Manggala Agni Genap Berusia 19 Tahun, “Karhutla Harus Tetap Diwaspadai”

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Iwan Brata

Kabupaten Muara Enim – Tepat pada 13 September 2021 Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Manggala Agni genap berusia 19 tahun.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, peringatan Hari Ulang Tahun kali ini terasa lebih berat, karena dilaksanakan dalam masa pandemi Covid-19 yang tengah melanda tanah air dan dunia. para Pahlawan Langit Biru ini dituntut untuk tetap bekerja di lapangan mewaspadai dan mengantisipasi terjadinya karhutla.

“Intinya, kita harus menghindari terjadinya bencana ganda. Di satu sisi karhutla harus tetap diwaspadai, sementara di sisi lain kita juga harus memperhatikan kesehatan karena negara kita masih berada di tengah ancaman wabah Covid-19,” ucap Ketua Tim Patroli di Kecamatan Lubai dan Lubai Ulu Jahnson Saputra.

Sementara Kepala Manggala Agni Daops Sumatera XVI Lahat memgatakan, meski dirasa berat, namun ia mengatakan hal itu tak akan mengurangi konsistensi jajaran Manggala Agni di lapangan, sebab pihaknya telah memberikan arahan guna memandu para petugas saat melaksanakan tugas.

“Pada hakikatnya kita tetap melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, dengan tetap mematuhi ketentuan pemerintah tentang antisipasi penyebaran dan penanganan Covid-19,” tambahnya.

Salah satu Contoh Manggala Agni Di wilayah Kecamatan Lubai dan Lubai Ulu pada 21 Desa Daerah Operasional (Daops),menjadi salah satu daerah yang perhatian khusus dalam penanganan Karhutla di di wilayah ini mengingat terdapat lahan gambut dan perkebunan sawit dan karet yang luas, ini sangat rawan menjadi sumber karhutla.

Sejauh ini pihaknya bersama pemerintah Kecamatan, desa, dan para pihak terkait lainnya, terus melakukan berbagai upaya untuk menekan potensi kejadian karhutla Di wilyah kecamatan Lubai dan Lubai Ulu diantaranya dengan Kordinasi dengan pemerintah setempat, Polsek, Danramil, Kecamatan desa, dengan mensosialisasikan dengan masyarakat tentang Antisipasi Karhutlah, seperti pengecekan kondisi Lapangan, melakukan Uji Remas serasa daun tunggal pengecekan kondisi Tanah serta Invetarisasi sumber Air.

Upaya lainnya adalah pengawasan dan pembinaan bagi pemegang izin pengusahaan kehutanan dan perkebunan, serta peningkatan penyadartahuan pencegahan karhutla dan pemberdayaan masyarakat untuk usaha ekonomi alternatif.

Sejak dibentuk hingga berjalan pada kondisinya seperti saat ini, Edi Setiawan mengatakan pihaknya merasa bersyukur mengingat sinergitas para pihak terkait pengendalian karhutla semakin menguat, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, POLRI, sektor swasta kehutanan/perkebunan, dan elemen masyarakat, terus bahu-membahu membangun sinergitas dalam pengendalian karhutla.

“Kondisi ini kita harapkan dapat terus berjalan dan semakin lebih baik pada masa-masa mendatang,” tambahnya.

Menurutnya, saat ini paradigma penanganan Kahutla telah bergeser dengan lebih mengutamakan upaya Pencegahan, daripada pemadaman. Pengendalian karhutla tidak hanya dilakukan saat banyak terjadi kejadian karhutla, namun upaya pencegahan telah mulai pada fase awal siklus karhutla sebelum memasuki fase krisis.

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60