Ormas Bapera Hadir Untuk Bersinergi Dengan Pemerintah

Pewarta : Jeky

Kabupaten Sumedang – Ketua Barisan Pemuda Rakyat (Bapera) DPD Kabupaten Sumedang, Wahyu Hidayat, menyatakan bila Bapera hadir tidak akan berlawanan dengan pemerintah, bahkan  justru kehadiranya akan  bersinergi dengan pemerintah.

“Mudah – mudahan kehadiran Bapera ini  bisa membantu pemerintah dalam hal memberikan solusi untuk  mensejahterakan masyarakat khusus nya di Kabupaten Sumedang ini”, ujar nya saat memberikan sambutan pada pelantikan Bapera di Aula Yonif 301, Cimalaka, Sumedang,Jawa Barat, Jum’at (18/6/21).

Dikatakan Wahyu, dalam wakttu relatif singkat sudah ratusan warga Sumedang yang mendaftar ke Ormas Bapera,

“Ini menujukan animo masyarakat terhadap ormas  Bapera  sangat tinggi”, ujar nya.

Diketahui, Ormas Bapera yang di nakhodai Fadh El Fouzh A.Rafiq  ini sudah hadir di beberapa Propinsi juga Kota dan  Kabupaten di Indonesia.

Seperti diungkapkan Sekjen  Pusat Bapera, Mustafa M. Raja, menyatakan sudah ada ribuan anggota yang tercatat di  kami (DPP Bapera), dari berbagai propinsi yang sudah mendaftar.

“Kami sudah melakukan pelantikan diberbagai kota dan kabupaten di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumedang ini”, jelas nya, saat diwawancara media usai pelantikan.

Ini, ujar dia, merupakan prestasi luar biasa,    karena disaat pandemi, disaat organisasi lain diam tapi Bapera  bergerak dan hasil nya luar biasa.

“Kami tegaskan Bapera ini nerupakan ormas yang bersinergi dengan pemerintah maka tidak ( akan ) ada demo terhadap pemerintah yang akan dilakukan oleh Bapera.”, tandas nya.

Dengan demikian, lanjut dia,  maka sebaiknya Bapera bisa bekerja sama dengan pihak pemerintah setempat dalam hal memggali potesni yang ada di tiap wilayah masing – masing, agar bisa turut serta membantu pemerintah  mensejahterakan masyarakat nya.

Searah dengan Mustafa M. Raja,  juga dikatakan Ketua Bapera Sumedang, Wahyu Hidayat,  bila Bapera ini organisasi yang mandiri dengan demikian maka tidak akan  ada proposal yang akan dibagikan.

“Kami ( Bapera) bukan pemain proposal apalagi untuk menakut – nakuti pemerintah. Kita organisai mandiri yang justru akan bersinergi dengan pemerintah”, jelas Wahyu.

Bahkan kata dia, Bapera Sumedang kini sedang pro akrif  bersama  pemerintah untuk melakukan pengaktifkan lahan sawah dampak dua proyek nasional, yaitu Proyek Jatigede dan Jalan Tol.

“Di Sumedang ini ada  2000 hektar lahan sawah yang hilang akibat dua  proyek nasional . Kesatu, Proyek Jatigede seluas 1.200 hektar dan kedua Proyek Tol seluas 800 hektar”, papar nya.

Dengan demikian, kata Wahyu, untuk menggamti lahan tersebut kita harus mengganti dengan lahan baru atau lebih meningkatkan produktifitas lahan yang ada. Dan  kita sekarang sedang berupaya dengan pemerintah  Sumedang mengaktifkan lahan yang tidak produkti menjadi lahan pertanian.

“Contoh, kini kita sedang menggarap lahan di Cileuksa seluas 16 hektar yang  kini  baru selesai 2 hektar, dan untuk pelaksanaan ini kita pun  mendatangkan investor dari Abu Dabi. Saya sudah bicara sama Pa  Bupati  dalam pelaksanaan semua ini. Dan  pak Bupati sangat antusias dan  mendukung sekali”, pungkas nya.

(83)