SPBU Cimaragas Diduga Langgar SOP PT Pertamina (Persero), Masih Layani Pembeli Menggunakan Jerigen

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Heru

Kabupaten Garut – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilarang melayani konsumen yang membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) menggunakan jerigen.

Hal itu telah diatur dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Larangan itu disebabkan karena jerigen terbuat dari bahan yang mudah terbakar.

Pertama, larangan pengisihan BBM gunakan jerigen diatur dalam Peraturan Presiden nomor 191/2014 agar SPBU dilarang untuk menjual premium dan solar kepada warga menggunakan jerigen dan drum untuk dijual kembali ke konsumen.

Selain itu, diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, pembelian Pertalite menggunakan jerigen yang dilarang adalah tidak disertai rekomendasi untuk kebutuhan tertentu (pertanian, perikanan dan kelautan) atau pemerintah setempat sesuai peruntukanya.

Kedua, pemerintah pusat telah menerbitkan Peraturan Presiden No 15 tahun 2012 tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu, tidak terkecuali larangan SPBU tidak boleh melayani konsumen dengan menggunakan jerigen dan menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi serta menjual ke pabrik-pabrik industry home atau rumahan dan industry untuk mobil-mobil galian C.

Ketiga, pembelian menggunakan jerigen juga termuat dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2012 bahwa telah diatur larangan dan keselamatan. Peraturan itu menerangkan secara detail tentang konsumen pengguna, SPBU tidak diperbolehkan melayani jerigen.

Tetapi Fakta di lapangan masih ada SPBU yang melayani pembelian dengan jerigen seperti hal yang terjadi di SPBU 3444 107 di Jalan Cimaragas, Kab Garut, SPBU ini masih melayani konsumen dengan jerigen seperti yang terekam camera penulis.

Ketika hal tersebut dikonfirmasikan ke pengawas SPBU tersebut, Cucu Iman, dia mengatakan, berdasarkan arahan dari pihak Pertamina kalau dibawah 100 Liter diperbolehkan.

Cucu mengaku dirinya sudah Zoom Meeting dengan Pertamina, ketika ditunjukan itu yang dilayani lebih dari 100 liter karena menggunakan mobil dan jerigennya banyak, Cucu menjawab itu kan banyak yang nitip tidak hanya satu orang.

“Kalau tidak ada arahan dari pertamina kita juga tidak berani,” tandasnya.

Dilain pihak Humas Hiswana Migas, Kab.Garut, Evi Alfian saat dihubungi melalui WA nya untuk dimintai tanggapannya belum memberikan jawaban.

Sementara wilayah Garut masuk ke
wilayah markekting orion Region III Jabar.

Sampai berita ini di turunkan belum bisa menghubungi kepala Unit Manager Comunication Relation dan CSR Pertamina MOR III, Dewi Sri Utami untuk meminta tanggapanya mengenai hal ini.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90