Berebut Tanah 1.353 M ?… H. Jujun Junaedi & dr. UW Sampai Sidang Ke Lahan Sengketa

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta: Mely

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Kasus yang bermula dari laporan H. Jujun Junaedi kepada Polres Kota Bandung atas Laporan Polisi No: LPB/128/III/2017/JBR/Res Bdg, tanggal 26 Maret 2017 yang melaporkan dr. UW atas dugaan Tindak Pidana Pemalsuan akta outentik dan atau menyuruh menempatkan keterangan palsu kedalam akta outentik.

Dugaan adanya pemalsuan sertifikat dengan luas lahan 1.353 M2 yang berlokasi di Kampung Rancakembang Kelurahan Baleendah Kabupaten Bandung sejak 2017. Kini di atas tanah tersebut sudah berdiri bangunan yang dipakai sebagai gedung sekolahan dan rumah tinggal terdakwa dokter UW.

Saat pelaksanaan sidang ditempat, dengan Ketua Majelis Hakim Suwandi, SH.,MH. Dengan Hakim Anggota Adrianus Agung Putrantono, SH. dan Dr. Abdul Azis, SH., M.Hum, sempat diwarnai ketegangan antara pengacara dokter Umi dengan awak media. Ketegangan tersebut disebabkan karena pengacara terdakwa merasa awak media  tidak memiliki izin untuk memotret lokasi tanah yang sedang berperkara.

Jaksa Amriansyah, SH.,MH mengatakan, bahwa diadakannya sidang ditempat itu untuk mengetahui lokasinya dimana dan berbatasan dengan apa saja.

Dokter Umi mempunyai barang bukti berupa sertifikat tanah tersebut. Padahal menurut pengakuan H. Jujun Junaedi sertifikat tanah tersebut berada di tangannya, karena belum pindah tangan atau belum pernah dijual tegasnya.

Menurut pengakuan dokter Umi, tanah tersebut dibeli tahun 2010 dari saudara Zainal Wahid. Namun menurut ahli warisnya, Zainal Wahid meninggal dunia pada tahun 2009. Lebih lanjut Sdr. Bagus, seorang saksi yang sekaligus sebagai ahli waris dari Zainal Wahid menyatakan bahwa “Selama ini yang saya tahu tanah itu belum pernah dijual”.

Dadang Sukmawijaya, SH, MH. sebagai pengacara pelapor mengatakan “Klien saya Pak H. Jujun Junaedi telah membeli tanah di Rancakembang Baleendah ini seluas 2.560 M2 dari Ari Mulyono, kemudia ia balik nama. Hingga saat ini sebahagian dari objek tanah tersebut seluas 1.353 M2 diklaim sebagai milik terdakwa dr. UW.

Lebih lanjut Dadang menegaskan bahwa klien saya H. Jujun Junaedi sebelum melaporkan terdakwa itu melakukan pengecekan dulu kesana kemari, ke kelurahan, kemudia ke ahli waris.  Setelah terkumpul semua bukti-bukti baru melaporkannya ke pihak kepolisian.

Ditegaskannya, tidak masuk akal jika ada transaksi jual beli terjadi pada tahun 2010. Sedang si penjual sudah meninggal tahun 2009. Lagi pula akte aslinya masih ada dan dia tidak pernah menjualnya.

Lebih lanjut Dadang mengatakan bahwa terdakwa membuat sertifikatnya itu dari fotocopy yang dilaporkan hilang, dari laporan kehilangan itu dijadikan sertifikat pengganti. Padahal sertifikat yang aslinya ada tidak pernah dibeli dari keluarganya. Terlebih lokasi tanahnya di blok listrik yang jauhnya satu setengah kilometer dari Rancakembang pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90