Perempuan PGRI, Wow !

  • Whatsapp
banner 468x60

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Adalah Dian Anggraeni namanya, seorang guru muda SMAN 5 Kota Sukabumi terpilih sebagai Ketua Cabang PGRI. Sungguh sangat menarik dinarasikan. Ia adalah guru muda perempuan pertama jenjang SMA di Kota Sukabumi yang mampu menjadi seorang pemimpin PGRI di jenjang cabang. Inilah perempuan PGRI sejati yang wow.

Apa yang paling Saya ingat terkait sosok Dian Anggraeni ? Ada satu hal yang unik dan langka. Apa ? Tiada lain adalah keterampilannya dalam membawa kendaraan roda empat. Suatu saat saya disalip oleh sebuah kendaraan ketika menuju ke Jakarta. Ternyata yang menyalip itu adalah seorang guru perempuan muda yang saya kenal sebagai anggota PGRI.

Begitu gesit, kencang dan terampil menyetir kendaraan. Saya coba kejar karena CC mobil Saya lebih besar. Apa yang terjadi ? Kendaraan yang dikendarainya melesat tak bisa dikejar. Saya berdecak kagum, wow ! Dalam hati berkata, “Terampil banget bawa kendaraan”. Rasa gengsi karena disalip seorang sopir guru muda perempuan memang agak gak nyaman.

Namun sa’at Saya gaspool tetap Ia tak dapat Saya kejar. Ituah sosok Dian Anggraeni yang saat ini terpilih jadi seorang Ketua PC PGRI Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi. Perenpuan PGRI yang wow. Saya apresiasi dan doakan semoga Ia menjadi pemimpin PGRI yang dapat memberi “kecepatan” dalam melayani anggota.

Menjadi pemimpin dari sebuah organisasi tentu tak mudah. Mengapa tak mudah ? Karena akan menyita waktu, tenaga, pikiran dan anggaran pribadi. Menjadi pengurus organisasi profesi adalah organisasi non profit yang tidak ada keuntungan finansialnya. Banyak orang tak mau mengurus organisasi profesi karena ribet dan “merugikan” pribadi.

Unik, berani dan wow seorang guru muda SMA bisa mau dan berani menjadi seorang Ketua Pengurus Cabang PGRI. Saya berharap akan muncul Dian Dian yang lain. PGRI adalah rumah guru. Dari Guru, Oleh Guru, Untuk Guru, Demi Guru, Milik Guru dan Wajah Guru. PGRI organisasi guru. Bukan yang lain ! Amanah UURI No 14 Tahun 2005 substansinya adalah setiap organisasi profesi guru harus dipimpin guru.

Bu Dian Anggraeni adalah guru muda aktif perempuan yang luar biasa. Guru muda milenial aktif dan merasa memiliki PGRI adalah sebuah gejala baik. Semoga PGRI makin banyak guru muda milenial yang menjadi anggota dan pengurus. Bila PGRI minus guru muda aktif maka masa depan PGRI bisa madesu. Kunci sukses organisasi PGRI ada di keberlanjutan para guru.

Selalu Saya katakan idealnya PGRI adalah himpunan atau dominan kuota organisasi guru aktif. Guru aktif tak bisa masuk di AKSI, APSI, ADI atau organisasi lain selain guru. Namun agak aneh memang nasib guru aktif. Ia hanya bisa masuk di PGRI saja. Beda dengan para pengawas, kepala sekolah, dosen, tenaga kependidikan dengan mudah masuk di PGRI.

Guru aktif sendiri tak bisa masuk di organisasi kepala sekolah, pengawas, dosen, tenaga kependidikan. Hanya PGRI diantaranya yang bisa dimasuki guru aktif untuk berorganisasi. Ayoo para guru muda, guru aktif dan prestatif masuk di PGRI. Hidupkan organisasi guru oleh guru. Kebatinan guru hanya bisa dipahami oleh guru sendiri. Lainnya bisa jadi hanya modus.

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60