UIN SGD Buka 270 Kasur Isolasi Mandiri

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Kampus III UIN Sunan Gunung Djati Bandung siap dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19. Kepastian itu disampaikan Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Ah. Fathonih.

Menurut Fathonih, kesediaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dijadikan tempat isolasi mandiri berawal dari kunjungan Camat Cibiru, Didin Dikayuana beberapa waktu lalu.

Setelah adanya kunjungan dari Camat, lanjut dia Rektor UIN pun merekomendasikan kampus III yang terletak di Cileunuyi Kabupaten Bandung dijadikan tempat isolasi mandiri.

Pasalnya di sana tersedia asrama mahasiswa yang bisa menampung sampai 300 orang. “Beberapa hari lalu ada Camat Cibiru datang ke kami minta bantuan semisal asrama jadi tempat isoman. Kami zin ke pimpnan dan diarahkan ke kampus III. Kampus III yang disana itu ada asrama mahasiswa, karena kondisi pembelajaran daring asrama itu kosong. Dari sisi bangunan dan kamar kami siap. Ada 4 bangunan dan itu sampai 250 hingga 300 bisa menampung orang,” katanya saat on air di Radio PRFM 107.5 News Channel, Sabtu 26 Juni 2021.

Namun demikian, Fathonih menjelaskan jika pihak UIN hanya bersedia menyiapkan tempat isolasi mandiri saja. Sementara terkait fasilitas kesehatan dan SDM diserahkan ke Pemkot Bandung.

Staf Bagian Umum UIN SGD Bandung, Ramdan, mengatakan, ada 270-an tempat tidur yang tersedia di Kampus III UIN di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung ini.

Di Kampus III ini, kata Ramdan, ada empat bangunan yang selama ini dipergunakan sebagai asrama. Dari keempat gedung itu, hanya tiga di antaranya sudah terpakai, tapi saat pandemi kosong lantaran mahasiswanya pulang ke kampung halaman. Karena semuanya kosong, kata Ramdan, Kampus III bisa dipergunakan untuk pusat isolasi pasien Covid-19. “Gedung-gedung ini dibuat untuk mahasiswa yang memperoleh beasiswa dengan kategori tahfiz. Jadi, untuk yang tahfiz Al-Qur’an dan melalui tes,” ujarnya di

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90