Perketat PPKM Darurat, Bupati Sumedang Keluarkan Perbup Perubahan

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Jeky

Kabupaten Sumedang – Dalam upaya menangani pandemi Covid-19 di massa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Darurat, Bupati Sumedang mengeluarkan Perbup perubahan dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang makin meningkat.

“Bupati Sumedang mengeluarkan Perbub baru  Nomor 72 tahun 2021 tentang perubahan kedua atas Peraturan Bupati Sumedang Nomor 69 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM)  Darurat Corona Virus Disease 2019 tanggal 11 Juli 2021”, ujar Kasi Humas Polres Sumedang, AKP Dedi Juhana di Mako Polres Sumedang kepada media, Senin, ( 12/7/21).

Imbuh Dedi lagi, ada dua pasal yaitu pasal 14 dan pasal 18 yang di rubah dari Peraturan Bupati Sumedang Nomor 69 tahun 202,  ke Perbub baru  Nomor 72 tahun 2021 tentang PPKM Darurat Corona Virus Disease 2019,

Untuk ketentuan Pasal 14 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

“Tempat ibadah meliputi Masjid, Mushola, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat Covid-19 dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah”, jelas Dedi.

Sementara ketentuan pasal 18 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut,

“Pelaksanaan resepsi pernikahan ditiadakan selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat Covid-19”, tukas Dedi.

Kasi humas Polres Sumedang AKP. Dedi Juhana menjelaskan bahwa untuk tempat ibadah sesuai dengan Peraturan Bupati tidak ditutup, melainkan tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Covid-19 dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.

Bahwa pada prinsipnya, ucap Dedi, dari perubahan Perbub tersebut  tidak ada yang berubah banyak dengan aturan sebelumnya bahkan lebih ketat.

“Rumah ibadah tetap tidak melaksanakan ibadah  secara berjamaah atau  lebih dari 1 orang dan  untuk kegiatan resepsi pernikahan di tiadakan adalah bentuk pengetatannya,” , tandas  Kasi Humas.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90