DPMD Jabar Arahkan Kepala Desa Miliki “Smart Leadership With Brain Management”

banner 468x60

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, 45 kepala desa dari desa-desa berkategori mandiri dan tertinggal atau yang mewakili secara luring dan juga DPMD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat secara daring. Mengahadiri acara AKSARA (Akademi Desa Juara) di aula H. Mutawali, Kantor DPM-Desa Provinsi Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung, pada hari Rabu, 29 September 2021. Kegiatan tersebut berlangsung selama 2 hari. Dengan menghadirkan 3 orang narasumber yaitu Guru Besar IPDN, Fernandes Simangunsong serta Ade Julius Rizky dan Nyoman Indra dari PT. Brain Capital Indonesia.

Ade Julius Rizky narasumber dari Brain Capital Indonesia menyampaikan jadi pertemuan hari ini dan kemarin merupakan langkah dari yang diharapkan oleh Jawa Barat yaitu Jawa Barat juara lahir batin dengan inovasi dan kolaborasi. Dengan tema tersebut dilakukan pelatihan ini, ada pelatihan manajemen yang sangat unik menurut saya yang dikatakan Inovasi dan kolaborasi yang dilaksanakan oleh DPMD Jabar. Dengan menghadirkan korporasi atau perusahaan untuk memberikan pelatihan bagi kepala desa. Ini menarik diselenggarakan bagi para kepala desa dan saya yakin pertemuan ini yang pertama di Indonesia.

Kami melihat sendiri bagaimana respon para peserta. Mereka mendapatkan sesuatu yang baru memperoleh cara tentang bagaimana mengelola pikiran sendiri. Mereka diarahkan pandai atau ahli mengelola otak mereka sendiri untuk menyelesaikan masalah yang ada. Diantara targetnya ialah “jika seseorang dapat mengeloa otaknya, maka dia akan dapat mengelola dirinya. Dan jika dia berhasil mengelola dirinya. Maka dia akan sukses mengelola orang lain, organisasinya dan desanya” ucapnya

Saat diwawancarai tentang acara itu, Desi Susanti, S.STP, Kepala seksi bina pengembangan kapasitas aparatur desa, bidang bina desa DPMD Jabar mengungkapkan rangkain isi kegiatan hari ini sebagai upaya mempersiapkan mental dan pemikiran kepala desa. Sehingga sebelum pemerintah daerah memberikan program, nantinya mereka sudah siap menerimanya.

Nantinya pemerintah desa terbiasa merangkul berbagai pihak dengan aturan regulasi. Jika kekurangan anggaran atau sumber daya manusia. Dengan kolaborasi yang menumbuhkan partisipasi masyarakat atau perusahan. Intinya setiap persoalan di desa itu ada solusi, jika desa tidak ada masalah, maka tidak perlu ada kadesnya. Sehingga kehadiran kepala desa mampu menjadi solusi masalah-masalah yang sering tiba-tiba muncul.

Melalui pelatihan ini mereka diharapkan terbiasa berpikir cerdas dan visioner. Fokus memilih prioritas pemanfaatan anggaran. Selain itu kedepannya strategi kolaborasi dan inovasi akan menghasilkan atau mengeliatkan ekonomi di desa wilayah Jabar. Sehingga jika bersaing dengan desa di provinsi lain desa di Jabar tetap unggul. Misalnya melalui pengelolaan potensi desa yang saat ini kebanyakan bukan oleh bumdes, namun oleh perusahaan swasta. Sedangkan produk yang ada di desa cenderung hanya dikelola sendiri oleh masyarakat, masih kurangnya kehadiran pemerintah desanya untuk kemajuannya.

Menurutnya, setelah kepala desa memiliki Smart Leadership, baik dari kepala desa baru, mandiri atau tertinggal, yang hadir dalam acara diskusi. Akhirnya mereka dapat merumuskan cara untuk kesuksesan membangun desanya.

Diantara keberhasilannya, desa dapat menganalisa masalah, melihat dengan jelas lalu berpikir untuk bisa menyelesaikan. Selain itu mereka juga berkarakter optimis, kalaupun ada yang sulit itu karena belum tau caranya saja. Maka melalui kepemimpinan yang bijaksana mereka lebih dapat diterima oleh masyarakat saat menyelesaikan masalah desanya. Dan Jika sewaktu-waktu pemerintah daerah memberikan intervensi, mereka sudah tau cara mewujudkannya.

 

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90