Pewarta : Tim
Ogan Ilir – Tindakan intimidasi terhadap wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistiknya kembali terjadi, kali ini dialami oleh RS, seorang wartawan media online.
Intimidasi tersebut dilakukan oleh oknum Kepala Desa (Kades), NZ, di wilayah Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan saat akan meliput kegiatan program Desa Tanjung Agas.
Menurut pengakuan RS, kejadian berawal saat dirinya dan rekan wartawan lainnya akan menemui Kades setempat untuk konfirmasi terkait kegiatan dan program di desa tersebut, Senin, (9/8/2021)
“Awalnya kami ingin menemui Kades NZ, untuk konfirmasi terkait kegiatan rencana di Desa Tanjung Agas, namun istri sang Kades menyebutkan jika yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah,” tuturnya.
Dijelaskan RS, dirinya sempat meminta nomor Ponsel oknum Kades tersebut kepada sang istri untuk keperluan peliputan.
Menjelang sore hari sekitar pukul 16.30, saat dirinya hendak pulang ke rumah melintas di sekitar rumah Kades terebut dan melihat Kades NZ sedang berada dirumah.
“Waktu lewat rumah Kades, saya melihat dia ada diteras rumahnya sedang menerima tamu, kemudian saya pun menghampirinya,” lanjutnya.
Namun kedatangan dirinya untuk menanyakan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di desa itu tampaknya membuat Kades tidak senang, hal itu terlihat dari ekspresi Kades yang terlihat emosi.
“Kades itu diduga tidak senang. Tanya saja sama wartawan lain, sepertinya sering sekali kalian memantau pekerjaan ini, kita ini sering ketemu di kantor Camat. Kalau mau uang bilang saja, tidak perlu cari-cari kesalahan. Untung saja anda perempuan, kalau tidak mungkin lain ceritanya,” ujar RS menirukan ucapan NZ saat itu.
Tidak sampai di situ, tambah RS, saat dirinya hendak pulang dan melihat keberadaan plang informasi terkait proyek Pamsimas senilai Rp.250 juta tersebut, dirinya dibuat terkejut saat mengetahui bahwa oknum Kades tersebut mengikuti dirinya dari belakang menggunakan sepeda motor.
“Awas saja kalau jadi berita, kamu tanggung jawab,” cerita RS.
RS sangat menyayangkan sikap oknum Kades tesebut yang dinilai arogan dan tidak transparan terhadap publik, khususnya awak media.
Sementara Mantan Ketua Forum Kepala Desa Kabupaten Ogan Ilir, Herian,SE,MM juga menyayangkan atas sikap oknum kades tersebut yang terkesan tidak menghargai kehadiran awak media yang datang untuk Konfirmasi untuk mendapatkan informasi, sesuai dengan tugasnya sebagai seorang pewarta.
“Sebenarnya tidak harus marah-marah, kalau ada wartawan konfirmasi, maka sebagai nara sumber jawab atau no komen itu saja,” katanya.
Disebutkan, hal ini sudah sering disampaikannya saat masih jadi Ketua Forum Kades Kabupaten Ogan Ilir, “Saya yang juga sebagai insan pers turut prihatin atas kejadian yang merusak citra dan nama baik Kepala Desa,” ujarnya.







