini pelanggaran,” ungkap aktivis jangkung ini dengan nada serius kepada wartawan, Jumat (13/5/2020) malam tadi.

Pihak Right Parking Mandala, masih kata Uus, seharusnya membuka sejelas jelasnya, kelompok masyarakat yang dimaksud sebagai pihak ketiga tadi itu siapa. Jangan sampai publik berasumsi lain, jika usaha parkir di rumah sakit walau tak memiliki KSO resmi, tapi usahanya jalan terus karena adanya kenyamanan merasa ada yang backup.

Bahkan Uus berjanji, pihaknya sebagai lembaga kontrol sosial, apabila permasalahan permasalahan tadi, jika dalam waktu dekat ini tidak ada upaya pembenahan dan perbaikan, dirinya tidak segan segan akan melaporkan permasalahan tersebut ke APH (Aparat Penegak Hukum). (***)

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90