DNK, “PTMT Merupakan Bagian Dari Upaya Menutup Learning Loss dari Sistem PJJ”

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Arief

Kota Sukabumi – Sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang berkepanjangan pasca merebaknya Virus Corona (Covid-19), dianggap sebagian warga masyarakat, terutama orangtua murid bisa berdampak negatif terhadap anak, banyak yang menilai dengan PJJ anak didik tidak bisa menyerap mata pelajaran dengan baik, hal tersebut dikarenakan siswa tidak berhadapan langsung dengan gurunya.

Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran dari para orangtua akan nasib pendidikan anak – anaknya kedepan.

Seperti diungkapkan salah satu orangtua siswa, Prima Wulandari (33), menurutnya respon anak kepada orangtua dan guru berbeda.

“Anak – anak akan mengikuti apa yang diucapkan gurunya, kalau sama orangtuanya sendiri kadang banyak alasan,” ucapnya, saat ditemui disela – sela waktu menjemput putrinya yang tengah mengikuti PTM terbatas.

Disebutkan, anak – anak akan lebih tertarik untuk bermain game online atau sekedar menonton tayangan video di media sosial daripada mengerjakan tugas yang diberikan gurunya.

Sementara DR. Dudung Nurullah Koswara, M.Pd, seorang praktisi Pendidikan, menganggap wajar munculnya kekhawatiran orangtua siswa tersebut, karena menurutnya sistem Pembelajaran Jarak Jauh memiliki sisi positif dan negarif.

Sisi positifnya kata Dudung, adalah ketika terjadi wabah/pandemi seperti saat ini atau kendala lainnya, PJJ menjadi alternatif untuk menghindari dampak yang fatal.

“Sisi negatif nya adalah tidak adanya kontak lansung antara murid dan guru, itu menjadi penting karena guru dan murid memiliki perasan, sehingga akan lebih positif ketika ada pelibatan perasaan dalam proses pembelajaran, karena akan terjadi pendengaran langsung, tatapan langsung dan perhatian langsung, sehingga ada hubungan emosional yang lebih humanis,” terangnya saat dihubungi melalui sambungan telepon selularnya, Minggu (07/11/2021).

Sedangkan dalam PJJ, lanjutnya, hubungan emosional itu tidak terjalin dengan baik, sehingga bisa saja guru dan murid menjalani proses pembelajaran dengan tidak serius.

“Jadi wajar ketika timbul perasaan khawatir dari para orangtua siswa, karena PJJ pembelajarannya tidak sempurna dan banyak kendala,” imbuhnya.

Terkait dengan Sistem Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), DNK (sapaan akrabnya) menyebutkan, itu merupakan bagian dari upaya memberikan jawaban dari ketidaksempurnaan pembelajaran jarak jauh.

“PJJ atau pembelajaran dalam jaringan (daring) tidak maksimal prosesnya, maka untuk menghindari terjadinya kehilangan kesempatan pembelajaran pada anak didik (learning loss), sehingga melalui PTMT diharapkan bisa menutupi sejumlah hal negatif yang menyertainya, salah satu bintik – bintik learning loss tadi,” pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60