Karena Lokasi Pemakaman Reiwa Town,Dua Pejabat Kota Depok Jadi Tersangka

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Anis M,SE.

Kota Depok – Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri akan terus mengembangkan penyidikan kasus mafia tanah di Depok, sudah ada empat orang dijadikan tersangka dua antaranya Pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian menyatakan, penetapan sebagai tersangka sudah dilakukan pada akhir Desember 2021.

“Pada awal tahun 2022 ini pemeriksaan memasuki tahap baru yaitu pemeriksaan terhadap para tersangka guna pengembangan penyidikan,” ungkapnya.

Dia menyatakan, sejauh ini belum ada tersangka baru dan belum dilakukan penahanan, namun tidak menutup kemungkinan dari hasil pengembangan penyidikan akan ditetapkan tersangka baru.

“Sebanyak empat orang tersangka sudah ditetapkan penyidik Dittipidum Bareskrim Polri terkait dugaan kasus mafia tanah di Depok. Keempat orang tersangka tersebut EH, NA, BA, dan HA,” katanya.

Disebutkan, dtetapkannya EH sebagai tersangka terkait jabatannya sebagai Camat Sawangan Depok pada Tahun 2015, sedangkan NA dalam kapasitasnya sebagai Staf Kelurahan Bedahan pada tahun 2015.

Kasus ini berawal dari Ijin Mendirikan Bangunan PT Reiwa Town yang dikeluarkan Pemkot Depok. Sejumlah dokumen yang menjadi persyaratan IMB diduga bermasalah karena pemilik tanah Mayjen TNI Purn Emack Syadzily merasa belum menjual tanahnya.

Tanah mantan Direktur BAIS tersebut seluas 2.930 meter persegi dan dijadikan sebagai lokasi makam perumahan Reiwa Town yang total luasnya 25 hektare di Sawangan Depok.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90