Mts. Negeri I Tarogong, Diduga Masih Melakukan Penjualan LKS

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Heru

Kabupaten Garut – Kendati sudah ada larangan yang dituangan dalam PP No 17 Tahun 2010 dan Surat Edaran Bupati Garut, namun ternyata masih banyak sekolah diwilayah Kab.Garut yang menjual Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada anak didiknya, seperti yang terjadi di MTs Negeri 1 Tarogong Kidul, Kab.Garut.

Hal tersebut terungkap saat ada pengakuan dari beberapa orangtua murid kelas 8 dan 9 yang tak bersedia namanya disebutkan, mereka membenarkan telah membeli buku LKS sebanyak 16 buah dengan harga Rp.100 ribu melalui koprasi sekolah yang bernaung dibawah Kementerian Agama tersebut.

Saat akan dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala MTs 1 Tarogong, Rusdi Saleh, sepertinya enggan menerima Wartawan dengan alasan sedang menerima tamu.

Setelah ditunggu hingga satu Jam, Rusdi tak juga menampakan batang hidungnya, akhirnya awak Koran Sinar Pagi pun meninggalkan sekolah tersebut.

Dilain pihak, Kemenag Garut yang diwakili Bidang Humas, Ceng Anwar ketika diminta tanggapannya terkait hal tersebut mengaku baru menerima informasi ini dari pihak media.

“Kami akan melaporkan hal ini kepada pimpinan dan akan mengkomunikasikan hal ini dengan pihak sekolah yang bersangkutan, kita juga akan melakukan krosscek dilapangan,” ucapnya.

Menurutnya, pihak Kemenag sudah seringkali menyampaikan larangan sekolah untuk menjual buku LKS kepada murid, “Ini mungkin pihak sekolah yang mengabaikan dan kepseknya bermasalah dan itu oknum, nanti semua akan disampaikan ke pimpinan, karena ranah kebijakan tindakan dan sanksi ada dipimpinan,” tandas Ceng Anwar.

Sekjen GAWAT (Gabungan Wartawan Nekat) Agus Lukman ketika dimintai tanggapannya mengatakan, bisnis buku LKS di sekolah itu memang menggiurkan, apalagi kalau jumlah muridnya banyak, omsetnya bisa ratusan juta.

“Itu kan untuk dua semester, makanya meskipun sudah ada larangan tetap saja ada sekolah yang tak menggubris,” ucapnya.

Agus menyebut, para oknum ini mencari celah dengan dijual di koprasi sekolah, atau pihak luar yang sudah di seting.

“Semua itu karena nilai uang yang cukup besar, sehingga ada saja pihak yang tergoda untuk bermain di arena ini, seharusnya ada tindakan tegas kepada sekolah yang bersangkutan, karena jelas – jelas menambah beban orangtua murid,” pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90