Miliki Kecerdasan Interpersonal, Kepala SLB Sabilulungan Menjadi Rujukan Konsultasi

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Andang Jumhawan S.Pd dinilai memiliki kecerdasan interepersonal, sehingga sering dijadikan rujukan konsultasi masalah pendidikan anak berkebutuhan khusus. Adang yang saat ini menjabat kepala Sekolah Luar Biasa atau SLB Sabilulungan Katapang Kabupaten Bandung, selalu menyambut tamu guru atau kepala sekolah lain yang sengaja berkunjung ke sekolahnya.

Saat ditemuiĀ  jurnalis koransinarpagijuara.com diruang kerjanya, Adang Jumhawan S.Pd menyampaikan dahulu saya itu guru di lingkungan SMP dan saat ini ditakdirkan menjadi kepala SLB Sabilulungan sejak 2009 hingga saat ini tahun 2021. Intinya sebagai kepala sekolah yang bertugas manajerial dan supervisi, kepala sekolah juga harus memiliki jiwa kewirausahaan. Selain itu ada tugas tambahan melayani konsultasi bagi mereka para orang tua bahkan rekan kerja yang mengalami masalah kendala hambatan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus, ucapnya diruang kerjanya (30/8/2021)

Menurutnya dari hasil supervisi mendidik siswa berkebutuhan khusus proses penerapan kurikulum sangat beda dengan sekolah yang lain. Karena kurikulumnya yang harus disesuaikan dengan kemampuan siswanya, bukan siswa yang harus mengejar kurikulumnya. Proses panjang pelaksanaan kegiatan belajar bagi siswa disini targetnya perubahan perilaku dan untuk merubah perilaku sangat berat prosesnya. Misalnya ada siswa yang ketika diberi alat edukasi yang nilainya jutaan, justru tak disangka dirusak oleh siswa kebutuhan khusus. Dikasih buku untuk belajar ujungnya dicoret-coret atau disobek jadi sehari harus habis satu buku. Tapi ada siswa yang namanya Daus, dia itu kalau ke sekolah suka bawa kardus atau triplek dan saat dikasih kardus untuk menjadi media belajarnya dia sangat menyenangi, jadi dia tidak suka buku. Ada juga siswa yang tidak masuk-masuk sekolah, tapi tiba-tiba datang terus menerus padahal saat ini lagi dilarang ke sekolah. Selain itu ada siswa yang tidak pernah masuk selama berbulan-bulan, tapi saat waktu ujian tiba-tiba datang sendiri. Seperti itulah kurang lebih kondisi mendidik siswa SLB.

Jadi jangan heran kalau gaji kinerja bagi guru di SLB lebih tinggi karena beban profesinya lebih berat. Sehingga banyak guru sekolah lain ingin mengajar di SLB, tapi sayangnya tidak punya keahlian utuk mendidik siswanya. Mengajar di SLB dengan sekolah lain sangat beda, ibarat menyelami air keruh kalau tidak terbiasa pasti tidak akan tau isi dalam airnya. Sedangkan mengajar di sekolah lain, seperti menyelami air yang jernih yang otomatis kita mengetahui mulai dari dalam dan isi airnya. Kesimpulannya kalau guru dari SLB otomatis bisa mengajar di sekolah lain, sedangkan guru lain belum tentu bisa mengajar di SLB, ungkapnya

Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com, Andang Jumhawan termasuk kandidat berprestasi dari lomba kreativitas kepala sekolah tahun 2016-2018 dan tahun sebelumnya termasuk kepala sekolah berprestasi pada tahun 2009 tingkat daerah. Selain itu beliau termasuk pendiri SLB Sabilulungan yang saat ini sekolahnya memberikan layanan pendidikan tanpa membebankan biaya kepada orang tua siswa. Dan sekolah yang dipimpinnya juga sering mengadakan bakti sosial bagi kalangan orang yang perlu dibantu.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90