Ketua APDESI Ingatkan Sanksi Bagi Warga Yang Tidak Mau Divaksinasi

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta: Dwi Arifin

Koran Sinar Pagi (Kabupaten Bandung)-, Wily Wirasasmita, Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia Kecamatan Pasir Jambu terus berupaya menyelenggarakan gebyar vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok pada tahun ini. Vaksinasi dilaksanakan sesuai arahan dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Selain itu juga pemerintah desa terus mengingatkan warganya tentang sanksi bagi mereka yang menolak divaskisn.

Wily Wirasasmita Kepala Desa Cibodas yang menjabat Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia Kecamatan Pasir Jambu melalui media sosialnya mengingatkan setiap orang yang telah terdata dan menjadi sasaran vaksinasi memiliki kewajiban untuk melakukan vaksinasi. Kewajiban itu diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang perubahan atas Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Sanksi bagi mereka yang menolak divaksin dijelaskan dalam Perpes 14/2021, tepatnya di ayat (4), yang isinya. “Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai sasaran penerima vaksin Covid-19 yang tidak mengikuti vaksinasi Covid-19. Sebagaimana dimaksud pada ayat (2), dapat dikenai sanksi administratif berupa:

  1. Penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial;
  2. Penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan; dan/atau
  3. Denda”.

Wily juga mengungkapkan hasil sosialiasai program vaksinasi selaras dengan capaian gebyar vaksinasi di kantor desa, kantor balai Diklat SDM Kementrian Perhubungan dan Gedung Serba Guna Desa pada bulan-bulan yang lalu. Dari asumsi bahwa dari total penduduk 9600 yang jadi sasaran vaksinasi 6700 orang, capaiannya mencapai 62% untuk Desa Cibodas sampai Oktober. Kalau kita ditargetkan oleh Bupati sampai dengan Desember harus 80%, maka satu kali lagi gebyar vaksinasi akan tercapai.

Pemerintah Desa telah bekerjasama dengan Polsek Pasir Jambu, pihak TNI, Puskesmas setempat dan Balai kementrian yang menyelenggarakan vaksinasi. Semuanya dilaksanakan dalam rangka akselerasi vaksinasi. Karena kalau menunggu jadwal reguler yang ada, tanpa inisiatif pemerintah desa mandiri menyelenggarakan gebyar vaksinasi, maka akan lambat gerak jumlah warga yang tervaksin. Maka kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang ikut serta hadir membantu.

Intinya kita harus bersama-sama mewujudkan program pemerintah ini. Walaupun ada kendala seperti di desa yang lain, perihal masih adanya kelompok warga yang belum tumbuh kesadarannya untuk divaksin atau kekurangan dukungan biaya gebyar vaksinasi mandiri. Tapi kuncinya agar lebih banyak masyarakat yang tervaksin, kuncinya ada di kepala desanya harus mampu meyakinkan masyarakatnya tentang pentingnya vaksinasi.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90