Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum Membuka Launching Petani Milenial Kehutanan Komoditas Jamur Kayu Secara Virtual

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Sugama

Kabupaten Sukabumi – Wakli Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum membuka Launching Petani Milenial Kehutanan Komoditas Jamur kayu secara virtual, Selasa (28/09/2021), bertempat di Pesantren Yayasan Al-Islam Mustaqim (YASIMU), di Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sulabumi.

Acara yang digagas oleh Dinas Kehutanan Jawa Barat ini merupakan penetapan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Milenial “Harapan Maju” yang bergerak dalam usaha Jamur Kayu, yang merupakan binaan Penyuluh Kehutanan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Sukabumi.

Pada acara tersebut hadir (secara virtual) Wagub Jawa Barat, sedangkan di lokasi acara tampak hadir, Kepala Biro Ekbang Setda Prov.Jabar, Komisi 2 DPRD Jabar, Kadishut Jabar beserta staf, Kadis Kelautan dan Perikanan Prov.Jabar, Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Prov.Jabar, Kadis Perkebunan Prov.Jabar, Wakil Walikota Sukabumi, Asda II Bidang Ekbang Kab.Sukabumi. Kalpolres Sukabumi, Dandim Sukabumi, Presdir PT. Semen jawa, Dirut Bank BRI Agro Jabar, Ketua Otoritas Keuangan Regional dua Prov. Jabar, beserta staf Cabang Dinas Kehutanan Wialayah III Sukabumi.

Dalam sambutannya Kadis Kehutanan Prov.Jabar, Epi Kustiawan melaporkan bahwa launching petani milenial kehutanan ini untuk melaksanakan program Gubernur Jawa Barat dalam rangka mengentaskan pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Epi menambahkan, dalam pelaksanaannya program petani milenial ini dilakukan dalam dua skema, yaitu melaui pinjaman KUR BRI Agro dengan optekernya Ketua Koperasi Wana Yasa Lestari, Surya Lesmana, sedangkan yang kedua melalui dana CSR dari PT.Semen Jawa (SCG).

“Program petani milenial ini juga dalam rangka mpemanfaatan aset-aset yang dimiliki pemerintah daerah,” ujarnya.

Sementara Bupati Sukabumi dalam sambutan selamat datangnya yang dibacakan oleh Asda II Bidang Ekbang, Ahmad Riyadi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam meningkatkan pemberdayaan sektor pertanian dan logistic pangan yang dianggap stabil dan tahan terhadap dampak pandemic covid-19.

Selanjutnya, Wagub Jawa Barat, Uu Ruhzanul Ulum memberikan arahan kepada seluruh jajaran perangkat daerah, bahwa gagasan dibentuknya petani milenial itu karena adanya keperihatinan atas berkurangnya masyarakat keluarga petani yang terjun dalam bidang usaha pertanian dan semakin menyempitnya lahan-lahan usaha pertanain di jawa barat, karena beralih dalam penggunaan lahan oleh sector lain.

Ia berharap dengan dibentuknya Petani Milenial beserta Santani (Santri Petani) ini akan meningkatkan minat keluarga petani untuk terjun dalam usaha pertanian.

“Agar menarik perhatian kaum milenial maka penggunaan teknologi di bidang pertanian perlu dikembangkan, selain itu akses untuk usaha pertanian ke perbangkan dipermudah,” katanya.

Pada Kesempatan tersebut sekaligus dilakukan penandatanganan MoU perjanjian antara Bank BRI Agro dengan Opteker Usaha Jamur Kayu dan MoU Antara Petani Milenial (KTH Harapan Maju) dangan PT.Semen Jawa (SCG) sebagai pemberi dana CSR.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90