FKSS Jabar Keberatan Pencarian BPMU di 2022, Kadisdik Minta Bantu Kolaborasi di KCD

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Dwi Arifin)-, Dinas Pendidikan provinsi Jawa Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Aplikasi Bantuan Pendidikan Menengah Universal atau BPMU tahun 2022 https://sipbpmu-jabar.id. Pada tanggal 9-10 maret 2022 di hotel Puri Setiabudhi Residence, pesertanya operator Kantor Cabang Dina / KCD dan perwakilan SMA, SMK, MA dan SLB masing-masing 1 peserta setiap KCDnya.

Ketua Umum Forum Kepala Sekolah SMA Swasta Provinsi Jawa Barat, Ade Hendriana S.H, memberi tanggapan terkait Bimtek tersebut, bagus karena bertujuan agar tertib administrasi. Dalam aplikasi tersebut peruntukan BPMU diantaranya untuk :

  1. Pengembangan perpustakaan
  2. PPDB
  3. KBM dan Ekskul
  4. Kegiatan Assemen/evaluasi pembelajaran
  5. Langganana Daya dan Jasa
  6. Pemeliharaan Daya dan Jasa
  7. Pembayaran Honor
  8. Administrasi kegiatan sekolah
  9. Pembelian alat multimedia pembelajaran
  10. Ujikompetensi
  11. Bursa kerja khusus
  12. Lainnya

Namun disini Disdik provinsi mungkin lupa dan perlu diingatkan, bahwa sejak awal BPMU itu peruntukannya adalah untuk honor guru dan tendik. Perlu diketahui cikal bakal BPMU adalah Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM) Tahun 2004. Pada era Gubernurnya Ahmad Heryawan dan berganti nama dari BOMM menjadi BPMU. Kalau Disdik provinsi membuat 11 asnap tersebut diatas dasarnya apa?… jangan-jangan hanya mengadopsi dari peruntukan BOS Reguler atau BOPD.

Sedangkan Juknis BPMU 2022 sampai saat ini belum ada. Arahan Kadisdik Provinsi Jawa Barat dan diperkuat oleh pernyataan Sekdisdik provinsi Jawa Barat, bahwa BPMU semester satu akan direalisasikan/masuk rekening sekolah di Tri Wulan pertama yaitu Januari-Maret 2022 dan Semester kedua di Tri wulan ketiga yaitu Juli-September 2022.

Sebenarnya FKSS JABAR keberatan dengan sistem pencairan BPMU 2022 menjadi dua semester, sebab keberatan itu bukan tanpa alasan khawatir kejadian 2018 terulang kembali. Semester pertama masuk rekening sekolah dan semester keduanya hilang entah kemana masih jadi misteri sampai saat ini. Karena ini sudah menjadi kebijakan dan pengelolaannya oleh masing-masing KCD. Kita lihat saja prosesnya, kita tunggu 20 hari kedepan. Apakah BPMU semester pertama terealisasi atau hanya wacana diatas podium saja?…

Menjawab pernyataan FKSS Jabar, H. Dedi Supandi S.STP, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Jabar menjelasakan kepada teman-teman yang sekolah swasta yang setiap tahunnya mendapatkan bantuan pendidikan menengah universal. Mulai tahun ini BPMU dilakukan pencairannya di tiap cabang dinas. Jadi kami telah mendesentralisasikan pencairan BPMU berada di tiap cabang dinas. Nanti akan terjadi perbedaan antara cabang dinas yang satu dengan cabang dinas yang lain. Bisa jadi BPMU di satu tempat, pencairannya berbeda waktunya dengan wilayah lain. Jelasnya saat ditemui media cetak dan online Koran SINAR PAGI di SMKN 9 Kota Bandung (Sabtu, 12-3-2022)

Dedi mengungkapkan maka harapan saya proaktif, lakukan segera administarasi atau pelaporan dan pengajuannya. Apabila ada hal-hal atau proses tahun kemarin yang belum beres. Tentunya agar segera diselesaikan pencairannya.

Menurutnya tahun ini ada dua tahap pencairan BPMU. Itu polanya mengikuti seperti pola pencairan Bantuan Oprasional Sekolah / BOS. Pola pencairan BOS itu, bahkan ada pencairan tahap pertama sampai tiga tahap, contohnya tahap kedua akan dicairkan setelah Surat Pertanggungjawaban atau SPJ masuk. Sesuai dengan yang bicarakan di hari ini, pencairan BPMU dilakukan dua tahap. Keputusan itu sesuai dengan saran dari pada tim pemeriksa BPMU untuk memperbaiki dan memudahkan pelaporannya atau pengawasannya. Dalam rangka mengevaluasi pada saat pencairan tahap 2, maka syaratnya SPJ di tahap pertamanya harus sudah selesai.

Selanjutnya kenapa BPMU ini saya turunkan ke cabang dinas, agar terjadi pemantauan yang lebih maksimal. Sehingga terjadi sebuah kolaborasi dari teman-teman sekolah di swasta dengan teman-teman di KCD. Maka kepada sekolah swasta bantu kami juga, disiapkan pada saat yang sama untuk kolaborasi Penerimaan Peserta Didik Baru / PPDB dan terkait dengan solusi penahanan ijazah.

Dari keputusan itu, nanti ada beberapa evaluasi yang dilakukan oleh cabang dinas. Nantinya akan berdampak terhadap cairan bantuan tersebut. Saya mengarahkan lebih baik, kalau sekarang mengikuti pola pencairannya dulu.

Menjawab kekhawatiran kemungkinan tidak cairnya BPMU tahap 2 seperti dahulu. Kadisdik Jabar memastikan jika dipatuhi aturannya. Dengan segera memohon pencairan untuk BPMUnya yang pertama dan segera lakukan laporan pertanggungjawabannya. “Insha Alloh cair, tidak terjadi seperti dulu yang dikhawatirkan FKSS Jabar”

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90