PGRI Kini dan Masa Depan

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh : Dr.Dudung Nurullah Koswara,M.Pd
(Dewan Pembina PGRI, Kepala SMA Penggerak)

Sahabat PGRI di seluruh Indonesia mari kita tetap mencintai PGRI dan meningkatkan kekuatan PGRI di semua jenjang. Ketua Umum PB PGRI saat ini sampai tahun 2024 sudah menjadi ketua umum sekitar 8 tahunan. Dua periode yakni periode pertama sejak Plt. tahun 2016 dan periode kedua hasil Kongres tahun 2019.

Kita berharap para pejuang PGRI dari pengurus Kota, Kabupaten dan Provinsi bisa mempersiapkan diri menjadi pengurus baru PB PGRI pada Kongres tahun 2024. Pengurus PB PGRI sebaiknya hadir dari para pengurus PB terbaik dan pengurus PGRI Kota, Kabupaten dan Provinsi.

Sebagai ASN aktif yang setiap hari bersama guru, sebagai Kepala SMA Penggerak dan sebagai Dewan Pembina PGRI, Saya punya tanggung jawab moral untuk mendorong lahirnya calon pemimpin baru, yakni seorang “Pria Sejati”.

Saya kini lebih tertarik melakukan “pembinaan” para kader PGRI melalui berbagai giat dan literasi di luar struktur sebagai entitas Dewan Pembina.

Bahkan sebagai mantan Ketua Ranting, Ketua Cabang, Ketua Kota dan Ketua PB PGRI, Saya mengajak hadirkan pemimpin baru yang lebih baik. Mengapa Bapak Basyuni, Prof.Surya dan Dr.Sulistiyo sangat sukses memimpin PB PGRI ? Diantara jawabannya adalah karena mereka berasal dari pengurus PGRI yang merambat dari daerah, dari bawah.

Para pengurus PGRI yang merambat dari bawah semisal Bapak Basyuni, Prof.Surya dan Dr.Sulistiyo sangat memahami realitas derita guru. Tersambung kebatinannya dengan guru. Mengapa mereka sangat tersambung ? Karena mereka mengalami dua hal. Pernah menjadi guru dan pernah lama sebagai pengurus PGRI ditingkat daerah.

Para pengurus PGRI terbaik dari daerah segera bersiap, berkolaborasi di tahun 2024 menghadirkan pemimpin “Pria Sejati” baru untuk membawa PGRI lebih wow. Sampai saat ini PB PGRI masih belum menunjukan satu lompatan emas yang menduplikasi prestasi Basyuni, Surya dan Sulistiyo.

Basyuni Suriamiharja mampu menghadirkan fasilitas tanah dan Gedung PB PGRI. Plus mempelopori berdirinya EI. Prof.Surya mampu menghadirkan UURI No 14 Tahun 2005 dan keluarnya TPG bagi entitas guru. Guru berkat jasa PB PGRI masa Prof. Surya jutaan jumlahnya menjadi lebih sejahtera. Dr.Sulistiyo mampu mendorong pengangkatan 1,1 juta guru honorer menjadi PNS. Kini PGRI dan PB PGRI bagaimana ? Ayo bangkit!

Era disrupsi membutuhkan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan perubahan dan menjawab kebatinan para guru seluruh Indonesia. Hanya pengurus daerah yang lebih punya ikatan emosional dengan anggota. Semoga ke depan pasca periode kedua Ketua Umum yang sekarang selesai, akan hadir Ketua Umum baru seorang “Pria Sejati”.

Menjadi ketua dari sebuah organisasi lebih mudah dibanding menjadi pemimpin. PB PGRI mulai dari tahun 2024 nanti harus hadir pemimpin baru yang lebih wow. Bukan hanya sebagai Ketua Umum tetapi mampu menjadi “Pemimpin Umum” yang dekat dengan para guru.

Pemimpin yang tidak konprontatif dengan pemerintah, sesama pengurus dan haus puja puji dari sejawat. Pemimpin yang otoriter dan kurang menghargai kapasitas guru dalam kepengurusan bahaya. Pasca tahun 2024 dibutuhkan pemimpin baru yang lebih apresiatif pada pengurus dan entitas guru anggota.

Jangan terjadi lagi seorang guru murni, guru aktif diberhentikan tanpa konfirmasi dan komunikasi. Ini noktah tatakelola organisasi yang harus kita benahi. Sebagai entitas Dewan Pembina PGRI Saya akan terus menyurakan aspirasi guru dan anggota yang membayar iuran. Setiap hari bersama guru, setiap hari mendengarkan aspirasi guru dan setiap bulan membayar iuran.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90