Kehadiran Kedai Kopi Tapal Kuda Diduga Picu Sengketa Perbatasan Desa Margalaksana Dan Kelurahan Pasangrahan Baru Sumedang

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Jeky

Kabupaten Sumedang – Lokasi Kedai Kopi Tapal Kuda yang  dikekola pihak ke tiga dan di klaim  Desa Margalaksana berada di  wilayah nya, mulai disorot warga kelurahan Pasangrahan Baru, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Pasalnya lokasi itu menurut sumber koransinarpagijuara.com yang identitas nya tak ingin terungkap,, menyebutkan, bahwa area itu jika menurut peta wilayah  yang dibuat tim sebelas saat pemekaran  dari Kelurahan Pasangrahan menjadi 3 wilayah diantaranya, menjadi Kelurahan Pasangrahan Baru, Desa Marga Laksana dan Desa Mekar Rahayu, pada tahun 2008, berada di wilayah Kelurahan Pasangrahan Baru, namun kenyataannya di klaim oleh Desa Margalaksana sebagai wilayah nya hingga dilokasi itu berikut nya  dibangun  Kedai Tapal Kuda  tanpa seijin dan sepengetahuan Kelurahan Pasangrahan Baru.

Dikonfirmasi melalui telepon,  Lurah Kelurahan Pasangrahan Baru, Prama mengiyakan bila wilayah tersebut sesuai peta (buatan Tim Sebelas) , memang masuk di wilayah Kelurahan Pasangrahan Baru.

“Kami punya peta lokasi dari Tim Sebelas jika  wilayah itu masuk ke wilayah Kelurahan Pasangrahan Baru”, ujar nya, Rabu, ( 23/6/21).

Justru, kata dia, kini timbul masalah karena sebelumnya saat  pembangunan tempat kedai kopi itu,  pihak Desa Margalaksana tidak ada pemberitahuan atau kerjasama apapun dengan pihak Kelurahan Pasangrahan Baru.

“Bukti jika area itu masuk Kelurahan  Pasangrahan Baru, selain di peta wilayah yang dibuat Tim Sebelas (saat pemekaran dari  awal Desa Pasangrahan  menjadi tiga wilayah, Kelurahan Pasangrahan Baru,  Desa Margalaksana,  dan Desa Mekar Rahayu), diantara anggota Tim  Sebelas itu,  masih ada dan mereka siap menjelaskan , dipertemuan kecamatan yang akan dilaksanakan pada hari Jum”at tanggal 25 Juni ini, dipimpin oleh Pak Camat”, kata Prama.

Sebenar nya, tambah nya,  itu merupakan lokasi tanah carik desa milik Desa Pasangrahan ( sebelum ada pemekaran – red) yang menurut  Tim Sebelas sesuai peta  masuk wilayah Kelurahan Pasangrahan Baru.

Seusai rapat pertemuan di Kecamatan Sumedang Selatan, ( Jum’at, 25/6/21), Ali Rahmat, Kaur Kesra, Desa Margalaksana mewakili Kades Desa Margalaksana saat dikonfirmasi koransinarpagijuara.com menyatakan jika  area yang kini dibangun Kedai Kopi Tapal Kuda itu memang merupakan wilayah Desa Margalaksana,

“Kami berdasar pada  tagihan SPPT dan DKHT yang ada di Desa (Margalaksana)  serta Perda No.10  sebelum tahun 2008 tentang pemecahan  Kelurahan  Pasangrahan menjadi  tiga wilayah,  yaitu Desa Margalaksana, Desa Mekar Rahayu, dan  Kelurahan Pasangrahan Baru”, tandas  nya.

Selain itu tujuan dibangunya kedai itu merujuk pada desa wisata, dan sebenar  nya ada  beberapa lokasi yang siap dijadikan area wisata di Desa Margalaksana.

“(Pembangunan Kedai Kopi) Itu hanya pembukaan saja, dan kami kedepan akan membangun juga lokasi wisata yang berpotensi di Desa Margalaksana”, jelas Ali.

Tapi Ali menyatakan, pihak nya tidak menutup kemungkinan bila Pemkab Sumedang menetapkan itu  merupakan wilayah Kelurahan Pasangrahan Baru maka phak nya pun akan menerimanya.

“Asal keputusanya dari Pemkab Sumedang, saya akan menerimanya ( bila lokasi itu masuk wilayah Kelurahan Pasangrahan Baru)”, tandas nya.

Sementara itu, seusai rapat,  Camat Kecamatan Sumedang Selatan, Syarif Effendi Badar, saat dikonfirmasi menyatakan bila untuk penetapan  perbatasan itu belum ada keputusan.

“Dari hasil pertemuan, kita belum memutuskan, tapi tadi sesuai permintaan Kepala Desa Margalaksana akan berbicara secara terbuka dengan Kelurahan Pasangrahan Baru. Kalau seandainya clear berarti tidak perlu lagi ada pertemuan di tingkat kecamatan, kami tinggal melaporkan saja ke kabupaten “, jelas nya.

Sebelumnya dari pihak pengelola Kedai Kopi Tapal Kuda saat mau dikofirmasi  tidak mau memberikan penjelasan.

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60