Setiap Tanggal 25 Pakai Batik TPG

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dr. Dudung Nurullah Koswara,M.Pd.
(Dewan Pembina PGRI Dan Kepala SMA Penggerak)

Mengapa tanggal 25 para guru “diwajibkan” menggunakan batik PGRI Kusuma Bangsa ? Satu jawaban paling subtantif adalah karena berkat perjuangan PGRI dibawah kepemimpinan Mohamad Surya menyebabkan adanya TPG. PGRI masa Basyuni Suriamiharja, Mohamad Surya dan Sulistiyo memang penuh fakta perjuangan martabat guru. Rasa guru dan hasil perjuangannya benar-benar nyata !

Saya sebut batik PGRI Kusuma Bangsa sebagai “Batik TPG”. Mengapa ? Agar semua guru mulai dari guru ASN, non ASN di semua jenjang dan para dosen sadar bahwa hadirnya tunjangan profesi guru dan dosen adalah berkat jasa perjuangan PGRI. Tidak ada yang lain. Sekali lagi tidak ada organisasi lain yang paling depan memperjuangankan hadirnya TPG.

Batik PGRI menjadi uniform yang identik dengan demo-demo dan perjuangan kesejahteraan guru. Bagi guru sejatining guru. Bagi pengurus PGRI sejatining pengurus. Bagi dosen yang berutang budi pada guru dan PGRI. Bagi semua entitas pendidikan yang terimbas dan merasakan manfaat TPG hasil perjuangan PGRI wajib setiap tanggal 25 menggunakan “Batik TPG”.

Rasanya tak elok bila TPGnya jadi rezeki keluarga guru tapi batik TPGnya tidak punya atau tidak pernah dikenakan. Pemerintah Belanda saja doeloe pernah memiliki rasa malu dengan mengeluarkan kebijakan politik etika. Politik etika adalah membalas budi pada yang memberi. Belanda saja punya rasa malu karena pemerintah Belanda sejahtera berkat rakyat Indonesia.

Bagi kita para guru, mengapa tidak ? Mari kita gunakan “batik TPG” setiap tanggal 25, sebagai bagian dari politik etika pribadi atau entitas guru. Jangan sampai saat TPG lambat PGRI dicarai-cari dan pengurusnya dimarahi. Saat TPGnya sudah cair, lupa memakai “batik TPG”. Kalau kacang lupa kulitnya wajar, namanya juga kacang. Guru kan bukan kacang !

Kalau guru lupa terima kasih pada PGRI wah bahaya. Jangan-jangan para guru lupa atau abai bagaimana mencontohkan rasa terimakasih pada murid-muridnya ? Ayoo para guru, siapa yang hari ini tidak menggunakan batik TPG ? Ayo siapa ? Apalagi bila ada pengurus PGRI hari ini atau setiap tanggal 25 tidak menggunakan batik TPG aneh. Meminjam bahasa praktisi pendidikan Dr.Tatang Sunendar dengan ungkapan “duh…duh”. Artinya terlaluuu.

Hanya pengurus dan guru yang ada di ranting biasanya tak lupa menggunakan batik TPG. Mengapa ? Karena memang setiap hari bersama guru dan setiap bulan bayar iuran. Kalau ada yang ngaku-ngaku cinta PGRI tapi tidak tercatat di ranting dan tidak iuran berarti itu illegal. Hanya memanfaatkan PGRI sebagai numpang kehormatan atau numpang hidup. Guru aktif tidak ada yang numpang karena mereka pemiliknya. Waspadalah…

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90