Hasil Mediasi Dewan Pers & Hak Jawab Rangkaian Berita Koransinarpagijuara.com Dari DPP Serikat Pekerja Nasional

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Jakarta)-, Arif Wahyudin, Wakil Pemimpin Redaksi media online koransinarpagijuara.com memenuhi undangan pertemuan klarifikasi berita dari Dewan Pers terkait pengaduan yang dilayangkan Puji Santoso Ketua Bidang Politik & Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri DPP SPN sehubungan dengan serangkaian berita di media siber koransinarpagijuara.com.

Dewan Pers menerima pengaduan langsung dari Saudara Puji Santoso, Ketua Bidang Politik & Hubungan Antar Lembaga Dalam Negeri DPP SPN, melalui surat tertanggal 2 Mei 2021, terkait serangkaian berita di perusahaan pers Koransinarpagijuara.com dengan judul:

    “Diduga Langgar Prokes, Kapolda Diminta Panggil Ketua SPN”, diunggah 18 Maret 2021; (https://www.koransinarpagijuara.com/2021/03/18/diduga-langgar-prokes-kapolda-diminta-panggil-ketua-spn-prop-banten/ )

    “Diduga Beri Pernyataan Keliru, Propam Polda Banten Diminta Periksa Kapolsek Cipocok Jaya”, diunggah 19 Maret 2021; ( https://www.koransinarpagijuara.com/2021/03/19/diduga-beri-pernyataan-keliru-propam-polda-banten-diminta-periksa-kapolsek-cipocok-jaya/ )

    “PWI Kabupten Serang Kecam Tindakan Arogan Oknum SPN”, diunggah 20 Maret 2021. ( https://www.koransinarpagijuara.com/2021/03/20/pwi-kabupaten-serang-kecam-tindakan-arogansi-oknum-spn/ )

Dalam pengaduannya, Pengadu menyatakan bahwa serangkaian berita yang diadukan telah menyudutkan pihaknya. Selain itu, tidak ada konfirmasi kepada Pengadu, serta berita-berita tersebut menyajikan opini yang merugikan Pengadu. Pertemuan bertujuan penyelesaian masalah kedua belah pihak terlaksana Rabu, 23 Juni 2021 dan menghasilkan kesepakatan berupa risalah penyelesaian yang dimediasi Dewan Pers.

Anggota Dewan Pers Arif Zulkifli menilai dari klarifikasi kedua belah pihak, serangkaian berita teradu melanggar pasal 1,2,3 kode etik jurnalistik melanggar asas praduga tak bersalah dan membuat opini yang menghakimi. Serangkaian berita teradu tidak sesuai dengan butir 2 huruf ada b, peraturan Dewan Pers No 1/Peraturan-DP-III/2012 tentang pedoman pemberitaan media siber terkait verifikasi dan keberimbangan berita. Bahwa setiap berita harus melalui verifikasi, serta berita yang merugikan pihak lain memerlukan verifikasi pada isi berita pada kesempatan yang sama untuk memenuhi akurasi dan keberimbangan.

Maka pihak media koransinarpagijuara.com wajib melayani hak jawab dari pengadu secara proporsional, disertai permintaan maaf kepada pihak pengadu dan masyarakat pembaca. Lalu kedua belah pihak sepakat mengakhiri kasus ini di Dewan Pers secara etik dan tidak membawa ke jalur hukum.

Dan Dewan Pers menyarankan media teradu kedepannya agar senantiasa berpedoman pada peraturan Dewan Pers No.1/Peraturan-DP/III/2021 Tentang pemberitaan media siber. Lalu secara insentif menyelenggarakan pelatihan bagi segenap wartawan untuk meningkatkan profesionalitas. Teradu wajib berpedoman pada UU No 40 Tahun 1999 tentang pers dan kode etik jurnalistik. Dewan Pers mengingatkan media yang tidak melayani hak jawab bisa dipidana dengan denda sebanyak 500.000.000 sebagaimana disebut dalam pasal 18 ayat 2.

Secara tertulis Suprihat Ketua PSP SPN PT Nikomas Gemilang dengan jabatan ketua mengungkapkan membuat, menyampaikan dan menggunakan hak jawab atas beberapa pemberitaan di koransinarpagijuara.com Bahwa PSP SPN PT Nikomas Gemilang merasa dirugikan dan disudutkan atas berita-berita yang dipublikasi. Maka pihaknya akan menggunakan hak jawab sebagaimana diatur dalam UU No 40 Tahun 1999 tentang pers.

Kami sampaikan uraian fakta peristiwa dalam sikap dan  permintaan dengan hormat untuk memuat hak jawab ( https://sg.docworkspace.com/d/sIOSX2Z9dza7dhgY / https://kso.page.link/wps ). Bahwa perlu diketahui oleh publik bahwa kegiatan di RM Saung Edi merupakan kegiatan internal organisasi yang tidak mengundang pemberitaan media. Sehingga dengan masuknya 2 orang yang mengatas namakan media tanpa permisi dan ijin dari penanggung jawab kegiatan. Lalu mengambil foto / video didalam ruangan yang telah disewa kami menyebabkan ketersinggungan dan kerumunan seperti yang telah diberitakan secara sepihak.

Padahal pelaksanaan kegiatan, panitia telah mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan seperti cek suhu, penggunaan masker dan hand sanitizer. Serta memenuhi standar kapasitas penggunaan tempat pada masa pendemi dengan dibuktikan dengan daftar hadir.

Dan pada acara itu ada 2 orang yang mengaku sebagai awak media, masuk kedalam ruangan tanpa memulai dengan menunjukan identitas diri sebagai wartawan dan tanpa permisi terlebih dahulu untuk pengambilan gambar, foto dan suara, tidak menghargai privasi dan kami menduga ada pemberitaan plagiat oleh media-media yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Serang Timur / Perwast sehingga merugikan pihak kami.

Karena pemberitaan yang diterbitkan menurut kami tidak berimbang, tidak objektif, dan dilakukan secara tendensius. Sehingga merugikan sebagaimana diatur dalam Peraturan Dewan Pers No.6/Peraturan-DP/V/2008 tentang pengesahan keputusan Dewan Pers No.3/SK-DP/III/2006 Tentang kode etik jurnalistik. Bahwa wartawan Indonesia bersikap Independen, meghasilkan berita yang akurat berimbang dan tidak beritikad buruk.

Arif Wahyudin, Wakil Pemimpin Redaksi koransinarpagijuara.com, mengucapkan terima kasih kepada Dewan Pers yang telah memediasi permasalahan ini, sehingga sepakat tidak sampai memperpanjang ke jalur hukum. “Atas nama jajaran Redaksi koransinarpagijuara.com, kami mohon maaf, karena berita yang ditulis oleh wartawan kami tidak memperhatikan aturan yang berlaku, sehingga dinilai merugikan pihak yang diberitakan, dan juga kepada pihak SPN yang telah merasa terganggu atau dirugikan oleh kehadiran wartawan kami dilokasi. Kami akan berikan teguran khusus kepada wartawan tersebut dan akan kami bina agar tidak terulang kembali,” ucapnya.

Sebelumnya pihak SPN juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian di lokasi. Wakil Ketua SPN, Kabupaten Serang, Saripan menyampaikan permohonan maafnya terkait insiden intimidasi hingga merebut handpohne wartawan yang dilakukan oleh salah satu oknum SPN.

“Saya mohon maaf atas tindakan anggota SPN terhadap teman – teman wartawan tadi, saya sebagai Wakil Ketua SPN Kabupaten Serang tidak pernah memerintahkan hal-hal yang di luar aturan SPN,” ujarnya

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90