Komunitas Budaya Posstheatron Helat Pertunjukan Comblang di Agustus 2020

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Fitri

Kabupaten Garut – 18 bulan hidup dimasa pandemi, masyarakat dibiasakan untuk hidup dengan pola disiplin yang baru, dan dibiasakan pula dengan bahasa dan istilah baru seperti, Rapid test, swab antigen, vaksin, PCR, sosial distancing, hand sanitizer, disinfektan, suspect, tracing, lockdown, PSBB, new normal, PPKM Darurat, PPKM berlevel, face shield, wajib masker, sertifikat vaksin, adu tinju, atau saling sikut.

Selain itu, diserbu juga dengan kebiasan dan produk fabrikasi baru, download aplikasi ini dan itu untuk work from home, school from home ( sekolah online ), webinar, virtual, dengan sangat cepat menyusup ke lidah kita, istilah itu akan sangat mudah  ditemui bahkan sampai obrolan di pos ronda.

Ketua Komunitas Budaya Posstheatron, Fachroe, mengatakan Kami disini selama 18 bulan tersebut, masih sempat pertunjukan Comblang di Agustus 2020, setelah kebijakan lockdown melonggar tentu saja  beradaptasi dengan kebiasaan baru, apresiator wajib masker dan dibatasi, tempat duduk dijaraki, ruangan disemprot disinfektan, sebelum masuk cek suhu tubuh dan dilarang bergerombol dan e-tiket.

Sementara pada persiapannya urus surat izin ke banyak pihak, RT, RW, Desa, Kecamatan, Polsek, Koramil, Satgas Covid 19 melalui Puskesmas terdekat, sampai mendapat izin dari BPBD.

“Sangat panjang rantai birokrasinya itupun bukan suatu jaminan kelancaran, karena sewaktu-waktu mungkin saja dibubarkan atau dibatalkan tergantung perkembangan situasi mutakhir di tempat kami,” ucapnya, Senin (30/8/2021).

Namun pertunjukan itu terlaksana dengan baik. Di bulan Oktober 2020 berhasil pertunjukan Hutbah Munggaran di Pajajaran, pada pertunjukan ini kondisi semakin membaik secara kesiapan juga lebih siap karena sudah ada pengalaman di pertunjukan pertama. Desember 2020 pertunjukan Murak Manggoe, kondisi memburuk lagi sehingga pertunjukan itu di rekam saja kemudian di unggah di chanel Youtube.

“2021 gelombang pandemi tahap 2, kita berkenalan dengan covid varian alfa, beta, teta, dan delta keadaan diperketat kembali, di bulan Agustus 2021 ini, setelah situasi kembali agak melonggar kami merayakan ulang tahun ke 20 dimana pada awalnya acara ini direncanakan di bulan Juli 2021 sebulan sebelumnya,” tandasnya.

Dikatakannya, pertunjukan sederhana ini mungkin akan jadi pertunjukan pertama di Garut pasca PPKM berlevel, pertunjukan yang semula direncanakan dihadiri banyak pihak dengan sangat menyesal dibuat terbatas bahkan sangat terbatas.

Di acara sederhana tersebut menampilkan, Longser yang merupakan teater tradisonal Jawa Barat, Tari tradisional, Musik Kolaborasi, Pameran Lukisan, Lapak buku sastra, dan Monolog dari Ngaos Art Tasikmalaya.

“Untuk mengalihkan pertunjukan dari in situ ke virtual bagi kami masih agak sulit dilakukan, karena memerlukan banyak piranti dan sumber daya manusia pendukung (kamera dan lighting system yang memadai, koneksi internet yang tinggi) dan tentu sulit dijangkau biayanya,” tambahnya.

Pertunjukan dilanjutkan ke kaul dan orasi kng Darpan Ariawinangun, yang menekankan bahwa komunitas, komunitas budaya terutama harus mengedepankan atau memelihara nilai-nilai kemanusiaan dan menjaga atau mienjadi motor penggerak sikap toleran. Karena dua hal di atas semakin hari semakin pudar nilainya.

“Kami kira tidak akan pernah selesai kalau kita senantiasa menginventarisir keluhan, sekarang ini persoalan bagi kami adalah bagaimana agar tetap produktif dengan situasi dan keadaan serta sumber daya yang masih ada disebutkeun hese bakal tambah hese, disebutkeun babari bakal aya solusi. Keep on rolling saja baby, everything will gonna be jongjon,” pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90