2.500 Paket Beras Dari Sekretariat Presiden Disebar Di Sumedang

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Jeky

Kabupaten Sumedang – Sebanyak 2.500 paket beras 5 Kg dari Sekretariat Presiden RI dibagikan Kodim 0610 Sumedang bersama jajaran Forkopimda kepada masyarakat Kabupaten Sumedang yang terdampak Covid-19, Jumat (27/8).

Pembagian diawali dengan apel pagi yang dipusatkan di Alun-alun Sumedang dan dihadiri Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir, Dandim 0610/Sumedang Letkol .Inf. Zaenal Mustofa serta unsur Forkopimda lainnya unsur TNI, Polri dan Satpol PP.

Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir beserta Unsur Forkofimda memberikan langsung bantuan beras secara simbolis kepada warga masyarakat.

Komandan Kodim 0610 Sumedang Letkol. Inf Zaenal Mustofa dalam kesempatannya mengatakan, pembagian dilaksanakan secara serentak di empat titik di wilayah Sumedang kota.

“Ada empat tempat yakni Alun-alun, Bundaran Binokasih, Taman Telor dan Bundaran Alamsari. Total 2500 paket beras 5 kilogram beras,” ujarnya.

Dikatakan, pembagian beras tersebut menunjukan bahwa negara hadir dan peduli terhadap situasi yang terjadi di masyarakat.

“Sampai tingkat daerah dan pelosok (pemerintah) hadir memberikan bantuan dalam rangka meringankan beban masyarakatnya,” terangnya.

Dikatakan Dandim, pandemi memberikan dampak yang sangat luar biasa bagi masyarakat kecil di bawah.

“Tentunya seperti abang becak, tukang sapu, PKL, dan lainnya (sangat terdampak). Yang diberikan tidak banyak sekedar beras, tapi yang kita nilai bahwa negara hadir, peduli dan tidak acuh terhadap masalah ekonomi masyarakatnya sampai tingkat paling bawah,” katanya

“Sementara, itu Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir dalam kesempatannya mengatakan, Pemerintah Daerah sangat berterima kasih atas pembagian beras bagi masyarakat Kabupaten Sumedang yang dilaksanakan Kodim 0610 Sumedang dan bersumber dari bantuan sosial Sekretariat Presiden RI.

“Bantuan ini akan meringankan beban masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19. Jangan ada satupun masyarakat Kabupaten Sumedang yang kelaparan karena Covid 19 ini. Jangan ada satupun orang Sumedang yang tidak bisa makan,” ucapnya.

Ia merasa bersyukur di Kabupaten Sumedang seluruh kekuatan memberikan bantuan secara masif kepada masyarakat Kabupaten Sumedang.

“Baik TNI, Polri, DPRD, Kejaksaan, Pemerintah Daerah bersama-sama hadir menjadi bagian solusi untuk membantu masyarakat Kabupaten Sumedang,” ujarnya.

Ia juga dalam kesempatan tersebut menerangkan bahwa berdasarkan rapat dengan Forkopimda sehari sebelumnya Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Sumedang dapat dilaksanakan secara terbatas sebagai konsekuensi masuk di Level 3 dan memenuhi harapan masyarakat.

“Insyaallah hari Senin kita mulai. Persiapan-persiapan teknis terus dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Hari Sabtu atau Minggu Forkopimda akan mengecek kesiapan dibeberapa sekolah,” ucapnya.

Ia juga mengharapkan dengan dimulainya pembelajaran tatap muka tersebut tidak ada klaster baru Covid-19.

“Semuanya taat akan Prokes, ikut bertanggung jawab baik siswa-siswinya, orang tuanya dan para guru di sekolahnya. Jadi kami akan tempatkan di setiap sekolah Satpol PP yang menjaga dan mengawasi,” ungkapnya.

Ditambahkan Bupati, Dishub pun dengan TNI, Polri akan ikut mengawasi dan memonitor.

“Ada Satgasnya di setiap sekolah untuk memastikan semua protokol kesehatan berjalan dengan baik. Ada titik kritis yang kami bahas yaitu berangkat dan pulangnya anak-anak. Jangan sampai berkerumun dan atau bermain bersama lepas pulang sekolah. Ini yang kami antisipasi,” ujarnya.

Ia meminta agar semua pihak menjadi bagian solusi dan bertanggung jawab dalam pelaksanaa Pembelajaran Tatap Muka Terbatas tersebut. 

“Kita pastikan terus mengawasi, menjaga, mengawal, memonitor bahwa seluruh persiapannya telah matang dari sisi sarananya. Tiap sekolah ada sarana protokol kesehatan dan mekanisme pembelajarannya,” ujarnya.

Bupati menambahkan, untuk vaksinasi di Kabupaten Sumedang sudah mencapai sekitar 25 persen.

“Ada percepatan berkat kerja sama dan kerja keras semuanya sehingga diantara Kabupaten di Jawa Barat kita yang tertinggi yakni persen,” ungkapnya.

Bupati juga menyampaikan, jumlah masyarakat yang ingin divaksin masih banyak sementara persediaan vaksin sudah hampir habis.

“Kesiapan di lapangan sudah luar biasa, vaksinatornya sudah luar biasa, polanya  di 35 Puskesmas rata-rata 200 sasaran,” terangnya.

Ditambahkan Bupati, ia juga memfokuskan pelaksanaan vaksin di Tanjungsari, Jatinangor, Mobile Vaksin, dan Pos Vaksin Stasioner.

“Kendalanya sekarang kita memang kekurangan vaksin. Mudah-mudahan kita bisa terus ditambahkan vaksinnya,” pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90