Hampir Semua Perempuan Menolak Jadi Istri Pertama

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Diskusi sangat menarik dengan entitas pria yang mayoritas omdo. Omdo artinya omong doang. Mereka mengatakan hampir semua perempuan tidak mau atau menolak dengan keras untuk jadi istri pertama. Mengapa? Nah ini menarik dan memang faktanya demikian.

Seorang Kiyai ASN, kepala SMAN maksudnya berkata pada Saya bahwa alasan dari perempuan menolak menjadi istri pertama adalah tak mau dipoligami. Namun sejumlah perempuan mau menjadi istri kedua. Menjadi istri kedua ternyata lebih bisa diterima hati mereka daripada menjadi istri pertama.

Menjadi istri pertama benar-benar sangat sulit karena harus menerima kehadiran istri kedua. Namun menjadi istri kedua tidak ada masalah menerima kehadiran istri pertama. Sama-sama istri seorang suami tapi karena posisi pertama dan kedua menjadi beda rasa. Rasa menjadi istri pertama itu hadeuh, jeletit katanya.

Istri pertama tak tahan lihat kehadiran istri kedua. Istri kedua lihat istri pertama Sang Suami, biasa saja. Menurut Vicky Prasetya ada istilah konspirasi hati. Istri pertama melihat istri kedua dari suaminya sangat tak terima. Sementara istri kedua sangat bisa menerima kehadiran istri pertama Sang Suami.

Inilah kesimpulan judul di atas bahwa “Hampir Semua Perempuan Tak Mau Menjadi Istri Pertama”. Entitas perempuan lebih memilih menjadi istri kedua. Menjadi istri kedua itu tidak sakit hati melihat istri pertama. Namun menjadi istri pertama selalu tak bisa terima dan sakit hati melihat kehadiran istri kedua. Umumnya demikian.

Tulisan ini adalah “permintaan” sahabat Saya seorang Kiyai ASN yang sering diskusi, eksplorasi dan bernarasi secara serius terkait dunia laki-laki dan perempuan. Sayang sekali sahabat Saya ini semuanya adalah entitas Omdo. Bicaranya pada hebat terkait wawasan poligami tapi keberanian dan kesanggupan memulai hanya omong doang.

Ungkapan “Burung pandai berkicau tak mampu membuat sarang” sama artinya dengan orang yang sering diskusi tentang perempuan, poligami dan hal lainnya adalah orang-orang yang tak mampu dan tak punya kemampuan untuk mempraktikannya. Mereka adalah entitas pria “bermasalah” walau pun mereka semua sarjana dan cukup wawasan.

Pria atau laki yang hebat tidak banyak teori, diskusi dan bernarasi melainkan langsung eksekusi. Ini baru namnya lelaki sejati! Seorang pria atau lelaki kelelakian atau kepriaannya bukan dinarasi atau diwacana melainkan dieksekusi. Keberanian adalah ciri pria sejati. Omdo adalah ciri pria “bermasalah”.

Semoga tulisan ini tidak terlalu serius dibaca dan jangan ada yang sakit hati. Introsfeksi diri saja. Tanya pada diri sendiri benarkah seorang perempuan menolak jadi istri pertama dan semangat jadi istri kedua? Bagi para pria sadarlah bahwa semakin banyak bicara terkait poligami semakin menjelasakan “impotensi” keberanian.

Padahal bila kita punya iman yang baik, menjadi istri pertama dan kedua sama saja. Sama-sama sebagai seorang istri. Sama-sama menjadi seorang yang dicintai oleh suaminya. Itulah misteri rasa. Sulit dijelaskan. Kadang iman saja tak cukup. Isi dompet pun tak cukup. Urusan hati adalah urusan misteri egosime Sang Manusia.

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60