Omicron Melanda, Tidak Cukup Hanya Dengan Vaksin Booster

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Amanahtya

Kasus omicran mulai melanda Indonesia. Setiap harinya kasus terus bertambah, hingga semakin meluas, termasuk di Kabupaten Bandung pada 7 Januari 2022, empat warga positif covid, tiga diantaranya adalah Omicron, semuanya merupakan satu keluarga. Disinyalir mereka terpapar Omicron setelah salah satu anggota keluarganya yang baru pulang dari Afrika, di masa karantina terbukti positif covid Omicron. Di Indonesia sendiri, kasus Omicron disebabkan akibat perjalanan luar kota dan luar negeri, mencapai 66,33 kasus.
Oleh karena itu, pemerintah akhirnya memutuskan memberikan vaksin booster kepada anak anak remaja, dan lansia.

Penyebaran omicran sejatinya tidak akan dihentikan dengan memaksimalkan vaksinasi, apalagi vaksinasi hanya pada beberapa kalangan saja. Seperti yang diketahui oleh khalayak, bahwa vaksinasi tidak berfungsi untuk menolak penyebaran virus, akan tetapi lebih pada tindakan pencegahan agar tidak terpapar, walaupun potensi terpapar masih ada. Hal ini tetap beresiko bagi masyarakat, karena masyarakat tetap harus hidup dalam kekhawatiran akan keselamatan mereka, seperti saat ini ketika covid-19 dengan varian sebelumnya belum tuntas teratasi, muncul varian Omicron. Maka, belajar dari pengalaman dalam penanganan penyebaran covid, jika mau mengevaluasi diri, sesungguhnya lockdown merupakan cara yang tepat, walaupun sudah terlanjur meluasnya covid varian lain, tetapi setidaknya mencoba menekan penyebaran varian baru.

Dengan memahami keberadaan rakyat yang berhak atas jaminan kesehatan dan terhindar dari penyakit, hendaknya para pemimpin mengedepankan aspek kesehatan dan keselamatan nyawa rakyat, daripada faktor ekonomi seperti yang selama ini dijadikan landasan kebijakan penanganan pandemi. Rakyat adalah manusia dan amanah yang harus dijaga dan diayomi, yang para pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya oleh Sang Khaliq di akhirat kelak.

Abdullah bin Umar mengatakan bahwa Rasullah saw berkata
” Ketahuilah bahwa setiap dari kalian adalah pemimpin dan setiap dri kalian akan di minta pertanggung jawaban atas ke pemimpinan nya, seorang pemimpin umat manusia adalah pemimpin bagi mereka dan ia akan di minta pertanggung jawaban dengan ke pemimpinan atas mereka.
( HR . Abu Dawud)

Terkait masalah wabah (pandemi), syariat Islam telah menetapkanya, sebagaimana sabda Rasulallah saw
” Jika kamu mendengar wabah terjadi di suatu wilayah janganlah kamu masuk. maka jika kamu ada di wilayah yang terjadi wabah,,maka jangan tinggalkan tempat itu.
( HR Bukhari )

Hadist itu jelas menyatakan bahwa keselamtan rakyat sejatinya harus di utamakan dan dinomersatukan dengan melakukan karantina wilayah (lockdown) terhadap wilayah yang terjadi wabah. Hal ini lah yang dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khathab ra ketika terjadi wabah thaun di wilayah Palestina, sehingga wabah tidak meluas, yang dapat mengancam keselamatan nyawa manusia, padahal di dalam Islam bahwa satu nyawa manusia yang hilang tanpa hak, seperti hancurnya bumi beserta isinya. Semoga para pemimpin saat ini dapat mengambil pelajaran.

 

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90