Idris Apandi M.Pd Lahirkan 50 Buku & Capai 962 Artikel Dibaca Puluhan Ribu Orang

Pewarta; Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Sifat gemar membaca dimasa pandemi menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan ilmu pengetahuan. Para penulis tetap produktif dimasa pandemi, mereka berupaya hadir melahirkan tulisan-tulisan berupa buku dan artikel untuk menginspirasi publik. Dan karya-karya tulis mereka juga diminati publik baca, buktinya karya tulisnya dibaca hampir puluhan ribu orang.

Dengan berkembangannya zaman ke era digital, bakat jurnalistik saat ini masih tetap dibutuhkan dan tetap eksis jika dikembangkan. Namun bakat ini hanya dimiliki mereka yang gemar menekuni dunia literasi dan tidak melekat pada mereka yang kurang meminati keahlian jurnalistik. Padahal bakat ini bisa difungsikan untuk berbagai kepentingan mengembangkan potensi diri. Mari kita simak penjelasan dunia buku dari ahlinya.

Koran Sinar Pagi secara khusus interaktif bersama narasumber atas nama “Idris Apandi M.Pd” yang memiliki prestasi karya jurnalistik berupa buku dan karya tulis artikel. Sehingga dikenal publik sebagai ‘Mesin Penulis’. Selain itu juga beliau aktif sebagai widyaiswara Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Barat dan anggota dewan pendidika Jawa Barat. Berikut isi interaktif tertulis untuk menjadi bahan bacaan yang menginspirasi pembacanya untuk meminati bakat jurnalistik sebagai tambahan keahlian yang ditekuni

  • Setelah karya tulisanya dicetak dalam bentuk buku, apa motivasi dan perbedaan proses hingga hasil yang ditekuninya, antara tahun pertama saat memulai menulis dan buku yang terakhir ditulis?…

Saya pertama kali menulis buku tahun 2013. Tahun pertama tentunya tahun belajar bagi saya dalam menulis buku. Walau pada awalnya merasa kurang percaya diri, tetapi saya mencoba melawan kekurangpercayaan diri tersebut sampai akhirnya terbitlah buku pertama saya yang berjudul “PENDIDIKAN INDONESIA MAU DIBAWA KE MANA?” yang terbit awal tahun 2014.  Lahirnya buku pertama tersebut menjadi energi dan motivasi bagi saya untuk melahirkan buku-buku berikutnya sehingga saat ini buku yang saya tulis sebanyak 50 buku. Dibalik segala kelebihan dan kekurangan buku yang saya tulis, saya percaya diri berkarya dengan prinsip bahwa tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai.

  • Jika ada calon pembaca atau pembeli buku tersebut, dimana dapat diperolehnya dan berapa rata-rata harganya?…

Bagi yang berminat memiliki buku-buku saya, boleh pesan secara langsung kepada saya melalui No. WA : 0878-2163-7667 (selama persediaan buku masih ada). Saya tidak menjual buku-buku  di toko-toko buku.

  • Coba jelaskan tentang kesimpulan judul dan isi buku yang terakhir ditulis?

Buku terakhir yang saya tulis berjudul STRATEGI MEWUJUDKAN KARAKTER PELAJAR PANCASILAIS.

Adapun kesimpulan dari buku tersebut sebagai berikut:

Nilai-nilai Pancasila perlu ditanamkan kepada generasi bangsa sejak dini. Buku ini berisi gagasan-gagasan dan refleksi penulis tentang strategi membentuk karakter pelajar Pancasilais melalui penguatan sinergi peran orang tua, sekolah, dan masyarakat. Nilai-nilai Pancasila digali dari lingkungan sekitar secara kontekstual. Pemaparannya disajikan secara populer agar mudah dipahami oleh “pembaca awam”. Sasaran pembaca buku ini adalah pendidik, tenaga kependidikan, pelajar, mahasiswa, orang tua, pegiat pendidikan, dan masyarakat umum yang peduli terhadap pembumian nilai Pancasila terhadap masyarakat khususnya kepada pelajar.

  • Selain menulis buku, bapak juga dikenal rutin menulis artikel, ada berapa jumlah seluruh artikel yang ditulis semasa pandemi ?…

Sejak pandemi awal Maret 2020 sampai dengan saat ini (6 Juli 2021) artikel yang saya tulis sebanyak 152 artikel dari total 962 artikel yang saya tulis. Dan kurang lebih dibaca puluhan ribu pembaca kompasiana.com diantaranya https://www.kompasiana.com/idrisapandi/5fa91ab88ede4875f315fb72/7-tip-lolos-seleksi-seleksi-substantif-calon-kepala-sekolah

  • Apa yang diharapkan dan ditargetkan kedepan setelah terbitnya buku-buku dan artikelnya?..

Harapan saya tentunya buku dan artikel yang saya tulis bermanfaat dan bisa menjadi pencerahan bagi para pembaca.

  • Menurut pandangan bapak, seperti apa perkembangan dunia literasi khususnya bahan bacaan dimasa pandemi?…

Gerakan literasi pada masa pandemi memang cukup terganggu seiring dengan ditutupnya sekolah untuk pembelajaran tatap muka dan digantikan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang suka disebut dengan Belajar dari Rumah (BDR). Walau demikian, pada perkembangannya, para guru dan pegiat literasi pada umumnya mulai bisa menyesuaikan diri. Walau tantangannya banyak, guru berupaya memberikan tugas-tugas membaca kepada peserta didik secara daring dan tugas mandiri membaca. Pandemi Covid-19 menjadi inspirasi untuk melahirkan literasi kreatif seperti membuat masker, hand sanitizer, poster seputar pencegahan Covid-19, puisi,  cerpen, pantun, video pembelajaran terkait Covid-19.

Bagi saya sendiri, pandemi Covid-19 atau PJJ menjadi inspirasi untuk menulis. Buku-buku yang saya terbitkan yang terinspirasi oleh Pandemi Covid-19 dan PJJ sebagai berikut:

  1. Membaca Ayat-ayat Corona
  2. Penjaminan Mutu Pembelajaran Jarak Jauh
  3. Taktis Menulis Best Practice PJJ

(113)