Forum Rembuk SMA/SMK/SLB

Oleh: Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Gagasan Dadang Sufyan Saifullah Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 terkait pentingnya forum dan rembuk lintas entitas satuan pendidikan perlu diapresiasi. Layanan pendidikan akan lebih baik bila ada kekompakan dan keseiramaan semua pihak terkait dalam menjawab tantangan dunia pendidikan yang makin kompleks. Khusus untuk entitas SMA/SMK/SLB negeri dan swasta perlu ada sebuah forum rembuk dalam upaya saling belajar, saling berbagi praktik baik dan kompak menjawab tantangan kontekstual.

Menyatukan entitas GTK SMA/SMK/SLB dalam sebuah forum rembuk pendidikan menengah adalah gagasan baik. Kepala KCD Wilayah 1 Dadang Sufyan Saifullah memandang entitas GTK dan kepala SMA/SMK/SLB adalah sebuah potensi aparatur pendidikan yang bisa dikeksplorasi lebih berkapasitas dan berdaya demi melayani kepentingan masyarakat. Rembuk, dialog, refleksi dan saling memberikan dukungan informasi bahkan dukungan moral sangat dibutuhkan para GTK di dunia pendidikan.

Mengingat era kolaborasi terus menguat maka “kolaborasi” internal pun antara GTK SMA/SMK/SLB di bawah binaan Disdik Jawa Barat mengapa tidak? Dibentuk secara formal. Hal ini semata-mata demi tujuan “peningkatan kapasitas” entitas GTK agar lebih baik dan berdaya dalam memberikan layanan pada masyarakat. Jabar juara lahir batin tanpa kolaborasi semua pihak tentu sulit. Diperlukan niat baik bersama, kolaborasi dan kekompakan membangun kebersamaan saling belajar dan saling melindungi dari sejumlah tantangan.

Satuan pendidikan SMA/SMK/SLB adalah pusat layanan masyarakat bidang pendidikan. Sebagai pusat layanan pendidikan, satuan pendidikan SMA/SMK/SLB memerlukan kenyamanan, keamanan dan kekompakan dalam melayani masyarakat. Plus perlu upaya-upaya meningkatkan martabat, kedaulatan dan marwah entitas GTK SMA/SMK/SLB agar tidak ada pihak-pihak eksternal yang menghalangi atau mengganggu jalannya layanan pendidikan.

Martabat dan kehormatan guru, kepala sekolah dan warga civitas akademika sangat penting. Martabat ini perlu dibangun, diciptakan dan diupayakan sebaik mungkin. Membangun martabat dan kedaulatan satuan pendidikan adalah sebuah keniscayaan dan wajib hukumnya. Satuan pendidikan berdaulat, merdeka dan berdaya maksimal sangat diperlukan. Hal ini hanya bisa diwujudkan dengan peningkatan kapasitas dan militansi kolektif dan kolaborasi dengan semua pihak ekosistem pendidikan.

Gagasan cerdik Kepala KCD Wilayah 1 Dadang Sufyan dengan jargon “Beca Mang Odik” yang bernarasi pentingnya “Beja-beja Carita Manfaat Obrolan Pendidikan” sangatah baik. Bukan ngerumpi, ngegosip dan ngaler ngidul, ngidu ngaler tak bermanfaat yang harus dilakukan para entitas aparatur pendidikan. Melainkan pentingnya budaya “Beja-beja Carita yang bermanfaat terkait obrolan dunia pendidikan”. Ini sangat positif. Terutama entitas kepala sekolah harus dan wajib menjadi entitas aliran “Beca Mang Odik”.

Setiap hari idealnya entitas kepala sekolah lebih banyak bernarasi terkait pendidikan. Bagaimana melakukan inovasi, kolaborasi, eksplorasi dan transformasi diri terkait layanan pendidikan. Rembuk kolaboratif entitas SMA/SMK/SLB dan “Beca Mang Odik” adalah bagian dari upaya-upaya cerdik membangun kekompakan dan kapasitas. Kompak, kuat, berdaulat dan saling belajar adalah utama.

Sejumlah tantangan dunia pendidikan akan terus hadir setiap saat. Bila entitas dan ekosistem pendidikan santuy dan “rebahan” mulu bahaya. Diperlukan upaya menyatukan kekuatan dan potensi bersama agar tantangan pendidikan eksternal internal dapat ditangani bersama. Obrolan pendidikan dalam bentuk FGD, kuliah umum, seminar, saresehan dan bahkan diskusi in formal pun harus sering dilakukan. Inovasi, solusi dan praktik baik dalam mensukseskan layanan dunia pendidikan harus menjadi “obrolan bersama”.

Tantangan tahunan semisal “kisruh” PPDB dan banyaknya pihak ekternal yang “lebay modus” mengganggu kedaulatan satuan pendidikan serta martabat guru dan kepala sekolah harus dikikis habis. Plus tetap terbuka menerima kritik dan masukan dari semua pihak demi layanan pendidikan yang lebih baik. Sekolah berdaulat yes! Kolaborasi edukatif mutualisma yes! *KEMITRAAN YES! EKSPLOITASI NO!*

(2)