Lurah Botoran Kurang Transfaran RT dan Warga Tidak Ingin Lanjutkan Jaga Posko

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Ok

Koran SINAR PAGI, Kab.Tulungagung,- Kurangnya Transparansi dari Lurah Botoran,
RT dan Warga berikan pernyataan tidak ingin lanjutkan jaga posko siaga covid-19 yang tak jelas, banyak alasan yang terucap karena kurangnya transparasi anggaran snack dan minum, apalagi warga juga diharuskan jaga jam 20.00 wib sampai 22.00 wib selama tiga bulan dimulai bulan Agustus, September, Oktober, padahal Virus Itu sangat bahaya dan tidak terlihat.

Andri Salah satu Ketua RT 1 di RW 4 di dampingi RT lainnya memberikan pernyataan “Jadi setiap hari Itu ada piket Jaga Posko delapan orang dimulai jam delapan malam sampai jam sepuluh malam, akomodasi yang diberikan kepada warga dari Kelurahan berupa snack dan minum dengan estimasi harga tujuh ribu rupiah yang pernah disampaikan pejabat Kelurahan. Namun mamin yang diberikan tak sesuai dengan besarnya anggaran tersebut, maksudnya tolong hargai juga kami selaku warga yang berjuang, sebenarnya dengan adanya Posko ini kurang setuju walaupun delapan orang namanya tetap bergerombol,” ucapnya

RT juga menambahkan pernyataannnya lagi bawasannya, “Bukan hanya itu ternyata sebenarnya Info Anggaran mamin tersebut sebenarnya sepuluh ribu rupiah dan perihal tersebut kita pertanyakan Kepada Lurah akhirnya diakui benar bawasannya anggaran mamin tersebut sepuluh ribu dipotong pajak. Untuk jumlah RT Kelurahan Botoran sendiri dua puluh enam per RT yang jaga delapan Orang, angaran mamin perorang sepuluh ribu dipotong pajak seperti halnya yang disampaikan Lurah. Anggaran tersebut dikalikan 3 Bulan dan mamin yang diberikan seperti itu,” tambah RT.

Saat Dikonfirmasi (24/08) Priyo, selaku Lurah Botoran menjelaskan terkait anggaran Makan dan Minum, “Anggaran tersebut sepuluh ribu rupiah dipotong pajak untuk cathering kita kerjasama dengan Fatma Perumahan dekat Botoran sini, jadi anggaran tersebut yang kita belanjakan delapan ribu rupiah untuk mamin dan yang mengirim makanan tujuh ratus limah puluh rupiah, disini akan tetap menggunakan Fatma karna sudah komitmen, karna Progam ini Utusan Camat Dan Bupati. Karena camat disini adalah (PA) Pengguna Anggaran,” ucapnya

Pernyataan yang telah di ucapkan dari Priyo Lurah Botoran kami selang pertanyaan Mohon Maaf Pak Priyo ? Apakah ada Cash Back Dari Pihak Chatering nantinya ? Jawab Priyo Selaku Lurah Botoran,”Pastinya ada, ” Ucapnya

Priyo Selaku Lurah Botoran juga sindir Lurah Kauman, “Coba itu dilihat kinerja Lurah Kauman, Lurah Karangwaru atau lainnya bagaimana nanti cara penyampainnya terbuka atau tidak kalau seperti Lurah Kauman nanti kinerjanya bagus saya akan contoh Lurah Kauman,”Tambah Priyo.

Pos terkait

banner 468x60