Pandemi Jadi Inspirasi Penulis Novel

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Dengan berkembangannya zaman ke era digital, bakat jurnalistik saat ini masih tetap dibutuhkan dan tetap eksis jika dikembangkan. Namun bakat ini hanya dimiliki mereka yang gemar menekuni dunia literasi dan masih kurang diminati generasi muda saat ini yang memiliki keahlian jurnalistik. Padahal bakat ini bisa difungsikan untuk berbagai kepentingan mengembangkan potensi diri. Mari kita simak penjelasan eksistensi dunia buku dari penulisnya. Seperti yang ditekuni “Risna Oktapiani” yang memiliki prestasi karya jurnalistik novel. Media koran Sinar Pagi membuka ruang khusus untuk interaktif tertulis bersamanya. Berikut isi interaktif tertulis untuk menjadi bahan inspirasi bagi pembacanya:

  • Setelah menerbitkan buku fiksi yang ke 6, apa motivasi dan perbedaan proses hingga hasil yang ditekuninya?…

Alhamdulillah, atas izin Allah saya ucapkan terikasih banyak pada orang-orang hebat, utamanya yaitu orang tua yang selalu mendukung bakat literasi saya dalam menulis.  Tentunya bisa sampai titik ini, tidaklah mudah, bisa menulis dan menerbitkan ke enam buku banyak sekali lika-liku dalam perjalanannya. Kunci utama dari menulis itu adalah membaca.

Membacalah, maka kau akan mendapat inspirasi untuk sesuatu yang akan kau tuliskan.

Disadari atau tidak, sebenarnya setiap orang itu bisa menulis, namun bagaimana caranya kita mengemas tulisan menjadi sebuah tulisan yang bisa di baca oleh banyak orang. Yang utama dalam menulis itu adalah meluruskan niat. Dulu, ketika saya membuat sebuah tulisan pertama, hanya ingin menuliskan apa yang ingin saya tuliskan saja, namun setelah itu berfikir jika terus seperti itu apa yang akan saya dapatkan? Seperti apa yang pernah saya sampaikan pada wawancara dua tahun ke belakang, meskipun saya tidak bisa seperti para ulama yang menorehkan tinta emasnya untuk Islam dalam beberapa kitab sebagai bekal umat, setidaknya saya bisa menuliskan sesuatu yang bermanfaat, yang bisa diambil hikmah juga sedikit ilmu yang ditorehkan dalam tulisan. Karena sebaik-baiknya manusia, adalah manusia yang bermanfaat untuk yang lainnya.

Setelah berhasil menerbitkan karya pertama dua tahun kebelakang, saya terus melangkah dan mengasah bakat yang saya miliki. Alhamdulillah setelah bergelut dengan beberapa karya, saya memutuskan untuk membuat sebuah komunitas menulis yang bernama Komunitas Home Writing (KHW). Komunitas tersebut di bangun pada bulan April 2021 dibantu beberapa sahabat saya yaitu Maura, Nawal, Azkia, Kang Anggi, Adisti, Vina, Herna, dan Rafika. Komunitas kami memiliki visi, “Sebagai sarana edukasi di bidang kepenulisan dan menggerakan anggota untuk progresif dalam berkarya”.

Setiap satu bulan sekali, kami membuka pendaftaran untuk peserta baru yang ingin mengikuti program kegiatan di komunitas kami. Di setiap selesai kegiatan (1 Bulan), kami juga mengadakan program menulis bersama antar peserta, sebagai bentuk gerakan peserta dalam mengaplikasikan ilmu yang sudah di dapat. Alhamdulillah untuk kegiatan KHW di batch 1, sudah mengeluarkan karya antologi yang berjudul “Setitik Luka” yang bekerja sama dengan penerbit Guepedia. Insyaa Allah karya kedua di batch 2 KHW juga akan segera terbit dengan judul buku “Jejak Bayangan” yang bekerja sama dengan penerbit Pohon Tua Pustaka. Kami juga Insyaa Allah akan membuka pendaftaran ke-3, kalian bisa mengikuti akun instagram kami di @home_writing atau bisa hubungi saya sebagai founder KHW di @bismillah_mujahidah05 / WA: 081222920697

  • Jika ada calon pembaca atau pembeli buku tersebut, dimana dapat diperolehnya dan berapa harganya?…

Insyaa Allah untuk beberapa karya masih bisa dibeli melalui saya di 081222920697

Di Balik Skenario : Rp. 101.000,-

Behind-19 : Rp. 72.000,-

Setitik Luka : Rp. 82.000,-

Pesona Syukur Jilid 1: Rp. 89.000,-

  • Coba jelaskan tentang kesimpulan judul dan isi bukunya?…

a. Di Balik Skenario

    Buku ini menceritakan sebuah pengikhlasan seorang tokoh yang bernama Naysa atas luka dari cinta masa lalunya ketika di jenjang SMA/MA. Sangat luar biasa, pengikhlasan tersebut membawanya pada cinta Sang Maha Cinta. Setelah kelulusannya di jenjang SMA/MA, ia meneruskan perjalanan pendidikannya di sebuah pondok pesantren. Di sana, Naysa menjadi sosok wanita yang shalihah,  kuat, pintar, tegar, cantik, dan begitu di kagumi oleh banyak orang. Pengikhlasan itu pula membawanya pada cinta terbaik sebagai balasan dari pemegang kendali hati (Allah). Buku ini cocok sekali di baca oleh para remaja yang sedang berada di fase normalnya hati mencinta lawan jenis. Di sini, pembaca bisa mendapatkan banyak pelajaran dan bagaimana caranya mengolah cinta agar tetap menjadi fitrah yang suci sampai waktunya tiba.

b. Behind-19

Buku ini merupakan sebuah cerpen yang diangkat dari kondisi pandemi Covid-19 saat ini. Tergabung dari kisah para penulis dalam mengekspresikan keadaannya saat ada ketentuan tetap berada di rumah. Pandemi yang menumbangkan banyak jiwa, hingga lalu lalang manusia tak lagi seperti biasanya. Buku ini berisi 21 ragam cerita yang menggambarkan suasana hati dan kondisi seseorang dalam menyikapi upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus.

c. Setitik Luka

Setiap orang pernah terluka dan menyimpannya dalam relung jiwa. Tak setiap diri mampu mengungkapkannya dalam sua, sehingga pena selalu menjadi pilihannya untuk menuliskan luka yang pernah singgah dan menjadi perantara sebagai perbaikan di hari depan.

Aku, kamu, dan mereka menyatukan rasa luka dalam setitik melodi, tuk sama-sama merasakan dan memberi obat bagi hati yang memiliki kesempatan untuk bahagia. Selamat untukmu, jiwa yang pernah terluka, aku bangga menorehkannya dalam setitik luka.

d. Pesona Syukur Jilid 1

Buku ini merupakan kisah inspiratif dan motivasi dari para sahabat muslim dan muslimah. Para penulis menceritakan rasa syukur atas kondisi yang mereka alami, pun yang mereka lihat dari orang lain, baik itu berupa nikmat, maupun berupa ujian yang telah Allah berikan. Berbagai hikmah dari rasa syukur pun dirasakan.

Semoga kisah di dalam buku ini dapat menjadi pupuk untuk hati para pembaca, khususnya sahabat muslim/muslimah agar selalu bersyukur kepadaNya.

  • Apa yang diharapkan dan ditargetkan kedepan setelah terbitnya buku fiksi ke-6 nya?..

Untuk target ke depan, Insyaa Allah saya masih tetap ingin berkarya baik dalam bentuk fiksi maupun non fiksi. Insyaa Allah beberapa buku selanjutnya juga akan segera terbit. Saya mohon do’a terbaik dari sahabat semua, semoga karya-karya selanjutnya bisa tembus ke beberapa toko buku sehingga pembaca bisa lebih mudah untuk membelinya secara langsung.

Saya juga berharap, komunitas menulis yang sudah di bangun, semoga bisa tetap bertahan dan menghasilkan alumni-alumni hebat yang dapat menorehkan banyak manfaat juga dalam tinta peradaban generasi emas literasi.

Bagi kalian yang ingin menjadi bagian keluarga dari komunitas kami bisa segera hubungi saya sebagai Founder komunitas, dan ciptakan karya bersama kami. Insyaa Allah kelas ini Free untuk kalian yang benar-benar serius ingin dibimbing dan menciptakan karya untuk membangkitkan kembali dunia literasi.

(59)