Kasus Terus Meningkat Akses Ke Bandung Raya Serentak Diperketat

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Hingga saat ini pasca libur lebaran kasus positif covid di Bandung raya meningkat rata-rata hingga 78 persen di daerah. Tidak mau terkena imbasnya wilayah desa yang menjadi akses ke perkotaan memperketat protokol kesehatanan dan PPKM mikro atau bahkan kepala daerah berupaya menutup akses warga lain memasuki daerahnya.

Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengimbau masyarakat luar kota yang tidak berkepentingan untuk tidak datang ke Kota Bandung selama 2 pekan ke depan. Hal itu bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Namun ia mengakui, belum menerapkan penyekatan mobilitas dari luar ke dalam Kota Bandung. Hasil rapat terbatas sebelumnya, lebih fokus kepada penanganan di internal atau wilayah Kota Bandung.

“Sampai hari ini, baru memberi imbauan dengan amat sangat agar warga luar kota, kalau tidak punya kepentingan yang sangat mendesak, lebih baik di rumah. Jangan datang dulu ke Kota Bandung,” katanya usai meninjau pelaksanaan Serbuan Vaksinasi Covid-19 Provinsi Jawa Barat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung,

“Karena kalau kita harus mengadakan pengawasan, penyekatan ini berat. Kita harus mengadakan lagi pos cek poin, berat juga,” paparnya.

Hal itu juga termasuk kunjungan dinas dari luar Kota Bandung. Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak menerima tamu. Terlebih saat ini Pemkot Bandung kembali melaksanakan Work From Home (WFH).

Terkait Bed Occupancy Rate (BOR) yang mencapai 89 persen, Oded mengatakan, sudah melobi agar rumah sakit menambah jumlah tempat tidur. “Mereka siap menambah, seperti RSKIA sekitar 20 tempat tidur. Di samping kita upayakan setiap rumah sakit menambah (tempat tidur). Insyaallah kita bisa leluasa lagi,” katanya.

“Di kewilayahan, dari 151 kelurahan masih ada 20 Kelurahan yang belum (punya ruang isolasi). Itu sudah saya instruksikan pakai IKP (Instruksi Khusus Pimpinan), jadi instruksi pimpinan langsung,” tambahnya.

Disisi lain, mengingat dari hari ke hari kasus terkonfirmasi Covid-19 terus meningkat, hingga menjadikan Kabupaten Bandung masuk Zona Merah. Bupati Bandung, H.M. Dadang Supriatna bersama Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruzanul Ulum, Ketua MUI, Ketua PCU Kabupaten Bandung, Forum Komunikasi Ulama Umaro, unsur Forkopimda, Perangkat Daerah, unsur kecamatan dan desa/kelurahan se-Kabupaten Bandung, melakukan Istighosah dan Do’a Bersama secara Virtual, kemarin malam, Kamis 17 Juni 2021 yang dipusatkan di Rumah Jabatan Bupati Bandung.

Istighosah dan Do’a Bersama dilakukan setelah solat Isya yang diawali pembacaan Ayat Suci Al Quran, dan dipimpin oleh PCU Kabupaten Bandung, Dr. Asep Jamaludin S.Ag, memohon kebaikan dan pertolongan Allah SWT terhadap wabah Covid-19 ini, dengan harapan bisa segera berlalu.

Bupati meminta kepada segenap komponen masyarakat termasuk alim ulama di daerah, agar melakukan Istigosah dan Do’a Bersama di daerah masing-masing, dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan.

Merespon konsdisi yang ada, pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) memutuskan menutup sementara seluruh tempat wisata sampai sepekan kedepan menyusul daerah ini masuk zona merah atau risiko tinggi penyebaran Covid-19. 

Pelaksana Tugas Bupati Bandung Barat Hengki Kurniawan menambahkan, pihaknya pun telah menginstruksikan aparat kewilayahan untuk bertindak tegas dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat

“Kita akan buat surat edaran ke setiap kecamatan hingga desa untuk menutup tempat wisata baik yang berbayar maupun tidak. Karena untuk menghindari adanya kerumunan,” katanya

Hengki mengimbau, masyarakat untuk tetap menerapkan protokol Kesehatan Covid-19 sesuai dengan anjuran pemerintah. Dengan begitu, pandemi yang menerjang KBB saat ini cepat berlalu.

“Saya terus mewanti-wanti, pandemi ini belum berakhir. Tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas,” Ujarnyanya.

Dalam Surat Edaran tersebut disebutkan bahwa Obyek Wisata Zona Merah untuk Siaga Satu ditutup mulai 16-22 Juni 2021. Dalam hal ini Kepala Dinas Pariwisata bernama Heri Pratomo menyampaikan, bahwa “keputusan di ambil dengan berbagai pertimbangan, serta atas pengarahan dari Gubernur Jawa Barat,guna mengurangi, mencegah lonjakan akibat Covid19 ini,”Ujarnya.

Khusus desa yang ada diperbatasan diarahkan siaga terhadap potensi kenaikan kasus, Agus Karyana Kepala Desa Gudang Kahuripan Kecamatan Lembang memaparkan sejak ada kabar lonjakan kasus dan terjadi klaster baru di desa lain. Desa Gudang Kahuripan memperketat protokol kesehatan dan PPKM mikro. Kita arahkan tim satgas desa untuk rutin penyemprotan disinfektan ketitik rawan terjadinya perkumpulan masyarakat, ucapnya saat ditemui media di kantornya

Selain itu juga dari dana desa kita gunakan bantuan pangan untuk warga yang sedang isolasi mandiri. Dan khusus perangkat desa yang memiliki beban mobilitas tinggi, mereka sudah diprioritaskan untuk divaksin.

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60