Dua Masker ?

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh: Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Puluhan ribu orang Indonesia meninggal dunia karena wabah Covid-19. Saudara, tetangga dan rekan seprofesi dipanggil Ilahi. Data statistik menjelaskan bahwa Covid-19 ini telah menyebabkan 56.729 orang meninggal dunia, 2,09 juta orang kasus dan 1,84 juta orang sembuh. Sampai saat ini wabah ini terus mengganas.

Seruan menggunakan masker dua lapis menjadi semakin menyeramkan. Seruan menggunakan dua masker lebih menjelaskan bahwa kita semua harus lebih berhati-hati terkait peningkatan kasus terindikasi positif Covid-19. Keselamatan kita tidak hanya cukup di doa dan keyakinan. Namun keselamatan kita lebih utama dengan menerapkan prokes yang baik.

Sebuah sindiran singkat dalam bentuk video tiktok menjelaskan bahwa kita jangan kalah sama orang gila. Konon katanya entitas orgil tidak ada yang terkena wabah Covid-19. Mengapa? Karena orgil sangat ketat melaksanakan prokes jaga jarak. Orang gila adalah “pelaku” jaga jarak “terbaik”. Tidak ada orang gila kopdud bareng, diskusi bareng, demo bareng, naik mobil bareng dan naik kereta api rame-rame.

Orang gila sudah melakukan prokes jaga jarak dengan baik. Orang gila menjauh dari publik dan dijauhi pubik. Isolasi mandiri orang gila berjalan sejak Ia gila. Ahaa, ini hanya sindiran saja bagi kita semua. Faktanya mudik berjejal, pasar berjejal dan bahkan shalat jumatan di masjid tertentu berjejal tanpa jaga jarak dan tanpa masker. Ini sangat berisiko.

Sekali lagi Saya katakan bahwa tidak cukup dengan doa dan yakin saja. Memang hidup mati Tuhan yang tentukan namun akal yang ada pada otak kita adalah kekuatan Tuhan untuk dimanfaatkan menyelamatkan hidup agar tetap sehat dan bermanfaat. Hidup sukses itu saat kita sehat bermanfaat dan panjang umur dalam ridha Ilahi. Sehat dan ikhtiar agar panjang umur adalah ibadah terbaik.

Menjaga kesehatan artinya menjaga amanah Ilahi terkait anugerah hidup dan kehidupan. Tuhan lahirkan kita agar kita sehat dan menyehatkan kehidupan orang lain. Betapa beruntungnya manusia yang terus sehat dan berhasil melintasi masa sulit wabah Covid-19 dan tetap memberi manfaat pada sesama. Sungguh hakeat hidup yang sebenarnya adalah bagaimana kita bermanfaat dan melayani hajatan orang lain.

Bila semua manusia sehat, bermanfaat dan melayani hajatan orang lain maka kehidupan akan jauh lebih sehat dan baik. Agama mengajarkan betapa pentingnya kesejahteraan bersama. Semua agama mengajarkan kesejahteraan bersama. Kesejahteraan bersama, sehat bersama dan menjauh dari mudharat bersama. Menggunakan dua masker pun dalam rangka “kesejahteraan bersama” agar kita tidak menularkan dan ketularan wabah Covid-19.

Hidup mati memang Tuhan yang menentukan. Namun menggunakan masker bukanlah tugas Tuhan untuk menempelkan pada muka kita. Tugas menggunakan masker dan berprokes adalah tugas kita semua. Bahasa bijak mengatakan, “Tidak ada orang sombong yang selamat menjalani kehidupan, semuanya akan berakhir binasa”. Mari kita menjauh dari kesombongan dengan tetap berprokes. Salah satu kesombngan saat ini adalah tidak berprokes.

Menggunakan dua masker tentu tidak lebay. Mengapa tidak ? Atau jagalah jarak selalu bila hanya satu masker. Satu masker saja kita terasa penggap apalagi dua masker. Tetap semangat, tetap jaga jarak dan tak perlu salaman serta cipika – cipiki. Senyum dari jauh, salam tak bersentuhan lebih baik. Mari kita jaga keluarga kita dari api neraka dan dari wabah yang mematikan ini.

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60