Kepala SMKN 5 Ogan Ilir Diduga Selewengkan Dana BOS

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Heri Kusnadi

Kabupaten Ogan Ilir – Oknum Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Ogan Ilir DW Diduga Telah melakukan tindakan Penyelewengan terhadap Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga ratusan juta rupiah.

Hal ini terungkap dari pengakuan seorang guru berinisial SR yang merupakan Bendahara Dana BOS SMKN 5 Ogan Ilir, “Waktu Pencairan Dana BOS saya diajak Ke Bank, setelah tanda tangan untuk pencairan saya tidak tahu lagi dana BOS dibelanjakan untuk apa,” terangnya saat dikonfirmasi awak media di ruang jelas, Jumat (24/9/2021).

Dikatakan SR, sebanyak 35 orang tenaga pengajar di SMKN 5 Ogan Ilir sebagian besar Tenaga Honorer dan hanya dua orang PNS, dirinya sebagai Bendahara dan Kepala Sekolah itu sendiri.

“Sehubungan di sekolah ini tidak ada yang PNS jadi terpaksa saya dijadikan sebagai Bendahara untuk mencairkan Dana BOS tetapi dengan perjanjian transparan dalam Pelaksanaan Belanja Dana BOS,” ujarnya.

Namun pada kenyataannya, lanjut dia, alam pelaksanaan, Kepala Sekolah tidak transparan dalam membelanjakan Dana BOS, “Dana BOS dibelanjakan oleh Kepala Sekolah seperti tiba – tiba beli gentong yang merupakan wadah Sampah, selebihnya saya tidak tau Belanja untuk apa,” jelasnya.

Saat disinggung Kegunaan Dana BOS SMKN 5 Ogan Ilir seperti, Pembelian dan perawatan alat multimedia belajar mengajar SMK, Penerimaan siswa/i didik baru, Pengembangan Perpustakaan, Kegiatan belajar mengajar dan ekstrakurikuler, Kegiatan evaluasi pembelajaran, Pengembangan profesi guru,
Kegiatan praktek kerja lapangan (PKL), Kegiatan uji kompetensi, Kegiatan sertifikasi kejuruan, Pengelolaan sekolah, Pembelian dan perawatan alat multimedia belajar mengajar, Pembayaran honor, Langganan daya dan jasa perawatan sekolah, Bendahara tidak bisa menjelaskan, karena ia tidak mengetahui dengan pasti saat belanja kegunaannya.

“Yang memegang uang kepala sekolah dan saat berbelanja didampingi YK yang merupakan Tenaga Honorer,” tuturnya.

Senada yang dikatakan salah satu guru tenaga honorer yang di bayar dengan menggunakan Dana BOS, mengaku sudah 5 bulan belum menerima honor, “Kami dibayar berdasarkan jam pelajaran pak, 1 jam sebesar Rp.7.500, dalam satu minggu saya mengajar sebanyak 12 jam, tetapi sampai sekarang belum menerima honor,” jelasnya.

Dia berharap Kepala SMKN 5 Ogan Ilir untuk fokus memajukan sekolah yang dipimpinnya, seperti sekolah lain yang ada di kota – kota dan mensejahterakan para gurunya, agar sekolah menjadi lebih berkualitas.

“Jangan biarkan guru mengajar tanpa fasilitas, sekarang tidak ada kegiatan untuk olahraga dan ekstra kurikuler,” ucapnya.

Dia berharap kedepan lebh transparan dan keterbukaan dalam mempergunakan dana BOS, “Terus lengkapi sarana dan prasarana sekolah ini seperti olahraga, kesenian, Kegiatan – kegiatan Ekskul, seperi Pramuka, ditambah lagi kegiatan prasarana belajar mengajar yang menunjang lainnya,” tukasnya.

Hasil pantauan, fasilitas penunjang protokol kesehatan tidak tersedia di sekolah ini, hal tersebut dapat terlihat dengan tidak adanya alat cuci tangan, kalaupun ada juga nampaknya sudah tidak lagi digunakan sejak lama, demikian hal nya dengan handsanitizer dan para guru serta muridnya pun tidak menggunakan masker.

Didapati pula bangunan baru, yang menurut para guru merupakan ruang Kepsek dan ruang laboratorium komputer yang sudah di lengkapi dengan mobiler. Bangunan 4 lokal ini dibangun bulan Desember 2020 lalu, akan tetapi bangunan yang menghabiskan dana Rp.1,3 Miliar tersebut belum dimanfaatkan, padahal kini pembelajaran tatap muka terbatas telah berlangsung.

Sementara Kepala Sekolah SMKN 5 Ogan Ilir Dwiyono belum bisa ditemui, menurut salah satu guru yang mengajar, Kepala Sekolah jarang dayang ke sekolah, dalam seminggu hanya satu atau dua kali saja, karena yang bersangkutan tinggal di Kota Palembang.

Pos terkait

banner 468x60